One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
113. Kiss Me


__ADS_3

***


Eliza berjalan santai menuju ke salah satu tempat yang tentunya akan menjadi tempat paling membahagiakan untuknya. Kenapa begitu, karena ia bisa memilih resort yang ia mau dengan bantuan temannya. Ia tidak menggunakan namanya tentu saja, jika saja ia mungkin ia tidak akan bisa ada disini.


Ia baru saja mendapat laporan dari orang orang suruhannya jika Zayn dan Jenna pergi ke Bali. Maka dj hari itu, tentu saja Eliza langsung memesan tiket dan ikut ke menyusul ke Bali. Untungnya disini, ia memiliki teman. Ia meminta tolong pada temannya itu untuk membooking satu resort yang berada di dekat Zayn. Niat awalnya, Eliza tidak berharap jika dia bisa bersebelahan dengan resort yang ditempati Zayn, tapi ternyata takdir berpihak padanya.


Eliza ditempatkan di salah satu resort yang bersebelahan langsung dengan resort milik Zayn. Bagaimana dia bisa tahu? Tentu saja karena tadi ia melihat pria itu masuk ke dalam sana. Untungnya sejak tadi Eliza tidak melihat keberadaan Jenna. Jadi malam nanti ia bisa masuk perlahan kesana dan tidur bersama Zayn.


Sungguh rencana yang sangat sempurn sekali.


Eliza baru selesai mandi. Ia memakai parfume wangi yang cukup memabukan. Parfume ini adalah parfume kesukaan Zayn. Ia masih ingat, dulu Zayn selalu menempelinya karena harum parfume ini.


Eliza memakai lingerie berwarna merah menyala. Ia juga memakai make up bold dengan lipstik berwarna merah menyala. Ia hanya tinggal menunggu beberapa saat lagi sampai keadaan resort sepi dan ia bisa masuk ke dalam sana. Semoga saja pintunya tidak di kunci. Namun meskipun di kunci, Eliza masih bisa masuk lewat jendela.


Eliza mengenakan jubah berwarna hitam. Ia pun segera keluar dari dalam resort miliknya dan berjalan mengendap masuk ke resort milik Zayn. Ia menekan gagang pintu, namun terkunci. Eliza pun berjalan ke arah jendela yang masih terbuka. Saat ini sudah pukul sebelas malam namun Zayn masih membuka jendelanya? Apa mungkin ini kode untuknya agar bisa masuk ke dalam resort pria itu?


Eliza naik perlahan ke atas jendela. Ia berusaha sepelan mungkin untuk masuk. Ia tidak boleh menimbulkan suara apapun. Takutnya Zayn sadar dan malah mengusirnya nanti. Akhirnya Eliza bisa masuk ke dalam resort. Namun keadaan resort sangat sunyi dan sepi juga gelap. Eliza pun mencoba berjalan mencari saklar lampu dan menyalakannya.


Kosong.


Tidak ada siapa pun disini termasuk Zayn. Kemana perginya pria itu? Apa Eliza menunggu saja disini? Tapi takutnya bukan Zayn yang datang nantinya.


"Perasaan gue, gak salah deh tadi lihat cowok tinggi dan itu Zayn masuk resort ini. Tapi kenapa disini kosong?" Gumamnya. Eliza pun kembali naik jendela dan pergi dari sana untuk menunggu Zayn di depan resort miliknya. Ia tidak mau menunggu di dalam sana karena takutnya tadi ia salah lihat. Tapi rasanya tidak mungkin salah lihat, ia benar benar melihat Zayn tadi.

__ADS_1


"Oke, gak papa kita nunggu baby Zayn disini aja. Gue yakin kok kalo dia itu Zayn," ucap Eliza optimis. Wanita itu pun duduk di kursi depan resort miliknya.


Sementara itu dilain tempat, Zayn dan Jenna sedang menikmati semilir dinginnya angin di dekat pantai. Disana mereka menyalakan api unggun. Selain duduk, mereka juga membawakar jagung dan marshmallow. Mereka tidak makan lagi, karena tadi sekitar jam enam sore mereka makan banyak di rumah makan tadi.


Jenna sudah menghabiskan satu pak marshmallow yang ia bakar dan ia makan bersama dengan Zayn.


"Seneng banget malam ini. Nikmatin gelapnya air laut sama deburan ombak. Selain itu, Jenna juga di temenin om," ucap Jenna tersenyum.


Cup..


"Aku yang lebih senang disini sayang. Karena kamu mau memaafkan aku makanya kejadian seperti ini pun terjadi. Bayangkan jika kamu tidak mau memaafkan aku, mungkin momen seperti ini tidak akan terlukis indah dalam kisah kita berdua," ucap Zayn.


"Jenna harus maafin kamu lah, gimana pun sebelum mengambil keputusan, Jenna harus tahu alasannya. Setelah Jenna tahu baru Jenna pertimbangkan lagi," ucap Jenna. Zayn tersenyum dan merangkul bahu Jenna. Ia menarik wanita itu.


"Gak mau. Jenna udah tahu endingnya bakalan kayak gimana," ucap Jenna.


"Kiss me dear, please. Atau aku yang duduk di pangkuan kamu?" Tanya Zayn.


"Berat ih, ngada ngada," ucap Jenna. Wanita itu pun berdiri dan duduk menyamping di pangkuan Zayn. Ia melingkarkan tangannya pada leher Zayn dan mendekatkan wajahnya. Bibir mereka bertemu. Biasanya Zayn yang akan memulai ciuman lebih dulu, namun kali ini Jenna yang memulainya lebih dulu. Tentu saja Zayn senang bukan main.


Bibir mereka saling memagut satu sama lain. Ciuman yang awalnya biasa saja kini berubah menjadi dalam dan menuntut. Bahkan mereka sudah bertukar saliva satu sama lain. Lidah Zayn dengan mudahnya menerobos masuk ke dalam mulut Jenna saat wanita itu membuka mulutnya. Memberikan akses pada Zayn.


Cukup lama mereka berciuman, akhirnya mereka sama sama melepaskan tautan bibir mereka. Jenna menghirup banyak banyak oksigen begitu juga Zayn. Mereka berdua dengan rakus menghirup banyak oksigen seolah oksigen akan segera habis.

__ADS_1


"Kita pulang yuk? Jenna ngantuk banget," ucap Jenna. Wanita itu menguap.


"Boleh sayang. Aku juga ngantuk banget," ucap Zayn. Jenna pun berdiri dari atas pangkuan Zayn namun tak lama Zayn kembali memangkunya di depan seperti koala. Jenna mengalungkan tangannya pada leher Zayn dan menyimpan kepalanya diatas tangannya.


Zayn berjalan meninggalkan area api unggun yang akan di beres kan oleh bawahannya. Mempunyai banyak uang memang menyenangkan. Karena kita bisa seenaknya menyuruh seseorang lalu membayarnya.


Lagi lagi Jenna menguap. Sepertinya wanita itu memang sudah kelelahan sekali. Zayn juga merasa lelah dan lemas ia butuh tidur dan squishy Jenna.


Zayn berjalan memasuki resort miliknya dan masuk kemudian menguncinya. Ia mendudukan Jenna diatas kasur kemudian ia menutup jendela. Selesai menutup jendela, Zayn pun naik ke atas tempat tidur menyusul Jenna.


"Sayang, mau ini," ucap Zayn.


"Nanti ngac*ng," ucap Jenna.


"Enggak bakalan kayaknya. Aku butuh buat tidur. Boleh ya?" Tanya Zayn.


"Serah," ucap Jenna. Zayn pun dengan segera membuka kancing baju depan Jenna dan melepaskan br*nya lalu menghis*p put*ng milik Jenna.


Sementara itu diluar resort, Eliza benar benar marah. Rasanya ia ingin menelan Jenna hidup hidup. Bisa bisanya wanita itu naik ke pangkuan Zayn dan di gendong pria itu. Ditambah lagi Zayn terus mengecup bibir wanita itu.


"Awas aja lo Jenna, mati lo di tangan gue," ucap Eliza marah, ia sampai mengepalkan tangannya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2