
***
Mentari pun mulai menampakan dirinya. Namun dua insan yang berbeda jenis masih sama sama nyaman tertidur. Seolah tidak terganggu dengan kehadiran sang mentari.
Jenna menggerakan tubuhnya untuk berbalik ke arah kanannnya, sebab semalaman dia tidur menghadap arah kiri. Namun hanya gerakan kecil seperti itu saja sudah membuat Zayn terusik dan kembali menarik Jenna ke dalam pelukannya. Zayn benar benar tidak mau Jenna berbalik arah tidur sepertinya. Padahal kan sama sama memeluk. Bedanya posisi berhadapan dan saling memunggungi saja. Namun Zayn seakan enggan ketika tidak melihat Jenna.
"Mas," gumam Jenna.
"Hm."
"Lepas, mau madep sini. Tangan aku pegel," ucap Jenna.
"Gak mau yang, madep sama aku aja. Aku gak suka dipunggungin," ucap Zayn.
Jenna membuka matanya semuanya dan menatap Zayn yang masih memejamkan matanya. "Pegel mas, semaleman aku madep ke arah kamu," ucap Jenna.
Zayn membuka matanya. Pria itu pun bangun dan beralih tidur di tempat Jenna. Jenna mengernyit melihat tingkah Zayn. Maunya pria ini apa sebenarnya?
"Sini meluk, katanya pegel madep sana mulu," ucap Zayn.
"Segitunya kamu. Padahal kan meluk dari belakang juga sama aja," ucap Jenna.
"Beda yang. Aku gak bisa mandangin wajah kamu," ucap Zayn.
"Bucin," ucap Jenna tersenyum.
"Heem, baru kali ini aku sebucin ini sama cewek. Padahal kenapa gak dari dulu kita ketemu? Kalo dari dulu mungkin kita udah nikah dan punya banyak anak," ucap Zayn.
"Ngawur. Aku aja baru beres sekolah gak lama. Kamu mau nikahin anak SMP? Pedofil kamu," ucap Jenna.
"Biarin. Aku pedo sama kamu doang," ucap Zayn.
__ADS_1
"Terserah," ucap Jenna. Wanita itu masuk ke dalam pelukan Zayn. Memeluk dengan manja serta menghirup aroma tubuh Zayn yang tetap wangi. Padahal semalaman mereka tidur sudah pasti berkeringat, namun tubuh pria ini tetap wangi. Jenna sangat menyukai aroma ini.
"Pagi ini kamu gak usah ke kantor. Soalnya sekitar jam sepuluh nanti mama papa minta ketemu, sama kedua orang tua kamu juga. Kayaknya mereka mau bahas soal acara tunangan kita," ucap Zayn.
"Atur aja sama kamu. Aku ikut," ucap Jenna.
"Beneran? Gak akan nolak lagi?" Tanya Zayn.
"Enggak. Setelah aku pikir pikir, kamu ganteng, tajir, aset dimana mana. Masa iya aku skip. Aku mau hidup enak, gak mau susah. Mami bilang, kamu udah kaya raya dari kecil. Kayaknya kemauan apapun yang aku inginkan kamu bisa memberikannya," ucap Jenna.
"Good girl. Kenapa gak dari awal awal coba yang, cape tahu berjuang buat dapetin kepercayaan kamu. Tapi hasilnya memuaskan," ucap Zayn.
"Maaf ya? Kamu datang waktu aku udah gak percaya sama cinta lagi. Tapi dengan usaha kamu, akhirnya aku bisa bangun kepercayaan lagi," ucap Jenna.
"Seharusnya memang seperti itu sayang. Sekarang waktunya aku membahagiakan kamu," ucap Zayn. Jenna mengangguk sekilas dan mengeratkan pelukannya. Semoga saja ini jadi awal yang baik untuk hubungannya dan Jenna.
"Tapi gimana sama Eliza mas? Dia ganggu kamu mulu ih, gak suka," ucap Jenna.
"Namanya hubungan pasti ada penganggu sayang, tugas kamu cuma percaya sama aku, sama hubungan kita. Oke?" Ucap Zayn.
"Aku berjanji itu tidak akan terjadi sayang. Percayalah," ucap Zayn.
***
Sesuai dengan yang dibicarakan Zayn tadi pagi, siang ini Jenna sudah berada dalam perjalanan menuju ke salah satu cafe pilihana mami Jeni. Cafe ini juga sering dikunjungi oleh Jenna dan Ale waktu itu. Namun karena kesibukan maaing masing, Jenna dan Ale jarang kesini lagi. Cafe ini cukup luas, tempat favorit Jenna dan Ale adalah di bagian rooftop.
Jenna nampak cantik dengan dress berwarna hitam dengan sabuk rantai berwarna gold. Wanita itu mengikat rambutnya ala kuncir kuda. Sedangkan Zayn menggunakan stelan biasa, yakni jas hitam dengan dalaman kemeja putih.
"Kenyang makan salas doang?" Tanya Zayn. Sejak pagi memang Jenna belum makan nasi atau pun makanan berat lainnya sebab Jenna menolaknya. Ia malah memilih salad buah saja. Sedangkan Zayn sudah makan pagi tadi.
"Kenyang mas," ucap Jenna.
__ADS_1
"Gak mau drive tru dulu? Siapa tahu mau burger atau toast?" Tanya Zayn. Jenna menggelengkan kepalanya. Ia benar benar tidak mau makan apa apa lagi, yang ia inginkan hanya makan salad saja.
"Aku takut kamu sakit perut kalo belum makan kenyang," ucap Zayn.
"Enggak mas, nanti juga di cafe aku makan banyak kok. Jangan khawatir ah mas, aku bukan anak kecil. Aku udah gede," ucap Jenna.
"Bagi ku, kamu tetaplah gadis kecil sayang. Aku hanya tidak mau kamu sakit atau pun kenapa napa," ucap Zayn.
"Iya sayangnya Jenna, udah ya? Jenna gak papa kok," ucap Jenna.
Seketika semburat merah muncul di kedua pipi Zayn. 'Sayangnya Jenna' ucapan itu benar benar terngiang ngiang di telinga dan pikiran Zayn. Jadi seperti ini rasanya menaklukan wanita yang sudah mati rasa dan hilang kepercayaan? Kini Jenna jadi menyukainya. Zayn benar benar merasa sangat bahagia sekali. Ia sudah mendapatkan Jenna, tugas selanjutnya adalah menjadikan Jenna miliknya. Iya, itu pasti.
Tak lama, mereka pun sampai di cafe yang dimaksud. Di parkiran tadi Jenna melihat mobil kedua orang tuanya. Sepertinya mereka sudah sampai duluan.
"Makasih mas," ucap Jenna tersenyum saat pintu mobil sebelahnya dibuka oleh Zayn.
"Youre welcome my wife," ucap Zayn.
Jenna menggebuk pelan dada Zayn setelah mendengar ucapan Zayn. Pria ini benar benar tidak sabar sepertinya. Mereka berdua pun masuk ke dalam cafe. Jenna mengaitkan tangannya menggandeng lengan Zayn. Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. Apalagi beberapa hari yang lalu, Jenna dan Zayn jadi tranding topik di internet dan tv.
"Nanti aku mau pesen banyak makanan kesukaan aku disini. Ini cafe yang sering aku kunjungi sama Ale. Disini juga banyak makanan enak, kamu pasti suka," ucap Jenna.
"Oh ya? Boleh pesankan sama kamu. Aku gak tahu mana yang enak," ucap Zayn.
"Iya sayang."
Mereka berjalan naik ke lantai tiga, disana ada rooftop dan hanya ada empat meja saja. Spacenya memang luas, namun disana hanya tersedia empat meja dengan masing masing kursi ada delapan.
"Kamu cantik banget sayang," ucap Zayn. Sejak tadi pria itu terus mengatakan hal itu. Jenna sampai sedikit jengah mendengarnya.
"Mas udah ah, kamu ngomong itu mulu. Aku kalo blushing gara gara kamu, aku marah ya!" ucap Jenna kesal sembari menatap ke arah Zayn. Zayn hanya terkekeh saja mendengarnya. Wanitanya benar benar menggemaskan sekali.
__ADS_1
"Jenna..."
Tbc.