One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
14. Jalan Sore


__ADS_3

Jalan sore


***


Sepeninggal om om tadi, Jenna langsung tertidur sekitar tiga jam lamanya. Bahkan cewek itu mengabaikan panggilan dari kedua orang tuanya. Adam yang khawatir pun langsung mengecek keadaan anaknya. Ia bahkan rela pergi ke apartment anaknya. Ternyata anak itu sedang tertidur dengan posisi tengkurap. Setelah memastikan anaknya baik baik saja, Adam pun kembali ke kantornya.


Jenna perlahan membuka matanya. Ia melirik ke arah jam dinding di kamarnya. Sudah pukul empat sore. Ternyata selama itu juga dirinya tertidur.


Jenna pun bangun dari atas kasur dan berjalan keluar kamar. Perutnya lapar, ia ingin mencari snack di dapurnya. Namun tidak ada. Hanya ada mie instan dan satu biji telur.


Jenna menghela nafasnya, "The real anak kos."


Ia pun kembali ke kamarnya. Mencuci wajahnya juga menyikat giginya. Ia akan keluar untuk mencari makan. Jenna malas mandi, jadi ia hanya mencuci mukanya saja.


Jenna melepas cocktail dressnya dan menggantinya menggunakan pakaian santai. Celana pendek diatas lutut dan hoodie. Jenna tidak memiliki uang cash jadi dia hanya membawa ponselnya saja.


Jenna keluar apartmentnya kemudian memesan taksi. Ia malas menggunakan kendaraan sendiri. Di depan lobby apartment, taksi pesanannya sudah ada. Jenna langsung masuk dan memberitahu ia ingin kemana.


Rumah makan padang.


Ia sangat menyukai makanan padang. Setelah berada di Indonesia, dia belum sempat ke restoran padang langganannya lagi.


Jenna membayar taksi menggubakan mbanking karena ia sama sekali tidak memiliki uang cash. Setelah taksi dibayar, Jenna keluar dan berjalan ke atm dulu untuk mengambil uangnya.


Setelah mendapatkan uang, Jenna pun berjalan masuk ke restoran padang ini. Ia memesan makanan kesukaannya disini. Seorang pelayan mengarahkan tempat duduk untuk Jenna yang masih kosong. Kebetulan sore ini restoran ini cukup ramai.


Jenna duduk dan menunggu pesanannya sembari memainkan ponselnya. Tak berselang lama, pesananya pun sampai. Jenna menatap binar ke arah makanan yang tersaji. Rasanya ia sudah tidak sabar untuk menyantapnya.


Saat sedang asik makan, tiba tiba masuk panggilan video dari nomor asing. Jenna mengabaikannya beberapa kali namun nomor itu kembali menghubunginya. Karena kesal Jenna pun terpaksa mengangkatnya.


Terpampang wajah tampan om om yang beberapa jam lalu membuat dirinya mleyot.


"Apa harus selama itu untuk mengangkat panggilan ku, baby girl?" Tanya Zayn.


"Aku udah gede ya om, bukan baby lagi," ucap Jenna tanpa mengalihkan pandangannya dari makanannya.

__ADS_1


"Kamu sedang berada dimana?" Tanya Zayn saat menyadari Jenna tidak ada di apartementnya.


"Kepo kayak dora," ucap Jenna.


"Saya serius Jenna. Pantas saja kamu tidak ada di apartement kamu. Ternyata kamu sedang diluar. Kenapa tidak memberitahu saya? Saya pacar kamu," ucap Zayn.


Uhuk.. uhuk..


Pacar? Sejak kapan? Bahkan Jenna tidak pernah menyetujui-nya.


"Pelan pelan Jennai," peringat Zayn.


"Udah ah om, kamu ganggu aku makan. Bye," ucap Jenna.


Panggilan pun terputus karena Jenna mematikannya sepihak. Ia kesal karena om om itu mengganggu waktu makannya. Padahal jelas jelas saat ini Jenna sedang kelaparan.


Jenna sangat lahap sekali memakan nasi padang dan beberapa lauk yang dia pesan. Ia bahkan tidak sadar jika semua makanannya sudah habis tak tersisa. Jenna meminum air mineral tanpa tersisa.


"Alhamdulilah kenyang. Tinggal jajan," gumamnya. Setelah diam beberapa saat, Jenna pun akhirnya pergi dari restoran itu. Ia sudah membayar makannya saat tadi ia memesan jadi setelah selesai makan, ia bisa langsung pergi.


Mata Jenna berbinar melihat es potong yang sedang dikerubuni orang orang. Jenna pun ikut mengantri untuk membelinya.


Es potong adalah es favoritnya sejak SD. Ia lupa tidak mengajak Ale hari ini. Jika saja ada manusia itu, sudah pasti dia tidak akan sendirian. Jenna mengeluarkan uang satu lembar berwarna hijau dan ia mendapatkan kembaliannya sepuluh ribu.


"Es potong makin lama makin mahal ya njir," ucap Jenna. Ia mendapatkan dua es potong. Berarti harga satuannya itu lima ribu.


Jenna mencari tempat duduk yang teduh. Niatnya ia ingin menghabiskan waktu sore harinya dengan berjalan jalan di sekitaran taman.


Saat sedang asik menikmati es potong yang sisa satu, tiba tiba ada yang memanggilnya. Dia, Mario. Mantan pacarnya.


"Jenna," ucap Mario.


Jenna hanya menghela nafasnya. Kenapa harus dia bertemu lagi dengan Mario? Apa tidak ada orang lain lagi?


"Kenapa? Ada perlu apa lo sama gue?" Tanya Jenna to the point.

__ADS_1


"Jenna, aku bisa jelasin semuanya sama kamu. Aku di jebak Yura," ucap Mario.


"Dijebak sampe kejebaknya setahun lamanya. Waras?" Tanya Jenna.


"Aku benar benar dijebak sayang, percayalah," ucap Mario.


"Siapa yang lo panggil sayang? Gue? Kan kita udah putus semenjak satu tahun yang lalu," ucap Jenna.


"Jenna, aku mohon. Aku gak mau putus sama kamu, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu," ucap Mario. Dia hendak memegang tangan Jenna namun Jenna menepisnya. Bahkan Jenna tidak sengaja membuat es potongnya akibat ulah Mario.


"Jangan berani lo megang megang gue! Gak sudi gue dipegang pegang sama cowok brengsek kayak lo," ucap Jenna. Ia berdiri dari duduknya dan pergi dari sana. Namun Mario mencekalnya sehingga Jenna tidak bisa pergi.


"LEPAS ANJIN*!" teriak Jenna.


"Aku gak akan lepasin kamu. Kamu pacar aku, aku belum terima kalo kita putus begitu aja," ucap Mario.


"Gila lo? Lepas gak? Kalo enggak gue teriak," ancam Jenna.


"Teriak aja, aku bisa bawa kamu kabur," ucap Mario yang balik mengancam Jenna.


"Cowok gila."


Jenna pun berusaha melepaskan tangannya yang dicekal Mario. Namun ia kesusahan. Hingga tiba tiba ada sebuah bogeman mentah melayang ke wajah Mario. Otomatis cekalan tangan Mario pada Jenna terlepas karena cowok itu terhuyung ke belakang.


"Jangan sentuh berlian saya dengan tangan kotor kamu. Kamu tidak pantas menyentuhnya laki laki pengecut," ucap Zayn. Pria itu datang diwaktu yang tepat. Bahkan Jenna sudah bersembunyi di belakang tubuh Zayn.


"Lo siapa? Berani beraninya lo nonjok gue," ucap Mario.


"Saya Zayn Nagendra, calon suami Jenaaira Adam. Jelas? Jadi jangan ganggu calon istri saya lagi," ucap Zayn. Ia pun menarik tangan Jenna untuk pergi dari hadapan pria itu.


Zayn membawa Jenna masuk ke dalam mobilnya sedangkan Mario menatap nyalang ke arah Jenna. Bagaimana bisa dia memiliki calon suami secepat itu?


Tbc.


Ramein komentarnya dongggg👹

__ADS_1


__ADS_2