One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
52. Will You Be My Lover?


__ADS_3

***


Jenna dan Zayn keluar dari dalam resort setelah selesai bersiap. Koper mereka sudah diurus oleh Math dan sudah berada di dalam pesawat jet milik Zayn. Tinggal menunggu kedua mahluk yang berpengaruh itu masuk ke pesawat dan mereka pun akan segera terbang melayang di angkasa.


Zayn sejak tadi merangkul bahu Jenna keluar dari dalam resort. Zayn dengan gagahnya memakai kaca mata sembari merangkul kekasihnya. Meskipun Jenna belum mengiyakan permintaannya untuk menjalin hubungan, namun setelah melewati beberapa ronde Zayn yakin tidak ada alasan lagi untuk wanita ini menolaknya.


"Om, wartawan gak akan sampe sini kan?" Tanya Jenna sedikit was was.


Zayn membantu Jenna masuk ke dalam mobil kemudian ia merendahkan tubuhnya dan berhadapan dengan Jenna.


"Mereka tidak mungkin akan kemari sayang. Tenanglah, aku akan selalu melindungi kamu dari mereka," ucap Zayn. Pria itu mengecup pelan kening Jenna dan menutup pintu mobil di bagian Jenna, baru ia masuk ke dalam mobil. Saat kedua majikannya masuk, Math langsung melajukan mobilnya.


"Om, kalo media nanya hubungan kita gimana? Jenna sama om kan bukan pasangan kekasih," ucap Jenna.


"Sstt, kita pasangan sejak malam itu sayang. Berhenti menyangkalnya jika kamu tidak ingin aku bertindak gegabah. Sudah cukup selama ini aku bersabar karena penolakan kamu itu. Kali ini aku tidak akan melunak seperti biasanya kepada kamu," ucap Zayn. Ucapannya tidak mau dibantah.


"Om, kok maksa," ucap Jenna.


"Kamu kalo gak dipaksa gak bakalan mau sayang. Udah tidur, emang gak cape hm?" Tanya Zayn tersenyum menggoda. Ia menyelipkan tangannya pada pinggang Jenna dan menariknya agar memeluknya.


"Om, kalo Jenna baper gimana?" Tanya Jenna.


"Aku akan bertanggung jawab. Kalo kamu mau kita menikah secepatnya. Besok juga boleh," ucap Zayn.


Duk.


Jenna memukul dada Zayn dengan kepalan tangannya. "Jangan ngadi ngadi deh. Dikira kucing apa nikahannya gampang."


"Kan kamu kucing, kucing lucu yang gemesin banget," ucap Zayn. Jenna tidak menanggapi ucapan Zayn dan memilih untuk tidur saja. Ia benar benar lelah sekali. Tidur diatas dada bidang Zayn sangat nyaman sekali. Meskipun keras.

__ADS_1


Zayn tersenyum kecil melihat Jenna yang memejamkan matanya. Tangannya meraih tangan Jenna dan menggenggamnya. Ia menyandarkan kepalanya pada kepala Jenna. Sangat nyaman sekali.


Perjalanan menuju bandara menghabiskan waktu satu jam lamanya. Saat sampai di bandara, Zayn mengeluarkan Jenna dari dalam mobil dan memangkunya. Ia tidak mau mengganggu tidur wanita ini. Jadi ia memangkunya dan membawanya ke dalam kamar yang ada di pesawat jet-nya.


Saat pesawat akan lepas landas, Zayn memeluk tubuh Jenna sedangkan wanita itu bergerak saat pesawat akan naik dan memeluk tubuh Zayn. Mereka berdua pun memejamkan matanya saat mereka sudah berada diatas awan. Perut Jenna berbunyi, wajar saja sejak pagi tadi wanita ini belum makan sama sekali karena ulah Zayn.


"Maafkan aku sayang, aku akan membawa mu makan nanti setelah sampai di bandara," ucap Zayn. Ia memeluk tubuh Zayn dan memejamkan matanya.


***


Menempuh perjalanan berjam jam, akhirnya Jenna dan Zayn sampai di bandara yang ada di Jakarta. Saat Zayn menggendong Jenna untuk keluar pesawat, Jenna terbangun dan minta turun saja. Ia ingin jalan sendiri. Namun Zayn tidak membiarkannya, bagaimana pun mereka sudah berhubungan intim sejak kemarin, sudah pasti milik Jenna sakit ketika berjalan.


"Makasih," ucap Jenna saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.


"Sama sama dear. Kita makan dulu ya? Mau makan dimana?" Tanya Zayn.


"Di rumah mami aja om, gak papa?" Tanya Jenna.


"Ya kan gara gara om," gumam Jenna yang masih bisa di dengar oleh Zayn.


"Makanya itu aku mau tanggung jawab ajak kamu makan dear," ucap Zayn.


"Geli ih om, jangan panggil dear napa? Panggil Jenna aja," ucap Jenna. Bukan apa apa, Jenna hanya aneh saja dengan panggilan yang diberikan Jenna. Apalagi nanti jika orang lain mendengarnya mereka akan salah paham.


"Aku suka nama panggilan itu. Nanti aku pikirkan lagi nama panggilan yang bagus untuk kamu," ucap Zayn. Jenna hanya diam saja tidak menjawab ucapan Zayn. Ia memberanikan diri membuka ponselnya. Ia membuka instagram miliknya.


Baru saja ia membuka beranda, salah satu situs akun gosip menampilkan berita tentang dirinya dan juga Zayn. Ia melihat kolom komentarnya. Plus minus. Plusnya ada yang mendukung hubungan mereka bahkan mengatakan jika mereka cocok namun minusnya malah Jenna disini yang di olok olok karena menggoda Zayn.


"Jangan dilihat dear. Ketikan mereka emang gak beretika," ucap Zayn. Ia merebut ponsel milik Jenna.

__ADS_1


"Terus kita harus apa? Media pasti menunggu klarifikasi dari kita," ucap Jenna.


"Tidak perlu menanggapi mereka dear, jika kita menanggapinya maka om kamu akan senang karena berita ini terbukti. Kita diam saja dulu, lagian apa kamu mau hubungan kita diketahui publik? Aku sih gak papa, seneng yang ada," ucap Zayn.


Benar juga. Tapi jika dibiarkan saja pasti media akan selalu mengincarnya.


"Aku bukan gak mau media tahu sayang, tapi bagaimana pun akan lebih baik kan jika hanya keluarga saja dulu yang tahu," ucap Zayn.


"Aku ikut saran om aja dulu sebelum nanti aku bicara sama papi. Aku udah chat mereka kalo aku mau ke apartement dulu buat istirahat," ucap Jenna.


"Baguslah. Kita pesan makan saja. Takutnya media kembali muncul," ucap Zayn. Jenna menganggukan kepalanya sekilas. Mobil pun melaju menuju ke kawasan apartement elit yang ada di pusat kota.


Lima belas menit berlalu, mereka sampai di area apartement. Namun mereka tidak bisa masuk karena area itu sudah dikerubungi banyak wartawan.


"Ternyata om Hendri juga ngasih tahu alamat apartement Jenna. Ih, kesel banget sama dia. Udah tua makin berulah," ucap Jenna.


"Kita bisa masuk lewat jalur lain. Kamu masih mau masuk?" Tanya Zayn.


"Kalo gak ketahuan wartawan boleh om. Tapi kan kita pasti ketahuan mereka. Mending drive tru aja dulu terus ke rumah papi. Jenna mau bikin perhitungan sama om Hendri," ucap Jenna.


"Ya udah kita drive tru aja terus ke rumah kamu buat bahas masalah ini sama keluarga kamu. Sekalian kasih tahu mereka kalo kita punya hubungan pacaran," ucap Zayn.


"Om ih, om aja gak pernah nembak Jenna," ucap Jenna. Zayn tersenyum dan meminta supir untuk jalan. Ia menggeser penghalang antara supir dan penumpang.


"Jennaira Adam Aracelli, will you be my lover?" Tanya Zayn lembut membuat Jenna mematung.


"Jawab dong."


"Ah om, suara om bikin Jenna baper," erang Jenna.

__ADS_1


Tbc.


Anjai, wil yu bi may loper? Hehe


__ADS_2