
***
Memiliki banyak uang dalam waktu yang cepat, tentu saja Eliza mampu melakukannya. Dua bahkan mendapatkan uang yang cukup untuk bekalnya ke Paris. Yap, dia akan menyusul Zayn. Dua hari ini dia sudah melayani beberapa pria. Tentunya Eliza mematok harga yang cukup tinggi untuk satu kali tidur.
Dia memiliki banyak kenalan yang bisa dia ajak tidur dan juga bisa membayarnya dengan cukup mahal. Eliza sudah berangkat sejak kemarin dan saat ini sudah sampai di Paris. Wanita itu berjalan santai menuju ke salah satu hotel yang sudah dia pesan sebelumnya. Dia juga kesini memiliki maksud lain selain untuk menemui Zayn.
"Hai Vock," sapa Eliza. Wanita itu mengecup pelan bibir pria yang sedang menunggunya disini. Dia adalah Vocky Vernan, teman tidur Eliza. Mereka sudah saling mengenal sejak tujuh tahun yang lalu. Yang artinya dia dan Vocky sudah berhubungan sebelum berhubungan dengan Zayn.
Iya, Zayn memang berhubungan dengan Eliza saat Eliza sudah memiliki teman tidur. Yaitu Vocky.
"Holla baby. I miss you," ucap Vocky. Pria itu langsung mengecup bibir Eliza tanpa memikirkan sekitar. Padahal mereka masih berada di lobby bandara dan disana juga banyak orang. Tapi mereka tidak mempedulikannya sama sekali. Eliza juga menerima ciuman itu.
"Miss you to," ucap Eliza.
"Siap untuk malam yang panjang?" Tanya Vocky sembari tersenyum miring.
"Ayolah Vock, aku baru sampai," ucap Eliza sedikit kesal.
"Baiklah, kita mengobrol sembari meminum kopi. Bagaimana?" Tanya Vocky.
"Sure. Ayo, aku juga lapar. Sebenarnya aku ingin segera melahap cacing alaska milik mu," ucap Eliza.
"Wanita jal*ng," umpat Vocky sembari tersenyum.
"Im," ucap Eliza santainya. Dia tidak merasa tersinggung dengan ucapan itu jika Vocky yang mengatakannya. Toh memang dia jal*ng. Namun jika yang mengatakannya orang lain, dia pasti akan marah besar.
Keduanya pun berjalan menuju ke mobil Vocky yang ada di depan lobby. Eliza baru kembali kesini lagi setelah berbulan bulan tidak datang. Dia juga sudah tidak tidur dengan Vocky cukup lama.
"Kau ingin akan ikut ke pesta Ivander?'" Tanya Vocky.
__ADS_1
"Tentu saja. Karena kekasih ku akan kesana dengan jal*ngnya. Sialan sekali, seharusnya aku yang bersama dengan Zayn bukan wanita itu," ucap Eliza kesal. Keduanya saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke salah satu cafe untuk makan.
"Siapa?" Tanya Vocky.
"Well, kamu juga akan tahu siapa dia. Kau mengenal CEO dari perusahaan Adam's Corp kan? Anaknya yang akan dibawa oleh Zayn ke pesta itu," ucap Eliza.
"Adam's Corp? Tunggu dulu, aku seperti tidak asing dengan nama perusahaan itu," ucap Vocky.
"Jelas saja kau tidak akan asing. Perusahaan itu menduduki peringkat pertama tertinggi. Bahkan perusahaan Zayn kalah," ucap Eliza.
"Wait, bukannya perusahaan Nagendra yang pertama? Kenapa bisa di geser?" Tanya Vocky penasaran.
"Astaga Vock, kau juga seorang CEO. Apa iya kau tidak tahu menahu soal itu?" Tanya Eliza.
"Aku tidak mendengar ucapan bawahan ku saat mengatakan itu, sebab aku sedang mengejar ******* ku," ucap Vocky.
"Bast*rd," umpat Eliza.
"Setelah anak itu lulus, dia langsung menduduki posisi sebagai wakil CEO dari Adam's Corp. Dia berhasil mendebak sedikit banyaknya orang orang yang membuat perusahaan Adam's merugi. Tak lama setelah itu, kenaikan perusahaan itu meroket tinggi sampai menggeser perusahaan Zayn," jelas Eliza.
"Wow, amazing. Seperti apa rupa wanita itu?" Tanya Vocky.
"Jelek. Stop bertanya tentang dia, aku muak mendengarnya," ucap Eliza kesal. Vocky hanya terkekeh pelan dan tidak bertanya lagi. Sudahlah, nanti juga dia akan tahu atau mungkin akan mencari tahu. Mendengar sepenggal kisahnya cukup membuat Vocky penasaran dengan wanita itu. Bahkan sampai di incar oleh Zayn. Sepertinya wanita itu...
***
Pukul sebelas siang Jenna bangun sendiri dengan Zayn yang sedang memangku laptop miliknya. Pria itu sepertinya sedang bekerja. Dasar pria workholic, dimana saja dia pasti akan bekerja. Padahal bersantai sebentar saja tidak akan membuat uang pria itu hilang satu juta dollar pun.
Zayn masih belum sadar jika Jenna sudah bangun. Namun saat tangan wanita itu menarik laptop di pangkuannya baru dia sadar. Zayn tersenyum kecil dan mengecup pelan bibir Jenna setelah merendahkan kepalanya.
__ADS_1
"Morning Ny. Nagendra," sapa Zayn.
"Morning too tuan nafsuan," ucap Jenna. Zayn terkekeh mendengarnya. Pria itu pun meluruskan kakinya dan tiduran menyamping dengan menumpukan tangannya pada kepalanya. Jenna tentu saja langsung memeluk pria itu.
"Mas udah mandi? Udah makan?" Tanya Jenna.
"Pertanyaannya mainstream banget sih yang, tanya itu gini. "Mas mau lagi? Mas aku pengen." Gitu loh yang, aku pasti seneng dengernya," ucap Zayn.
"Aku capek mas. Please, malam ini juga pesta. Aku butuh banyak concelar juga corrector untuk menghilangkan bercak merah ini," ucap Jenna.
"Jangan di tutupi sayang. Biarkan orang lain tahu kalo kamu hanya milik ku," ucap Zayn sembari mengelus pelan bercak merah itu. Ternyata sangat banyak sekali.
"Gak gitu konsepnya mas. Gila kamu," ucap Jenna kesal.
Yang benar saja, jika Jenna benar benar mengikuti apa yang diucapkan oleh Zayn, mungkin dia akan ditertawakan orang orang di pesta. Pasalnya mereka belum resmi menikah dan mengumbar rahasia pribadi mereka? Sama saja dengan menjatuhkan harga diri sendiri.
"Becanda cinta. Soal itu kamu tenang sana, aku sudah membeli keperluan keperluan kamu. Bahkan yang tadi kamu sebutkan pun sepertinya ada," ucap Zayn.
"Gemesin banget kalo udah becanda. Rasanya aku mau sama cowok lain aja," ucap Jenna sinis. Tiba tiba wanita itu meringis kesakitan. Bagaimana tidak, Zayn tiba tiba merem*s squishynya cukup kuat. Itu sakit sekali!!
"Berani ngomong gitu? Semalam kurang, sampe sampe sekarang ngomong kayak gitu biar aku hukum. Iya?" Tanya Zayn. Tangan pria itu terus aktif bermain. Namun tidak pelan dan lembut seperti biasanya. Melainkan cukup keras dan tidak teratur.
"Sakit mas, kamu gila?!!" Ucap Jenna sedikit meninggi. Wajar saja, sebab dia sedikit marah sekaligus kesal. Zayn selalu seenaknya padanya.
"Biarin, salah siapa kamu ngomong kayak gitu. Emang kurang apa kejantanan aku sampe kamu mau cari cowok lain? Kalo kurang, ayo main lagi. Biar aku bikin kamu tepar dan gak usah ke pesta Ivander," ucap Zayn. Jenna menahannya namun terlambat, Zayn bahkan sudah kembali merem*snya kuat. Sampai tak sadar dia mengumpat.
"F*ck. Lepas mas," ucap Jenna.
"Bibir kamu juga kayaknya mau ikut ikutan di hukum sayang. Oke, mumpung aku juga udah turn on. Bersiaplah menerima hukuman kamu," ucap Zayn.
__ADS_1
Tidak ada lagi jalan selamat. Jenna kurang berpikir dalam mengatakan sesuatu. Hasilnya jadi seperti itu.
Tbc.