One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
21. Taruhan


__ADS_3

🤸‍♀️🤳🤳🤳


***


Jeni terkejut mendengar pernyataan Zayn. Namun ia juga sedikit aneh, anaknya ini baru putus dengan Mario tapi sudah memiliki seorang pacar lagi, yaitu Zayn.


Jeni tidak masalah dengan hal itu. Toh Zayn adalah anak teman suaminya sekaligus temannya. Lita adalah teman arisan sekaligus teman Jeni semasa SMA dan kuliah. Apalagi Jeni mengenal baik sifat Zayn ini.


"Om, kok ngomong gitu sih," gerutu Jenna pelan.


"Biarin, biar mereka juga tahu kalo kita udah pacaran. Sejak malam itu," bisik Zayn diakhir ucapannya.


"Jangan bilang bilang yang itu. Awas aja," ucap Jenna berbisik.


"Heh, kok kalian malah bisik bisik tetangga sih! Ngomong yang jelas aja, mami sama papi gak masalah kalian pacaran. Tapi Zayn, bagaimana bisa Jeje bar bar ini nerima kamu? Maksudnya kan dia baru aja putus dari mantannya?" Tanya Jeni.


"Zayn juga tidak tahu kapan perasaan Zayn tumbuh tante. Masalah Jenna sama mantannya kan udah selesai jadi gak masalah juga kan kalo Zayn sama dia?" Tanya Zayn.


"Tentu tidak. Tante yang ada malahan seneng loh, akhirnya Jenna pacaran sama cowok yang bener bener cowok. Kalo kalian mau langsung nikah juga tante seneng banget malah," ucap Jeni.


"Mami," panggil Jenna


"Nanti kalo Zayn sudah bisa sepenuhnya ambil hati anak tante, Zayn pasti akan segera menikahinya," ucap Zayn.


"Wah, benar benar gentle ya," ucap Jeni.


"Tapi om, Zayn juga minta maaf baru ngasih tahu sekarang perkara hubungan Zayn dan Jenna. Zayn harap om mengijinkan hubungan Zayn dan Jenna," ucap Zayn.


"Om juga tidak masalah Zayn. Apalagi kamu dengan berani datang ke hadapan om. Cuma satu hal, kalo kamu cuma main main sama anak om mendingan kamu gak usah so soan minta ijin sama om. Om tahu Jenna masih trauma akibat kejadian yang menimpanya kemarin," ucap Adam.


Adam sangat menyayangi anaknya. Ia tahu Jenna belum sepenuhnya menerima Zayn dalam kehidupannya. Entah sudah atau belum. Adam tahu betul sifat anaknya ini seperti apa. Kemarin Jenna diselingkuhi bahkan Jenna melihatnya sendiri.

__ADS_1


"Zayn berjanji om, selama ini om tahu kan kalo Zayn tidak pernah dekat dengan wanita bahkan sampai sedekat ini. Zayn memang benar benar bersungguh sungguh pada Jenna," ucap Zayn.


"Kalian gak bisa berhenti dulu? Jenna kelaparan dari pagi belum makan," ucap Jenna. Wanita itu mengelus perut ratanya yang sudah berbunyi sejak tadi. Padahal niatnya pas datang ke rumah orang tuanya dia ingin langsung makan. Tapi malah banyak yang bicara sampai saat ini sudah jam setengah sebelas siang.


"Astaga, maafin mami sayang. Ya udah ayo jalan ke meja makan," ucap Jeni.


"Kaki aku sakit mami, astaga," keluh Jenna.


"Ya udah biar calon mantu aja yang gendong kamu ke kamar, nanti mami bawain kamu makan kesana," ucap Jeni.


"Kok om Zayn? Kenapa gak papi aja?" Tanya Jenna.


"Papi kamu udah sepuh sayang. Udah sana nurut aja," ucap Jeni.


"Iya sana udah sama Zayn aja," ucap Adam.


"Terus papi mau ngapain?" Tanya Jenna.


"Ya mau makan sama mami kamu lah, kamu makan sama Zayn di kamar. Zayn gak papa kan?" Tanya Adam.


"Sip kalo gitu. Tolong anterin Jenna ke kamarnya ya. Keluar lagi jangan langsung main," ucap Adam.


Zayn dan Jenna kompak saling pandang. Ucapan Adam mampu membuat mereka merasa tersindir. Zayn tidak ambil pusing, ia langsung mengangkat tubuh Jenna dan membawanya ke kamarnya di lantai dua.


Adam mengikuti langkah istrinya ke ruang makan. Sudah waktunya makan siang juga. Sebelum kembali ke kantor, Adam akan makan di rumah dulu.


Sementara itu, Zayn dengan mudahnya berjalan di tangga sembari menggendong tubuh Jenna. Sejak tadi wanita itu terus menggerutu dan mendumel pada Zayn karena ulahnya tadi.


Padahal memang niat Zayn sebelumnya kan memang seperti yang terjadi sekarang. Ia ingin orang tua Jenna tahu. Nanti tinggal selanjutnya orang tuanya lah yang tahu.


"Gak tahu ah om, aku kesel sama kamu. Kenapa harus bilang kalo kita pacaran? Kan kita gak pacaran. Om aja gak pernah nembak aku," ucap Jenna.

__ADS_1


"Saya emang gak pernah nembak kamu tapi sudah tusuk kamu dengan rudal saya. Inget gak kamu pernah nangis nangis waktu saya gak masukin milik saya?" Tanya Zayn.


"Jenna gak inget om. Lebih tepatnya gak mau inget. Buat apa," ucap Jenna. Tangannya terulur untuk membuka pintu kamarnya agar ia bisa masuk bersama Zayn.


"Loh kenapa? Itu pengalaman terbaik dalam hidup saya loh. Kenapa kamu gak mau inget?" Tanya Zayn.


"Buat apa Jenna inget, lagian kejadian itu gak bakalan pernah keulang lagi," ucap Jenna.


Benar bukan? Jenna tidak akan mau disentuh lagi oleh pria ini. Sentuhannya memang memabukan bahkan Jenna sering dibuat melayang bahkan ia tidak sadar saat mengeluarkan desah*nnya akibat ulah Zayn.


"Yakin? Sebentar lagi kita menikah loh," ucap Zayn. Pria itu mendudukan tubuh Jenna diatas kasur. Saat Zayn akan bangun Jenna tiba tiba menarik kerah jasnya dan berbisik.


"Jangan berharap tinggi om, saya gak mau nikah sama kamu," bisik Jenna. Zayn tersenyum miring kemudian memajukan tubuhnya dan mengecup sekilas bibir Jenna sampai wanita itu terkejut dan mengerjapkan matanya.


"Yakin? Kita taruhan gimana?" Tanya Zayn.


"Taruhan apa?" Tanya Jenna.


"Taruhan kalo kita bakalan nikah. Kalo ucapan saya benar kamu harus mau mengikuti kemauan saya begitu sebaliknya. Jika ucapan kamu benar tentang kita tidak akan menikah, saya akan menuruti apapun kemauan kamu. Bagaimana?" Tanya Zayn.


Jenna terdiam. Wanita itu sepertinya nampak berpikir. Jika pertaruhan ini dimenangkan olehnya, Jenna bisa meminta apa saja kan pada om om ini? Dia bilang semua kemauan kamu.


"Menarik, tapi Jenna harus berpikir dulu menerima tawaran ini atau tidak," ucap Jenna.


"Kebanyakan berpikir maka perjanjian ini tidak akan pernah terjadi. Jika kamu bilang iya hari ini maka saya akan menerimanya. Namun jika kamu meminta waktu untuk berpikir, sepertinya tidak usah saja," ucap Zayn.


"Yaudah iya, Jenna mau. Deal ya?" Ucap Jenna. Ia mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Zayn. Zayn tentu saja langsung menerima uluran itu.


"Deal. Kita bertaruh mulai hari ini, baby girl," ucap Zayn.


Jenna menerima itu semua tanpa berpikir panjang. Toh ia tidak akan pernah menikah kan dengan Zayn? Papinya tidak akan mengijinkannya menikah jika Jen a tidak mau dengan lelakinya.

__ADS_1


Sedangkan Zayn tersenyum licik. Jenna memang remaja yang baru beranjak dewasa. Tidak berpikir sebelum bertindak.


Tbc.


__ADS_2