
***
Tadinya, Zayn akan menghubungi Ale soal Jenna yang masuk rumah sakit. Namun Jenna melarangnya. Bukan apa apao, Ale punya urusannya sendiri dan Jenna yakin setelah Ryan masuk ke dalam hidup sahabatnya itu, Ale pun akan sama seperti dirinya.
Biasanya sesama sahabat akan saling memberitahu suka atau pun dukanya. Namun kali ini Jenna tidak mau memberi dukanya pada Ale. Lebih baik ia mengetahuinya dan menjalankannya sendiri sampao sembuh. Toh sekarang dia sudah memiliki Zayn. Jenna yakin Zayn akan mau diajak susah kala dia sedang berduka untuk perasaan atau kehidupannya.
Kehadiran Zayn awalnya Jenna menganggap adalah sebuah malapetaka. Bagaimana tidak, dari kebodohannya dan awal pertemuannya dengan Zayn mereka langsung melakukan having s*x. Bagaimana Jenna tidak marah juga saat ia sadar jika virginnya sudah hilang. Jenna tentu saja marah. Baru saja dia patah hati karena diselingkuhi, ia langsung kembali mendapatkan musibah yaitu tidur dengan pria asing.
Iya, pria asing karena saat itu Jenna belum mengenal siapa Zayn. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu Jenna tahu siapa Zayn, ternyata pria ini juga mengenal papinya dan kedua orang tua mereka adalah sahabat sejak SMA. Mungkin ini yang dinamakan dunia sempit, sesempit daun kelor.
Pertemuan mereka berdua dimulai dengan tidak baik, iya bisa dikatakan seperti itu. Karena keduanya bertemu lalu langsung cek in salah satu kamar di club waktu itu.
Setelah kejadian cinta satu malam bersama dengan Zayn, Jenna kira dia tidak akan diganggu lagi dan pertemuannya dengan Zayn hanya sampai disitu saja. Tetapi nyatanya salah. Salah besar, Zayn justru berusaha terus untuk mendapatkannya dengan cara apapun. Cara Zayn memang salah dalam meminta Jenna untuk menemani hidupnya, namun saat itu Zayn benar benar sudah jatuh hati pada pandangan pertamanya.
Mereka berdua memang sama sama menikmati penyatuan itu. Meskipun di awal Jenna sempat menolak karena kesakitan. Wajar saja, namanya juga masih virgin dan malam itu dipaksa di terobos oleh kejantanan Zayn yang cukup besar.
Baik Jenna atau pun Zayn sama sama tidak menyangka. Lebih tepatnya Zayn, dia tidak menyangka jika akhirnya Jenna menjadi miliknya. Meskipun saat ini mereka baru resmi bertunangan, namun tak apa. Karena beberapa minggu lagi mereka akan menikah.
Jenna masih tertidur diatas dada bidang Zayn dengan posisi tangannya berada diatas kejantanan prianya. Dia benar benar tidak sadar jika tangannya berada diatas sesuatu yang rawan dan sangat baperan. Tentu saja, terkena senggolan dikit saja batang itu akan berdiri tegak dengan kokohnya. Belum lagi jika pria ini sedang diselimuti nafsu maka kejantanannya akan dua kali lipat lebih besar.
__ADS_1
Jenna sebenarnya sudah membuka matanya namun ia masih mempertahankan posisinya. Jenna baru menyadari posisi tangannya saat milik pria ini mulai mengeras. Aneh, kenapa bisa sampai mengeras? Apa Zayn bermimpi? Perlahan Jenna pun mengangkat kepalanya dan menoleh, menatap ke arah Zayn yang masih tertidur pulas. Bahkan pria ini tidak terganggu sama sekali.
Sepertinya dia kelelahan, wajar saja. Kejadian kemarin cukup membuat keduanya kelelahan. Baik fisik atau pun batin.
Muncul ide jahil di otak cantik Jenna. Dia pun mengelus pelan milik pria ini, sangat keras sekali. Jenna jadi membayangkan milik pria ini menerobos miliknya lagi. Ia masih ingat terus seperti apa gilanya Zayn dalam kegiatan penyatuan mereka. Kejantanan pria ini menerobos dengan paksa. Bahkan setiap pria ini mendorongnya masuk lebih dalam, Jenna selalu merasa ujung dari kejantanan milik kekasihnya sampai ke rahimnya saking panjang dan besarnya. Jenna tidak pernah membayangkan ternyata rasanya penyatuan senikmat itu. Apalagi ketika keduanya sama sama bernafsu.
Jenna masih ingat ketika mereka melakukan banyak gaya di satu tempat yaitu di salah satu sofa khusus yang dibeli oleh Zayn dan diletakan di apartement Zayn. Saat itu keduanya benar benar gila dalam mengejar pelepasan. Milik Zayn benar benar membuatnya kesakitan sekaligus keenakan. Bagaimama tidak, Jenna benar benar merasakaan kenikmatan saat miliknya diterobos dengan keadaan kedua kakinya berada di pundak Zayn. Pria itu memompanya dalam tempo pelan namun sangat menusuk. Jenna benar benar kewalahan.
Argh, siall!!! Membayangkan adegan itu membuat milik Jenna gatal dan berkedut. Apa iya dia menginginkan kegiatan itu lagi? Bukankah dia sudah berikrar jika dia tidak akan melakukan lagi sebelum mereka menikah? Namun ikrar hanyalah ikrar saja. Saat Zayn memaksanya Jenna akan tetap tunduk dibawau kuasa Zayn.
"Gila, gue kok jadi pengen sih. Sialan!!" Umpat Jenna pelan. Ia menarik tangannya dari kejantanan Zayn setelah menekannya. Seharusnya dia tidak melakukan itu dan membayangkan kenikmatan yang diberikan Zayn. Dia normal dan memiliki nafsu. Sudah pasti dia akan bereaksi karena membayangkan hal hal itu.
"Arghhhsh," rintih Jenna saat salah satu squishynya di tangkup dan di rem*s pelan.
"Masss," rengek Jenna. Ia menolehkan kepalanya ke arah samping. Disana Zayn sudah menatapnya. Tatapan itu...
"Mimpi ku sangat indah. Kita bercinta dengan hebatnya di sebuah resort yang memiliki area outdoor privat. Di mimpi itu, kamu bahkan menari erotis sayang," bisik Zayn.
Tidak, tatapan Zayn benar benar berbeda. Jika sudah seperti ini maka endingnya adalah penyatuan. Jenna sudah yakin.
__ADS_1
"Sakit," ucap Zayn sembari menarik tangan Jenna dan menempatkannya diantara selangk*ngannya.
"Mau lagi? Emang gak cukup. Punya kamu baperan banget," ucap Jenna bersamaan desah*n Zayn sebab Jenna menekannya cukup kuat.
"Mau banget. Main disini, aku tidur kamu diatas. Kamu yang gerak, kayak waktu itu," ucap Zayn.
"Jangan gila ya mas, ini di rumah sakit. Kalo aku des*g kenceng gimana? Malu kalo ada yang denger," ucap Jenna.
"Yang penting kamu mau atau tidak. Jika mau, aku akan memikirkan caranya. Ini benar benar sangat sesak, milik ku meriang ingin masuk ke sarangnya," ucap Zayn.
Bingung.
Jenna bingung antara mengikuti kemauan Zayn atau tidak. Karena sebenarnya dia juga sudah turn on sejak tadi. Miliknya benar benar gatal, bahkan Jenna yakin ujung put*ngnya sudah mengacung sempurna karena dia sedang turn on.
Namun Jika Jenna mengikuti kemauan Zayn dan kembali penyatuan, dia bisa bisa akan segera hamil. Obat kontrasepsi tidak akan berfungsi jika miliknya terus di aliri cairan Zayn.
Zayn sendiri sudah tahu jika wanitanya ini bimbang. Tapi miliknya sudah kepalang berdiri. Dia pun mulai menyerang telinga Jenna, titik sensitif yang memudahkannya mendapatkan sarang kenikmatan miliknya.
Tbc.
__ADS_1