One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
67. Emosional


__ADS_3

***


Dua jam setelah Jenna tertidur, gadis itu sudah terbangun dan melihat ke sampingnya dimana Zayn sedang tertidur lelap. Jenna menggelengkan kepalanya saat melihat Zayn yang hanya memakai handuk saja untuk tidur. Heran sekali padahal dia bisa memakai baju dulu baru tertidur.


Jenna tidak mau ambil pusing, lebih baik ia segera mengganti roti jepangnya dengan yang baru. Bisa bisa akan bocor jika tidak diganti dengan cepat.


Setiap bulannya, Jenna selalu banyak mengeluarkan darah sampai membuatnya lemas. Bahkan rasa nyeri di perut dan pinggangnya juga amat sangat mengganggunya. Pernah satu kali ia sampai pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit di perutnya. Mami Jeni sampai heboh karena hal itu. Namun dokter bilang itu tidak apa apa dan gejala normal untuk seorang wanita haid.


Jenna kadang malas membasuh bekas roti jepang itu, namun ia tidak bisa juga membuangnya asal. Bisa bisa mami Jeni kembali menceramahinya. Setelah selesai, Jenna pun keluar dari dalam kamar mandi. Ia berjalan ke arah dapur. Tenggorokannya terasa sangat haus sekali. Jenna membuka kulkasnya dan mencari minuman yang ia mau. Rata rata minuman bersoda, ia tidak mau meminumnya. Jadi ia hanya mengambil susu kotak saja.


Jenna hendak menyedot pipet yang terhubung ke susu kotak itu namun Zayn lebih dulu mengambil minuman itu membuat Jenna tidak bisa meminumnya.


"Kenapa sih?! Orang lagi haus juga," ucap Jenna kesal.


"Kamu lagi PMS sayang, jangan banyak minum susu," ucap Zayn.


Jenna menghela nafas kesalnya, "Minum aja belum udah dikomentar aja."


Jenna yang sedang PMS menyebabkan emosinya naik turun. Salah sedikit saja pasti dia akan mengaum seperti singa, namun ketika ia mendapatkan nada bicara tinggi sedikit saja dia pasti akan menangis.


Jenna pergi dari hadapan Zayn dan berjalan ke kamarnya untuk memakai hoddie dan mengambil dompet serta ponselnya. Lebih baik ia pergi cari angin malam dari pada harus menghadapi sikap Zayn.


"Kamu mau kemana?" Tanya Zayn.


"Keluar cari angin. Sumpek disini terus apa apa dilarang larang. Kayaknya gue nafas aja salah," ucap Jenna kesal. Ia menghempaskan tangan Zayn yang mencekal tangannya dan berjalan ke dekat pintu apartement untuk keluar.

__ADS_1


"Aku gak ijinin kamu keluar sayang. Apalagi dengan celana sependek itu," ucap Zayn.


"Gak denger. Lagian ini hidup hidup Jenna, celana punya Jenna, yang pake Jenna. Jajan keluar juga hak Jenna. Kita cuma pacaran karena paksaan om. Jadi gak usah ngatur ngatur," ucap Jenna. Ia membuka pintu apartementnya namun Zayn kembali mendorongnya.


Ketika PMS kesabaran Jenna setipis tissue.


"Apa lagi sih?!" Ucap Jenna kesal. Ia bahkan meninggikan suaranya.


"Jangan keluar. Orang tua kamu udah nitipin kamu ke aku. Inget itu Jennaira. Kembali ke kamar," ucap Zayn.


Nafas Jenna memburu. Terlihar jika wanita itu sedang menahan amarahnya. "Gue benci sama lo. Jangan temuin gue lagi, lo bukan cowok gue."


Setelah mengatakan itu Jenna pergi ke kamarnya. Ia membanting pintu kamarnya dan menguncinya. Tanpa diminta air mata meleleh. Jenna tiduran diatas kasur. Ia menenggelamkan wajahnya disana. Menangis sejadi jadinya. Perasaan kesal, sedih, dan lainnya bercampur jadi satu. Jenna yang sedang PMS memang tidak pernah bisa mengontrol emosinya. Apalagi perasaannya.


Sementara Zayn menghela nafasnya. Ia mungkin terlalu keras pada Jenna. Ia jadi menyesal karena Jenna marah besar kepadanya.


Zayn pun mencoba membuka kamar Jenna. Ternyata dikunci. Zayn pun mencoba membukanya. Dengan cara membobol pintu kamar itu. Ia melepas handel penarikan pintunya dengan mudah. Dalam satu kali tekan, pintunya terbuka. Ia melihat Jenna yang sedang menangis tersedu sedu diatas kasurnya. Zayn merasa iba.


Ia segera mengambil paper bag di meja rias dan segera memakai pakaiannya disana. Zayn melempar sembarangan handuk ke atas ranjang cucian yang ada di sebelah lemari pakaian. Ia pun berjalan mendekat ke arah kasur. Tangannya terulur untuk mengelus pelan punggung Jenna.


Jenna langsung membalikan tubuhnya saat merasakan usapan lembut di punggungnya.


"NGAPAIN SIH KESINI? PERGI, GUE GAK MAU LIHAT LO LAGI," teriak Jenna. Ia mendorong tubuh Zayn agar pergi dari sana. Namun Zayn malah menarik tubuh Jenna mendekat dan langsung ia peluk. Jenna tentu saja berontak karena tidak mau dipeluk namun Zayn tetap memaksanya.


"Maafin aku, aku tahu aku terlalu mengekang kamu tadi. Tapi ini demi kebaikan kamu, kamu lagi PMS dan gak boleh minum susu. Yang ada perut kamu malah makin sakit," ucap Zayn. Jenna terdiam, ia tidak lagi banyak berontak.

__ADS_1


"Maafin aku sayang. Sebagai permintaan maaf, kita keluar cari jajan yuk? Tapi jangan pakai celana sependek ini," ucap Zayn.


Bukannya menjawab justru Jenna malah mendorong Zayn saat pelukannya dirasa longgar. Dan berhasil, Jenna diam bukan karena sudah memaafkan Zayn namun ia hanya ancang ancang saja untuk mendorong pria ini agar ia tidak peluk olehnya lagi.


"PERGI SEBELUM KESABARAN GUE HABIS," ucap Jenna.


"Enggak akan. Aku gak akan pernah pergi meskipun kamu memintanya," ucap Zayn.


"Lo punya rumah kan? Punya unit sendiri juga. Ngapain harus disini?" Tanya Jenna.


"Karena gedung apartment ini milik aku sayang. Meskipun kamu sudah membeli salah satu unitnya, aku akan tetap bertindak seperti ini," ucap Zayn.


"Egois. Oke lo maunya kayak gitu, biar gue pindah dari sini," ucap Jenna. Ia pun bangun dari atas kasur dan pergi dari sana.


Zayn jadi kelabakan sendiri, "Oke oke sayang. Aku yang bakalan pergi dari sini. Tapi jangan harap kamu bisa lepas dari aku. Inget apa yang udah kita lewatin selama ini."


Setelah mengatakan hal itu, Zayn pun berjalan keluar dari sana. Namun sebelum pergi, ia ingin memeluk Jenna terlebih dahulu. Sayangnya wanita cantik itu malah menghindar. Alhasil Zayn pun tidak jadi memeluknya.


"Jangan lakuin tindakan aneh aneh. Aku bakalan pantau kamu terus," ucap Zayn. Ia pun pergi dari sana menuju ke unitnya sendiri. Berat rasanya, namun ia tidak bisa membiarkan Jenna pergi dari sini.


Sepeninggal Zayn, Jenna mengunci apartementnya dan kembali ke kamarnya. Emosinya benar benar sedang tidak stabil, ia pun kembali naik ke atas kasur. Merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang. Matanya menatap ke arah langit langit kamarnya.


Kenapa ia harus seperti ini hanya gara gara susu kotak dan celana pendek ini?


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2