One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
235. H-


__ADS_3

***


Zayn paham dengan kekhawatiran mamanya saat ini. Beliau pasti mengira jika Zayn tidak benar benar mencintai Jenna. Padahal Zayn sangat sangat mencintai wanita itu. Dia bahkan rela melakukan apapun bahkan menghalalkan segala cara supaya Jenna jadi miliknya.


Zayn akui jika kemarin rencana dan caranya cukup salah. Menjadikan Eliza sebagai batu loncatan bahkan menjadikan Eliza sebagai pemuas nafsunya, yang tidak lain Zayn hanya menganggap Eliza sebagai jal*ngnya. Lagi pun, Zayn tidak pernah tidur dengan Eliza. Dengan kata lain, Zayn tidak pernah melakukan hubungan yang seperti ia lakukan dengan Jenna saat ini. Dia hanya meminta Eliza untuk memuaskan miliknya. Yang tidak lain hanya melakukan **** *** saja. Bahkan kiss pun tidak pernah Zayn lakukan. Hanya Eliza yang selalu nyosor padanya.


"Zayn tahu mama khawatir sebab masa lalu Zayn dengan wanita ular itu kan?" Tanya Zayn.


"Tentu saja. Kamu dan dia berhubungan cukup lama, bahkan kalian hampir bertunangan. Selama tiga tahun, apa mungkin kamu tidak melakukan apa apa dengan Eliza? Mama tahu kamu kayak apa Zayn, kamu sama seperti papa kamu. Nafsuan," ucap Lita.


"Beda ma. Zayn hanya melakukan hubungan itu dengan Jenna, tidak dengan wanita ular itu atau pun wanita lain. Mama tahu kan, Zayn hanya menyukai Jenna sejak dulu?" Ucap Zayn.


"Iya, mama tahu. Tapi apa mama bisa percaya?" Tanya Lita.


"Jenna aja percaya ma. Zayn memang bersalah dengan rencana dulu yang cukup lebay untuk mendapatkan Jenna. Tapi Zayn bersumpah tidak pernah melakukan hubungan apapun selain status pacaran dengan Eliza. Iya memang, Zayn meminta dia memuaskan Zayn. Hanya itu, lagi pula Zayn juga membayarnya. Zayn tidak pernah tidak membayarnya. Sebab Zayn tahu, jika Zayn memperlakukan dia tidak lebih dari seorang jal*ng," ucap Zayn.


Lita terdiam. Apa benar Jenna mempercayai anaknya yang bandel ini? Tidak mungkin Jenna bisa percaya begitu saja. Sejauh yang ia kenal, Jenna adalah wanita yang pintar. Tidak mungkin jika dia percaya begitu saja.


"Mama bisa tanya Jenna kalo mama kurang percaya dengan apa yang Zayn katakan saat ini. Mungkin dengan mendengar jawaban Jenna langsung, mama bisa percaya," ucap Zayn tersenyum.

__ADS_1


Meskipun sedikit kesal karena mamanya tidak mempercayainya, namun Zayn tidak akan marah karena kesal. Dia akan tetap bersikap biasa. Lita adalah wanita yang paling dia sayangi setelah Jenna.


Baik Lita atau pun Jenna sama sama memiliki peran penting dalam hidupnya. Bahkan kedua wanita ini sangat istimewa bagi hidup Zayn. Untuk itu Zayn sangat sangat melindungi keduanya.


"Maaf nak, mama gak maksud buat gak percaya sama kamu. Mama cuma gak mau Jenna sakit hati gara gara anak mama sendiri," ucap Lita.


Zayn mengambil tangan mamanya dan menggenggamnya, "Wajar mama khawatir. Justru Zayn senang. Sebab dengan mama yang seperti ini, ini membuktikan jika mama sangat sangat menyayangi Jenna. Zayn benar benar lega, karena nantinya Jenna tidak akan canggung bergabung dengan keluarga kita."


"Kamu ini. Emang kamu pikir mama ini kayak ibu mertua yang galak gitu sama mantunya? Enggak lah Zayn. Meskipun mama tidak melahirkan Jenna, mama akan tetal menyayanginya. Iya memang, Jenna tiba tiba jadi istri kamu. Mama masih belum bisa percaya dengan itu semua. Rasanya masih mimpi," ucap Lita.


"Mimpi mama sejak dulu sudah berhasil Zayn wujudkan. Zayn harap, dengan pernikahan Zayn dengan Jenna bisa membawa kebahagiaan yang lebih dari sebelumnya untuk keluarga kita," ucap Zayn.


"Tentu. Sekarang kamu mandi dan turun buat makan, kamu harus coba tuxedo yang nanti akan kamu pakai untuk akad. Akad nanti akan dilaksanakan siang hari. Hanya keluarga yang datang. Dan untuk resepsinya di malam hari, papa kamu dan Adam sudah sepakat tetap mengundang rekan bisnis. Katanya tidak baik jika tidak mengundang mereka," ucap Lita memberitahu.


"Apa Jenna sudah tahu tentang hal ini?" Tanya Zayn.


"Belum. Jeni dan Adam sengaja tidak memberitahunya. Kamu tahu Jenna kan? Dia terlalu sederhana, bahkan mama tidak menyangka jika ada wanita seperti Jenna," ucap Lita.


Zayn hanya mengangguk pelan. Lita pun keluar dari dalam kamar anaknya dan kembali ke bawah. Meninggalkan Zayn sendirian di dalam kamarnya. Sepeninggal mamanya ke lantai bawah, Zayn tidak langsung mandi. Pria itu kembali rebahan. Sudah pukul delapan, biasanya dia tidak akan bangun sepagi ini. Mungkin sengaja juga, memanfaatkan waktunya yang biasanya selalu sibuk dengan pekerjaan di kantornya. Sebelumnya Zayn tidak pernah sesantai ini.

__ADS_1


Zayn terdiam namun otaknya terus berpikir. Jika resepsi digelar mewah, artinya akan banyak kemungkinan. Eliza memang masih di Paris, tapi itu tidak menutup kemungkinan jika wanita itu tidak akan pulang dengan cepat ke Indonesia. Dia harus kembali menyusun rencananya. Dia tidak mau pernikahannya dengan Jenna gagal gara gara wanita gila itu.


Zayn mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


"Temui aku di rumah, ada hal penting yang ingin aku bicarakan," ucap Zayn singkat. Tak lama ia kembali mematikan ponselnya lalu menatap lockscreen ponselnya. Disana ada foto Jenna semasa dia kecil. Foto itu sengaja diam diam Zayn ambil dari ponsel Jenna.


Tiba tiba matanya melirik tajam ke arah ponsel tersebut. Sialan, dia hampir melupakannya.


***


Sementara itu di lantai bawah kediaman Nagendra, Lita langsung ditarik suaminya untuk menemaninya. Sebab sejak kemarin istrinya ini sangat sibuk dengan persiapan pernikahan anak mereka.


"Anak bandel udah bangun? Tumben siang, biasanya juga pagi pagi buta udah ke kantor," ucap Rendra.


"Udah mas. Lagian biarin juga anak aku bangun pagi, selama ini dia sudah bekerja terlalu keras. Aku bahkan sampai takut jika nanti dia sakit. Tapi untungnya tidak," ucap Lita.


"Anak mu sudah besar. Jangan terlalu perhatian padanya," ucap Rendra.


"Papa ini gimana sih, Zayn anak aku. Sudah jelas aku harus perhatian padanya. Sudah cukup waktu dia kecil aku selalu mengabaikannya, bahkan aku tidak diijinkan oleh kamu untuk memberinya asi," ucap Lita.

__ADS_1


Rendra memang sangat posesif. Bahkan dia cemburu pada anaknya sendiri. Wajar bukan jika seorang ibu memberi asi pada anaknya? Namun sepertinya Rendra tidak mewajarkan hal itu.


Tbc.


__ADS_2