
***
Jenna menghirup dalam aroma maskulin yang menguar dari tubuh Zayn. Dia benar benar sangat lelah dengan kejadian di hari ini. Entah kenapa orang orang di masa lalunya juga Zayn selalu mengganggunya. Jenna semakin mengeratkan pelukannya pada Zayn. Sedangkan Zayn juga memeluk tubuh Jenna. Ini alasannya ia menarik tubuh Jenna dan mendudukannya di pangkuannya, sebab ia tahu jika Jenna sudah pasti tidak baik baik saja dengan apa yang terjadi hari ini.
Jenna memang sempat menolaknya tadi, namun sejujurnya dia sangat membutuhkan pelukan hangat ini untuk melepaskan beban di pikirannya. Entah kenapa Jenna jadi seperti ini pada Zayn, dengan orang sebelumnya Jenna hanya sebatas berpegangan tangan saja. Tapi dengan Zayn, dia benar benar merasakan hubungan berbeda.
Zayn mengelus pelan punggung Jenna. Berusaha sebisa mungkin untuk membuat gadisnya ini nyaman dan berhenti berpikiran terlalu berlebih. Karena Zayn sudah berjanji dia hanya akan mencintai Jenna saja.
Jenna mengurai pelukannya dan mengecup bibir Zayn. "Aku pusing, capek juga," adunya pada Zayn.
"Kamu mau apa? Makan? Atau apa?" Tanya Zayn.
"Pengen ditidurin kamu," ucap Jenna dengan polosnya. Zayn mengernyit, ia tidak terlalu mengerti maksud ucapan Jenna.
"Becanda. Aku gak mau ditidurin kamu lagi sebelum kita menikah," ucap Jenna.
"Tapi aku pengen sayang," ucap Zayn memelas. Jenna menampar pelan pipi pria itu. Sengaja agar dia sadar jika hal itu tidaklah baik untuk terus dilakukan.
"Sakit," ucap Zayn. Pria itu mengelus pelan pipinya yang menjadi sasaran tamparan Jenna. Walaupun tidak terlalu sakit, namun Zayn akan tetap saja bersifat kekanakan jika bersama dengan Jenna.
Cup.
"Masih sakit?" Tanya Jenna.
"Masih."
__ADS_1
Jenna kembali mengecup bibir Zayn. Namun saat Jenna mendekatkan bibirnya ke pipi Zayn tiba tina Zayn menggerakan wajahnya sehingga Jenna mengecup bibirnya.
"Ih, mas!!" Ucap Jenna kesal.
"Apa?" Tanya Zayn menahan senyumnya.
"Modusnya alus banget," ucap Jenna.
"Biarin, sama calon istri sendiri. Nanti setelah menikah, jangan pernah berharap untuk lepas dari aku sayang. Jangan pernah meminta untuk berhenti ketika aku ingin melakukan hubungan intim, karena setelah menikah nanti kamu akan tahu seperti apa gilanya aku sama kamu," ucap Zayn. Pria itu menyelipkan anak rambut Jenna ke telinga wanita ini. Jenna benar benar cantik. Zayn bahkan tidak bisa mendeskripsikan kecantikan Jenna, saking cantiknya wanita ini.
"Kamu pikir aku pelac*r? Yang bisa kamu pake semau kamu? Enggak lah mas, aku gak mau. Cukup melakukan hubungan dengan sewajarnya saja. Kamu pikir ini gak sakit? Sakit mas, milik kamu itu besar banget. Sesek tahu gak," ucap Jenna kesal. Wanita itu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Zayn. Mereka masih berada di parkiran dan belum juga pergi dari sana. Sebab Jenna dan Zayn masih saling berbicara.
"Enggak cinta. Kamu wanita ku, kamu kekasih ku, kamu ratu ku, kamu segala galanya untuk ku. Bahkan aku rela kehilangan nyawa aku untuk kamu. Aku belum pernah secinta ini sama seseorang. Namun setelah bertemu dengan kamu, entah kenapa aku sangat sangat mencintai kamu. Semoga saja tuhan selalu membuat mereka terus bersama.
Jenna menggerakan kepalanya mencari kenyamanan disana. Tempat yang sangat Jenna sukai. Bahkan Jenna selalu manja seperti ini pada Zayn di waktu tertentu saja.
"Pulang aja mas, aku capek. Pengen tidur sama kamu, besok juga kan kita harus milih milih konsep. Bentar lagi aku jadi nyonya Zayn Nagendra," ucap Jenna dengan manjanya.
Zayn masih belum bisa mencerna semua kejadian ini. Jenna berbeda dengan sebelumnya. Wanita ini sangat manja sekali padanya hari ini. Manjanya berbeda dengan hari sebelumnya. Jenna benar benar sangat manja. Zayn sangat senang sekali, jarang jarang dia mendapatkan sikap seperti ini. Sepertinya malam ini dia akan memanjakan Zayn's junior.
"Ya udah, pindah kesana ya? Aku mau nyetir dulu," ucap Zayn.
"Mau disini," ucap Jenna.
Whatt? Jennaira benar benar manja sekali. Zayn sangat gemas padanya. Tolong dia saat ini juga!!!
__ADS_1
"Kan mau nyetir sayang, kalo kamu disini gimana caranya aku nyetir? Aku takut bawa kamu tabrakan kalo kamu di depan aku," ucap Zayn.
"Jadi kamu gak mau aku duduk di pangkuan kamu?!" Tanya Jenna galak.
Cup...
"Bukan seperti itu sayang. Aku mau, sangat mau. Tapi nanti di rumah ya? Kamu bebas mau apa aja sama aku, sekarang biarin aku nyetir biar kita bisa cepat sampai ke rumah," ucap Zayn.
"Ya udah," ucap Jenna mengalah. Wanita itu sedikit menekan pinggulnya pada milik Zayn sampai dia mendengar ringisan dari pria itu. Senyum jahil terbit di bibirnya. Ia memang sengaja bermanja manja dengan Zayn seolah olah memang sedang ingin bermanja. Padahal ia memiliki sesuatu hal yang ingin ia lakukan untuk Zayn.
Setelah Jenna duduk di kursi sebelah Zayn, mobil pun langsung melaju menuju ke apartement milik Jenna. Karena apartement wanita itu yang cukup dekat lobby. Berbeda dengan Zayn yang harus naik lagi. Mungkin nanti Zayn akan memindahkan kamarnya ke samping unit milik Jenna. Kebetulan kamar itu kosong juga.
Perjalanan menghabiskan waktu dua puluh menit. Jenna dan Zayn pun sampai di apartement mereka. Jenna merentangkan tangannya seolah ingin digendong oleh pria ini menuju ke unitnya saat Zayn membuka pintu mobil sebelah Jenna. Zayn terkekeh dan menggendong Jenna masuk. Di lobby mereka disapa petugas keamanan yang berjaga. Mereka pun masuk ke dalam lift.
Di dalam lift, Jenna dengan sengaja meniupkan nafasnya ke telinga Zayn. Bukan apa apa, dia sudah berniat untuk menggodanya kan? Jadi dia akan melakukannya. Alasannya simpel, dia masih kesal dengan perkataan Eliza tadi. Katanya Zayn dan dia hampir melakukan hubungan itu. Cih,, kesal sekali rasanya mendengarnya meskipun Zayn memang tidak melakukannya.
"Sayang," geram Zayn.
"Mmm," ucap Jenna bergumam. "Aku mengantuk," sambungnya.
"Tidurlah, tapi jangan bernafas disana. Kamu bisa membangunkan Zayn's junior," ucap Zayn.
"Ini balasan untuk mu. Sebab kamu sudah hampir melakukan hubungan s*x dengan Eliza. Bibir kamu, telinga, dan yang lainnya sudah pernah dijamah oleh Eliza. Aku benar benar muak mendengarnya," ucap Jenna.
Astaga, jadi karena ini Jenna seperti ini padanya? Pantas saja, membuatnya seolah diangkat tinggi dengan sikap manjanya dan dia akan dimusuhi karena perkataan Eliza. Baiklah, Zayn akan memperk*sanya lagi. Bukannya akan lebih menyenangkan melakukan hubungan intim saat sedang marahan? Karena saat itu, Zayn bisa melakukan s*x keras yang akan membuat Jenna kewalahan dan berakhir menerimanya.
__ADS_1
"Dia orang gila sayang, kenapa kamu masih menganggap ucapannya? Atau kamu memang sengaja memancing pertengkaran agar kita berakhir diatas kasur?"
Tbc.