
***
Bisakah Jenna menjitak keras kepala suaminya saat ini? Andai saja itu diperbolehkan mungkin Jenna sudah melakukannya sejak lama. Suaminya ini benar benar lupa atau hanya pura pura saja?
Mulutnya dengan seenaknya bertanya bercak merah di lehernya ulah siapa. Dia yang berulah namun dia tidak mengakuinya. Berlagak so soan tidak tahu padahal aslinya tahu. Dasar!
"Becanda mommy," ucap Zayn saat melihat tatapan tidak bersahabat yang dilayangkan istrinya. Pria itu merangkul bahu istrinya dan membawanya keluar dari dalam lift. Mereka akan makan terlebih dahulu sebelum berkunjung ke kediaman Adam Malik.
Zayn dan Jenna masuk ke dalam restoran tersebut. Dua waiters langsung menyambutnya dan mempersilahkan keduanya duduk. Jenna dengan senyum ramahnya menerima buku menu tersebut dan melihat lihat ada makanan apa saja.
"Mas mau apa?" Tanya Jenna.
"Bebas asal jangan ada sayuran aneh selain yang hijau hijau itu loh," ucap Zayn. Dia tidak tahu nama sayuran yang pernah ia makan apa, yang jelas sayurannya cukup enak.
"Nasi dua porsi, ayam goreng, sayuran capcai sama tumis pakcoy bawang. Dessertnya lava cake tiramisu satu, sama cheese cake. Minumnya air putih aja," ucap Jenna menyebutkan makanan yang ia inginkan.
"Baik, ada lagi?" Tanya waiter tersebut.
"Itu saja dulu," ucap Jenna.
"Baik, ditunggu sebentar," ucap waiter lalu pergi dari sana untuk menyiapkan pesanannya.
Sembari menunggu makanan datang, Jenna memainkan ponselnya. Banyak sekali pesan masuk ke dalam ponselnya. Sebagian besar isi chatnya adalah ucapan selamat untuknya dan Zayn atas pernikahan keduanya. Ada juga pesan berisi tentang pekerjaan. Jenna membuka pesan yang berisi pekerjaannya lebih dulu. Sudah lama juga dia tidak ikut campur.
"Sayang," panggil Zayn.
"Kenapa mas?" Tanya Jenna, atensinya tidak teralih. Terus menatap ponselnya. Zayn berdecak kesal, pria itu pun merebut ponsel milik istrinya dan mengantonginya.
__ADS_1
"Mass!"
"Kenapa? Mau marah? Marah aja," ucap Zayn.
"Enggak marah, tapi jangan rebut mendadak. Kalo mau pake ya tinggal bilang aja mas," ucap Jenna.
"Gimana mau bilang, orang kamu dipanggil aja gak noleh sama sekali. Emang lebih cakepan ponsel kamu ya dibanding aku?" Tanya Zayn.
Merajuk? Apa hanya karena Jenna tidak menoleh saja suaminya ini akan merajuk seperti ini? Ayolah, hanya tidak menoleh bukan tidak peduli.
"Kan aku udah nyaut pas tadi kamu panggil mas. Itu artinya aku dengerin kamu cuma gak natap kamu aja. Kan lagi baca email yang masuk," ucap Jenna.
Wanita memang tidak pernah mau mengalah apalagi salah. Sepertinya kodratnya sudah seperti itu.
"Sa-,"
Semalaman penuh begadang karena harus berolahraga dengan suaminya membuat tenaganya habis. Makanya Jenna harus mengisi ulang energinya dengan makan. Untungnya di dunia ini banyak tangan tangan handal yang pandai memasak. Jadilah Jenna sangat senang bukan kepalang.
"Pelan pelan sayang, semua makanan ini punya kamu," ucap Zayn.
"Tahu, tapi aku bener bener kelaparan gara gara kamu semalam. Jadi jangan komen apa apa, aku laper banget," ucap Jenna.
"Baiklah, baiklah. Makan yang lahap dan pelan pelan, jangan sampai tersedak," ucap Zayn.
Jenna menganggukan kepalanya. Yang ia makan lebih dulu bukanlah nasi, melainkan ayam. Dengan lahap Jenna memakan daging ayam. Ternyata bukan hanya ayam goreng saja, namun masakan berbahan dasar ayam lainnya juga dihidangkan.
"Aku yang memesan ini semua. Aku tahu kamu sangat suka daging ayam. Sekalian nanti malam jatah lagi," ucap Zayn.
__ADS_1
Uhukk.. uhuk...
Jenna tersedak makanannya saat mendengar ucapan suaminya. Jatah? Enteng sekali mulutnya itu mengatakan kembali meminta jatah. Apa yang semalam tidak cukup? Jenna bahkan digempur hampir semalaman penuh.
"Jangan gila deh mas, aku gak mau buat malam ini. Masih sakit, lagi pula aku pengen tidur lama malam ini. Gak mau ada gangguan apapun dari kamu," ucap Jenna menolak.
"Nanti dia meriang sayang, kamu mau dia uringan semalaman gara gara gak masuk sarangnya?" Tanya Zayn.
"Gak usah ngadi ngadi. Gak mungkin kayak gitu, udah makan yang anteng jangan banyak omong. Nanti malah keselek," omel Jenna. Zayn mencebikan bibirnya dan memakan suapan dari istrinya.
Malam ini mungkin akan menyiksa miliknya karena tidak akan dipuaskan lagi di dalam sarang hangat itu. Namun kasihan juga jika istrinya dipaksa, memang pastinya nanti Jenna juga akan menikmatinya meskipun di awal menolak. Tapi mengingat lagi, malam tadi dia sudah menghajar habis habisan bahkan tanpa adanya jeda berhenti yang lama. Miliknya juga masih terasa sedikit sakit dan ngilu karena dipaksa masuk.
Hati Jenna bersorak gembira saat suaminya tidak lagi mendebat dirinya soal jatah nanti malam. Semoga saja malam nanti memang benar benar tidak akan lagi ada olahraga malam diatas kasur. Tubuhnya benar benar masih pegal dan miliknya juga masih terasa sakit dan perih. Sepertinya lecet, mungkin nanti Jenna harus memeriksanya. Takutnya lecetnya tidak biasa.
Setelah beberapa menit berlalu, ayam dan nasi beserta sayuran sudah masuk ke dalam perut Jenna. Kini tinggal hidangan penutup yang manis manis. Jenna memesan cheese cake karena dia memang sangat menginginkannya. Sudah lama juga dia tidak memakannya. Jenna pun mengambil cheese cake miliknya dan memakannya dengan lahap. Sedangkan Zayn tersenyum senang, senang karena melihat istrinya yang sangat lahap sekali makannya. Mood Jenna soal makanan memang tidak pernah memudar. Selama ini, setahunya jika Jenna sedang galau, bad mood, atau merasakan perasaan yang tidak enak di hatinya, dia pasti akan memilih makan sebagai pelampiasannya.
Untungnya pelampiasannya itu pada makanan bukan pada hal lain yang merugikan, contohnya minum alkohol. Setahu Zayn juga, Jenna tidak suka dengan minuman seperti itu. Buktinya wanita ini langsung teler saat meminum minuman memabukan itu.
"Ahhhh, kenyang banget mas. Ayo pulang," ajak Jenna. Zayn mengangguk dan membawa istrinya pulang setelah membayar tagihan makanan yang mereka pesan.
Kali ini mereka pulang menggunakan mobil milik Zayn dengan Jo sebagai supirnya di depan. Jo adalah kepala bodyguard yang dipekerjakan oleh Zayn.
Jenna memeluk lengan suaminya sembari menikmati perjalanan menuju ke rumahnya. Sudah kenyang makan dan berakhir mengantuk. Namun, selain mengantuk Jen a juga merasakan perutnya yang seperti di cengkram. Cukup sakit juga, bahkan Jenna meremas perutnya.
"Sshhhh," ringis Jenna menahan rasa sakit di perutnya.
Tbc.
__ADS_1