One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
73. Camp


__ADS_3

***


Satu hari setelah melamar, akhirnya Mario diterima kerja di salah satu mall yang ada di pusat kota. Sebenarnya Mario kurang berkenan dengan pekerjaan ini, namun apa boleh buat mugkin hanya pekerjaan jenis ini saja yang bisa ia kerjakan saat ini.


Menjadi office boy.


Andai saja dulu ia tidak mengundurkan diri dari kantor tempatnya bekerja, mungkin saat ini ia sudah naik jabatan. Mario tidak mendapatkan lowongan di kantor karena ia memiliki riwayat kurang baik. Sebab dulu ia keluar begitu saja setelah mendapatkan gaji dan tidak ada pembicaraan apapun terkait ia akan resign atau tidak.


Yang jelas sekarang ia hanya ingin terlepas dari Yura. Ia tidak mau terus terusan bergantung pada wanita itu. Mario harus berubah. Ia harus berusaha sendiri untuk menghidupi kebutuhannya. Mario juga sudah berniat untuk menjual apartement lamanya dan tinggal di apartement baru. Namun apartement miliknya belum laku.


Hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Tidak banyak yang ia kerjakan. Hanya datang di pagi hari untuk membersihkan lantai depan dan beberapa ruangan kontrol seperti ruangan cctv. Namun membersihkan ruangan cctv ia diawasi oleh dua orang satpam. Setelah selesai, Mario langsung bekerja membersihkan ruangan manager dan beberapa karyawan yang bekerja disana. Baru setelahnya ia istirahat sebentar dilanjut dengan membuang sampah.


Mario bahkan tidak sadar jika sejak tadi Jenna memperhatikannya bersama dengan Zayn. Bukan, Jenna bukan memperhatikan Mario karena iba. Hanya saja kenapa tiba tiba laki laki itu bekerja? Bukannya setahu ia Mario keluar dari kantor lamanya dan tidak bekerja lagi karena larangan Yura? Bahkan Yura rela menghidupi kebutuhan Mario.


"Sayang, ayo pulang. Ngapain lihatin dia," ucap Zayn.


"Ah iya, iya. Ayo," ucap Jenna. Wanita itu pun mengikuti arah kaki Zayn untuk masuk ke dalam mobilnya. Setelah semua belanjan masuk, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Zayn berniat akan mengantar Jenna lebih dulu baru ia akan pulang.


Sementara di mansion Adam, Jeni sedang sibuk packing baju dirinya dan suaminya juga perlengkapan lainnya. Adam juga ikut membantu istrinya untuk packing selagi menunggu Jenna. Tidak banyak yang mereka bawa karena mereka hanya akan tiga hari dua malam saja disana. Entah tempat mana yang akan dituju oleh mereka, Jenna belum memberitahunya.


"Pi, mami takut deh tempat camp yang dimaksud Jenna itu camp kayak di tenda tenda gitu kan? Ih pi, kalo ujan gimana? Nanti kan kebanjiran," ucap Jeni.


"Papi juga gak tahu tadi pas Jenna telpon nyuruh pulang, papi gak sempet nanyain kita camp kemana. Tapi dia bilang bawa aja beberapa baju kita nginep disana dua malam," ucap Adam.


"Belum juga berangkat udah negatif mulu pikirannya. Packing aja sih mi, urusan tempat percayain sama Jenna," celetuk Jenna yang sudah berdiri di depan pintu kamar kedua orang tuanya.


"Kapan kamu sampai? Kita camp dimana?" Tanya Jeni.

__ADS_1


"Barusan. Bandung, Jenna cari yang deket deket aja. Perjalanan kesana sekitar dua jam kalo gak macet, kita berangkat satu jam lagi. Nanti keluarga om Rendra kesini dulu karena Jenna mau berangkat dari rumah kita," ucap Jenna.


"Kamu yakin sama tempatnya? Bukan apa apa Jenn, sekarang kan lagi musim hujan takutnya-,"


"Tenang aja mami. Jenna tahu selera mami sama tante Lita kayak gimana kok. Pokoknya percaya aja sama Jenna," ucap Jenna memotong ucapan maminya.


"Oke deh kalo gitu. Sana kamu makan dulu baru packing. Biar nanti mami bantu kamu packing," ucap Jeni.


"Gak usah mi, mami packing barang mami sama papi aja. Jenna packing sendiri," ucap Jenna. Jeni hanya menganggukan kepalanya saja. Jenna pun pergi dari sana menuju ke kamarnya untuk packing terlebih dahulu. Jenna tidak membawa koper karena ini bukan untuk liburan yang lama. Ia hanya membawa tas jinjing saja yang berukuran sedang. Ia hanya membawa beberapa setel baju santai dan juga sepatu serta sandal. Tak lupa memasukan make up ke dalam sana.


Tidak lama karena tidak banyak yang ia bawa. Setelah selesai ia mandi dan melanjutkan dengan makan sembari menunggu keluarga Zayn. Tidak menyangka juga jika rencana dadakan ini akan berjalan mulus. Biasanya papi dan maminya akan bilang sibuk kerja. Tapi anehnya sekarang mereka free.


Mereka berangkat hari jum'at sore dan akan kembali hari minggu sore.


***


Tak lama mereka pun sampai di kediaman Jenna. Ternyata disana Jenna dan keluarganya sudah menunggu dengan mobil yang sudah siap dipakai di depan rumahnya. Adam membawa serta pak Ucup untuk membawa mereka kesana karena Adam malas membawa mobil sendiri.


"Hai Lita, seneng deh kita holidey bareng," ucap Jeni.


"Oh iya dong. Semua berkat Jenna, aku bahkan minta mas Rendra buat cuti aja minggu depan tapi Zayn bilang kita disana cuma sampe hari minggu. Sorenya kita balik lagi," ucap Lita.


"Ya udah gak papa yang penting kita liburan. Aku udah mumet di rumah terus," ucap Jeni.


"Iya bener."


"Oke stop ya, kita berangkat sekarang juga. Mami papi satu mobil, om rendra sama tante juga satu mobil?" Tanya Jenna.

__ADS_1


"Iya," jawab Lita dan Jeni.


"Kenapa gak satu mobil barengan aja?" Tanya Jenna.


"Boleh juga, biar pak Ucup yang bawa mobilnya. Kita duduk anteng. Gimana Lit?" Tanya Jeni.


"Boleh sih. Yaudah ayo kita numpang mobil Jeni pah. Anak anak biarin masuk mobil Zayn aja. Dia bawa supir kok," ucap Lita.


"Oke."


Mereka semua pun masuk ke dalam mobil setelah memindahkan barang barang Lita dan Rendra ke dalam mobil Zayn. Mobil Zayn memimpim di depan karena yang tahu tempatnya hanya Jenna. Bahkan Zayn sendiri pun tidak tahu mereka akan camp dimana.


"Are you happy?" Tanya Zayn.


"Lumayan sih om, Jenna kira ibu ibu gak mau ikut tahunya mereka yang paling excited," ucap Jenna.


"Hahaha, iya bener banget. Mama juga sampe sibuk packing tadi. Mana marah marah gara gara waktunya dadakan katanya," ucap Zayn.


"Ibu ibu emang gitu kayaknya. Mami juga sama kayak gitu tadi," ucap Jenna.


"Kita satu camp kan nanti?" Tanya Zayn.


"Jangan gila, masa iya kita satu camp. Yang ada kita langsung dinikahin," ucap Jenna.


"Loh, itu kan lebih bagus Jennai. Sekamar ya?" Ajak Zayn.


Jenna menggelengkan kepalanya. "Enggak mau om."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2