
***
Seorang pria mengepalkan tangannya saat ia mendapatkan kabar dari anak buahnya. Orang suruhannya benar benar tidak becus dalam menjalankan tugas yang ia berikan. Seharusnya yang terkena racun itu Zayn, bukan Jenna.
Sejak awal dia sudah menunggu kesempatan ini, namun semua usahanya gagal karena kesalahan orang suruhannya ini. Jelas saja orang suruhannya ini bawahannya, namun bawahannya ini meminta orang lain lagi untuk melakukannya. Wajar saja bukan jika rencananya akan gagal.
"Benar benar tidak becus! Aku mempekerjakan mu untuk memberi racun itu pada kep*rat Zayn, bukan wanita cantik itu!" Ucapnya penuh amarah.
"Hei, kenapa kau memanggil wanita itu cantik? Disini aku yang lebih cantik!" Ucap seorang wanita yang sejak tadi melayaninya di sampingnya.
"Diam!! Aku tidak berbicara dengan jal*ng seperti mu," ucapnya marah pada wanita di sampingnya ini. Seketika nyali wanita itu menciut.
"Apa yang kau lakukan hah?!"
"M-ma-af tuan, saya benar benar minta maaf," ucapnya tertunduk.
"Maaf tidak mampu membuat semuanya seperti apa yang aku inginkan. Jelas saja kau tahu apa yang aku inginkan bukan?!" Tanyanya.
"Saya sudah memintanya menyimpan serbuk itu di makanan Zayn Nagendra, bukan istrinya," ucapnya memberi penjelasan.
"Aku tidak butuh penjelasan mu," ucapnya. Pria itu mengkode pada seorang bawahannya yang lain untuk memberikan sebuah minuman pada pria yang tidak becus ia pekerjakan ini.
"Minum atau aku tembak," ucapnya memberikan pilihan. Sebenarnya itu bukanlah pilihan, karena kedua duanya benar benar tidak patut di pilih. Di tembak tentu saja akan mati, bahkan minum pun sepertinya akan mati juga. Cairan bening itu bukanlah air biasa.
"T-tuan, say-a moh-on. Maafkan say-ya," ucapnya.
"Aku maafkan setelah kau memilih. Itu hanya air, apa yang kau takutkan?" Tanyanya.
__ADS_1
Pria yang tengah berjongkok itu pun mengangkat wajahnya dan menatap ke arah gelas kecil berisi air bening yang terlihat seperti air putih biasanya. Dengan tangan gemetar, pria itu pun mengambil gelas kecil itu dan meminum air tersebut dengan ragu. Namun dalam satu kali tegukan sudah habis melewati tenggorokannya.
Pria yang menjadi bosnya sekaligus yang memintanya meminum cairan tersebut tersenyum puas. Kelinci percobaannya sangat penurut ternyata.
Lima menit berlalu setelah pria itu meminun cairan putih tersebut, tak lama dia meraskan rasa sakit yang teramat pada perutnya. Tenggorokannya terasa sangat panas sekali. Bahkan dia tidak bisa mengucapkan apa apa. Hanya geraman kesakitan saja.
Dengan hati puas dan wajah yang tersenyum, pria yang menjadi bosnya itu pun menyaksikan dengan asik apa yang terjadi di depannya. Bawahannya yang tidak becus itu sengaja ia dijadikan kelinci percobaan untuk mengetes cairan kimia mematikan yang baru saja ia buat beberapa bulan yang lalu.
Reaksinya benar benar sesuai dengan prediksi, seluruh organ dalam pria ini mencuat keluar dari mulutnya disertai dengan darah yang banyak. Belum lagi telinga, hidung dan matanya juga mengeluarkan darah. Bahkan matanya terlihat akan keluar dari tempatnya.
Geraman kesakitan terdengar sangat memilukan. Namun bukannya kasihan, pria itu justru malah tersenyum puas. Hasil kerja kerasnya ternyata membuahkan hasil.
"Lempar mayatnya ke kolam di belakang. Berikan hewan peliharaan ku makan," ucapnya.
Beberapa bodyguard langsung menggusurnya pergi ke kolam belakang. Jelas saja bukan peliharaan seperti buaya atau pun hiu, melainkan sebuah ular besar yang sangat mematikan.
***
Selama dua hari ini juga, Zayn dengan setia menemani istrinya di rumah sakit. Ruangan Jenna dirawat dipindahkan ke ruangan vvip. Selain privat, ruangan vvip jelas ruangan yang sangat nyaman. Apalagi Zayn sangat mengedepankan kenyamanan bagi istrinya.
Pekerjaan tentu saja tidak Zayn lupakan, pria itu membawa serta pekerjaannya ke rumah sakit. Ia bekerja sembari menemani istrinya. Dua hari ini dilewati dengan cepat karena Zayn tidak hanya diam, dia bekerja jadi waktu terasa singkat.
"Wajah cantik kamu benar benar sangat pucat sayang, cepatlah bangun, aku merindukan mu," ucap Zayn sembari mengelus pelan pipi Jenna.
Memang benar, keadaan Jenna sejak kemarin terlihat cukup memprihatinkan. Wajah yang biasanya cantik segar kini terlihat sangat pucat seperti mayat hidup. Saat sedang asik mematap wajah cantik istrinya, tiba tiba pintu ruangan rawat Jenna di ketuk. Muncul dua sosok manusia berbeda jenis yang sejak kemarin berlalu lalang ke ruangan ini. Dia adalah Ryan dan Ale. Kedua manusia itu datang kembali.
"Masih belum sadar?" Tanya Ale. Zayn menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Ale menyimpan cake kesukaan Jenna dan mendekat ke arah brankar tempat dimana Jenna dirawat.
"Jenn," panggil Ale. Wanita itu mengambil lengan sahabatnya dan menggenggamnya. Buliran bening dari kedua pelupuk matanya tidak tertahan lagi. Ale benar benar tidak suka melihat Jenna yang terbujur kaku seperti ini. Dia lebih suka dengan Jenna yang banyak bicara dan tidak bisa diam.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Ryan.
"Lebih stabil namun belum sadar juga, entah kapan," ucap Zayn.
"Jangan putus asa, gue bawa yang lo mau," ucap Ryan sembari memberikan sebuah map pada Zayn. Zayn menerimanya dan membuka isi map tersebut lalu membacanya.
"Kamu sudah janji tidak akan menangis, Alesha," ucap Ryan.
"Dia sahabat aku, dia keluarga aku. Masalah kalo aku nangisin dia yang gak bangun bangun?!" Tanya Ale kesal.
Ryan menghela nafasnya, akhir akhir ini Ale memang sangat sensitif sekali. Salah dikit pasti Ryan akan kena omel.
"Bukan begitu, kondisi kamu kemarin drop karena kelelahan ditambah sedang dalam masa tamu bulanan. Kamu mau pingsan lagi? Nanti kamu gak bisa jenguk Jenna lagi," ucap Ryan. Ale tidak menjawabnya dan memilih diam. Dia malas meladeni kecerewetan Ryan yang mampu mengalahkan kecerewetan mamanya.
"Obat tidur?" Tanya Zayn pada Ryan. Pria itu masih menatap kertas yang ada di dalam map tersebut.
"Racun yang masuk ke tubuh Jenna memang tidak mematikan, namun cukup beresiko nantinya," ucap Ryan.
"Kemarin waktu lo minta semua karyawan termasuk manager restoran itu ditangkap, gue nemuin bungkusan kecil yang gak jauh dari dapur. Bungkusan itu isinya serbuk putih, tapi gampang larut di air. Gue langsung bawa ke laboratorium buat di cek kandungan dan extranya apa aja termasuk cake yang dimakan Jenna. Dan ternyata hasilnya cocok. Cake yang dimakan Jenna ditambahin serbuk putih itu," sambung Ryan.
"Kapan reaksi obat itu berakhir?" Tanya Zayn.
"Paling lama seminggu bahkan sampai satu bulan. Tergantung kecepatan kondisi tubuh Jenna aja buat halau racun obat tidur tersebut," ucap Ryan.
__ADS_1
Tbc.
Gini nih, giliran gak up popularitas naik cepet😭 kan jadi bingung harus gimanaaaaaaa