One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
247. Turttle Neck dan Overall


__ADS_3

***


Akhirnya setelah beberapa hari menunggu, Eliza bisa sampai di Indonesia dengan cepat. Sebenarnya dia sempat dibingungkan dengan perkataan Vocky kemarin.


"Kamu masih bisa mengejar Zayn semau kamu, bahkan kamu juga bisa melakukan apapun pada pria itu. Tapi apa usaha kamu bisa menjamin Zayn akan kembali?"


Kata kata itu terus terngiang ngiang dalam otak Eliza. Eliza pulang ke Indonesia dengan ditemani oleh Vocky. Entah mengapa pria itu bisa senggang sampai mau menemaninya pulang. Sejak berada di dalam jet, Eliza hanya terus diam seolah sedang berpikir keras. Perkataan Vocky ada benarnya, tapi dia tidak mau kalah dulu. Dia masih ingin mendapatkan Zayn. Entah bagaimana caranya nanti, yang jelas dia harus pulang dulu dan menyusun semuanya satu per satu.


"Vock, kamu tinggal di apartement ku atau ke hotel?" Tanya Eliza. Mereka kebetulan sudah sampai di bandara dan sedang berjalan menuju ke depan lobby, menemui jemputan yang sudah dipesan sebelumnya.


"Menurut mu," ucap Vocky.


"Hei, aku tidak bisa menebak isi pikiran mu. Cepatlah memilih," ucap Eliza.


"Maybe hotel, aku sedang tidak bersemangat pada tubuh mu," ucap Vocky.


"Bajing*n," umpat Eliza sembari memukul bahu tangan Vocky. Seharusnya Eliza tidak perlu bertanya kemana akan perginya pria ini, sudah pasti jika tidak ke club dia akan ke hotel dan memanggil wanita wanita penghibur. Niat hati khawatir dengan temannya ini, namun kini dia malah dibuat kesal.


"Mobil jemputan mu sudah sampai Liz, aku duluan ke hotel. Malam nanti aku akan berkunjung," ucap Vocky.


"Tidak perlu cepat cepat berkunjung, aku tahu kamu tidak akan puas mengeluarkan cairan mu dengan cepat begitu saja. Nikmati saja waktu mu dengan wanita wanita itu. Temui aku nanti saja," ucap Eliza.


"Apa kau cemburu?"

__ADS_1


Pergerakan Eliza yang sedang berjalan pun terhenti saat mendengar ungkapan Vocky. Cemburu? Yang benar saja. Eliza tidak menyukai Vocky.


"Ingat, kamu menyukai wanita itu. Aku dapatkan Zayn dan kau dapatkan Jenna. Itu sudah cukup," ucap Eliza.


"Baiklah, baiklah cerewet. Sudah sana pergi," usir Vocky.


"Memang akan," jawab Eliza. Wanita itu pun mendorong kopernya menuju ke mobil jemputannya sedangkan Vocky ke mobil jemputan miliknya. Keduanya berpisah di bandara.


Sementara itu di kediaman Jenna dan Zayn, keduanya masih bertahan di hotel. Waktu sudah menunjukan pukul sebelas siang. Jenna sudah terbangun dengan keadaan yah, kalian tahu sendiri semalaman penuh di gempur dan baru berhenti subuh tadi. Remuk badannya akan terasa seperti apa. Untuk itu dia bangun lebih dulu dari pada suaminya karena dia ingin merendam tubuhnya di dalam air bathup yang hangat. Selain untuk merilekskan tubuh dan otot ototnya yang kaku, dia juga sengaja cepat bangun karena dia sudah lapar.


Semalam setelah selesai resepsi, Jenna tidak makan apa apa lagi. Dia hanya minum jus saja. Jelas saja di pagi harinya dia akan kelaparan.


"Gimana caranya gue nutupin bekas bekas ini? Gilaa, banyak banget lagi," ucap Jenna. Wanita itu sedang berdiri di depan cermin, menatap tubuh atasnya yang dipenuhi dengan kissm*rk yang dibuat oleh suaminya.


Biasanya sebelum menikah dulu ketika mereka melakukan hubungan intim, Zayn tidak pernah memberikan tanda kepemilikan sebanyak ini. Hanya beberapa saja itu pun samar sekali dan masih bisa di tutupi dengan concellar. Tapi sekarang, selain banyak kissm*rk itu juga berwarna cukup gelap. Yah, ungu gelap seperti ketika Jenna mendapatkan lebam.


"Mas Zayn," erang Jenna kesal. Dia kembali mencoba menutupi bekas bekas bibir suaminya namun tidak membuahkan hasil. Tidak ada yang tercover sama sekali. Semuanya masih sedikit kelihatan.


Jenna harus memutar otaknya, bagaimanaa caranya dia menutupi bekas kissm*rk ini. Menggunakan concellar sama sekali tidak membuahkan hasil. Apa dia harus memilih baju saja yang cukup menutupi bekas merah ini? Sepertinya iya. Jenna pun bergegas mencari kopernya. Setelah menemukannya wanita itu lantas membukanya dan mencari baju yang cukup menutupi. Namun semuanya dress. Maminya bahkan tidak menyelipkan satu celana saja? Astaga.


"Gak akan aneh kan kalo gue pake rok overall ini?" Tanya Jenna. Selama ini dia tidak pernah memakai rok overall seperti ini. Karena dia tidak memiliki dress lagi untuk dipadukan dengan turtle neck.


"Bodo amat anjir lah. Udah punya suami juga, cantik gak cantik gimana yang pakenya aja," ucap Jenna. Wanita itu mengambil turtle neck berwarna putih serta rok overall berwarna biru langit sedikit gelap. Jenna harus cepat cepat memakai baju ganti, takutnya Zayn bangun dan kembali menyeretnya ke atas kasur. No!!

__ADS_1


***


Agenda siang ini memang tidak ada yang khusus. Jenna dan Zayn akan pulang ke rumah kedua orang tua Jenna. Mereka berniat akan bermalam disana. Karena mungkin disana juga masih ada kakek dan neneknya. Akibat sibuknya acara kemarin Jenna tidak sempat mengobrol dengan sepuh sepuh kesayangannya itu. Entah kenapa Jenna juga merindukan neneknya. Mungkin juga karena kesibukannya selama ini dia sampai tidak memiliki waktu untuk sekedar menjenguknya.


Jenna dan Zayn sudah bersiap dan akan segera turun ke lobby. Tujuannya tidak langsung pulang, tapi mereka memilih untuk mengisi perutnya lebih dulu di restoran kecil yang ada disana. Tidak terlalu besar namun cukup untuk menampung orang sekampung.


Sejak tadi, Zayn terus memandang Jenna. Jenna sempat menegurnya untuk tidak terus memandang Jenna. Bukan risih, namun lebih ke malu. Apa ada yang salah dengan riasannya? Rasanya tidak. Jenna tidak memakai make up seperti biasanya ia ke kantor, dia hanya memakai lipstik dan sedikit sentuhan untuk kulit wajahnya. Iya, skincare. Tidak ada yang lainnya lagi.


"Mas kamu denger kan aku bilang apa tadi? Jangan terus lihatin aku," ucap Jenna.


"Kenapa? Aku lagi berhalusinasi sembari menatap kamu," ucap Zayn. Jenna seketika menoleh dan mengerutkan alisnya. Halusinasi Zayn tentu saja pastinya bukan yang baik.


"Hei, kenapa tatapannya seperti itu?" Tanya Zayn.


"Kamu haluin apa?" Selidik Jenna.


"Aku lagi haluin anak kita nanti. Kamu gak sadar yang, kamu kelihatan kayak anak kecil tahu gak? Apalagi pake baju ini ditambah gak pake make up kayak biasa. Coba kalo rambutnya di kuncir dua, pasti kamu dianggap adik aku," ucap Zayn.


"Jangan salahin aku dong, salahin kamu lah. Aku terpaksa pake baju ini gara gara kamu," ucap Jenna, wanita itu menarik bagian leher turtlr necknya dan memperlihatkannya pada suaminya.


"Ulah siapa ini?" Tanyanya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2