One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
35. Kerasukan


__ADS_3

***


Jenna merebahkan tubuhnya setelah selesai mandi diatas kasurnya. Ia memejamkan matanya. Di depan semua orang ia bisa menyembunyikan kesedihannya namun ia tidak bisa menyembunyikannya ketika ia sedang sendiri seperti ini.


Jenna memang pandai menyembunyikan kesedihannya. Bahkan tidak pernah ada yang tahu jika wanita itu sedang bersedih. Jenna selalu saja tersenyum meskipun hatinya sedang tidak baik baik saja. Contohnya tadi, saat datang keadaannya sedang bersedih. Namun dengan cepat ia mengubah eskpresinya saat sang mama memanggilnya.


Jenna memejamkan matanya. Pikirannya terdistrak dengan tatapan Mario tadi. Maksudnya apa? Kenapa tatapan pria itu seolah menyiratkan seperti itu.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya. Otomatis Jenna membuka matanya. Ia melirik ke arah pintunya yang tertutup. Siapa lagi yang datang? Tidak bisakah mereka membiarkan Jenna terdiam sendirian agar bisa melupakan masalahnya?


Jenna pun terpaksa bangun dan membuka pintunya. Disana ada Zayn yang sedang berdiri bersidekap dada. Tatapannya melirik dari atas sampai bawah. Penampilan Jenna cukup membuat tubuh Zayn panas dingin.


Hot pants yang mencetak jelas dua bongkahan kenyal bagian bawah milik Jenna. Serta kaos yang berukuran pas di tubuhnya. Tentu saja itu mencetak tubuh Jenna yang sangat indah.


"Kenapa?" Tanya Jenna pelan.


Zayn mengurai sidekap dadanya dan menarik Jenna ke dalam pelukannya. Entah mengapa Zayn merasa jika ada yang dipendam wanita ini. Sejak kedatangannya tadi Zayn tidak mengerti dengan wajah murung yang ditampilkan wanita ini.


"Kok meluk?" Tanya Jenna, ia mengadahkan kepalanya sehingga melihat ke arah Zayn. Tubuhnya menempel dengan tubuh Zayn karena pria itu memeluknya namun Jenna tidak membalas pelukan itu.


"Gak usah pura pura lagi di depan saya, nangis aja Jen," ucap Zayn.


Jenna menghela nafasnya. Lagi dan lagi pria ini mengetahui apa yang ia rasakan. Entah bagaimana caranya dia tahu jika saat ini Jenna sedang tidak baik baik saja.


"Gak mau nangis lagi om, cape. Mau peluk aja," ucap Jenna.

__ADS_1


"Kan dari tadi saya peluk kamu," ucap Zayn. Jenna tidak menjawab ucapan Zayn namun wanita itu malah memeluknya. Otomatis kedua squishy Jenna menempel pada tubuhnya.


Zayn berusaha menahan dirinya agar tidak bereaksi. Ia mengelus pelan punggung wanita itu. Rasanya senang juga saat wanita ini menerimanya.


Tanpa sepengetahuannya, Jeni datang. Mami Jenna melihat interaksi antara Jenna dan Zayn. Entah mengapa rasanya ia sangat bahagia karena akhirnya anaknya ini bersama dengan orang yang tepat. Apalagi Jeni mengetahui latar belakang pria itu. Karena tidak mau mengganggu momen anaknya, ia pun turun begitu saja. Tadinya ia ingin memanggil Jenna untuk makan, namun ternyata mereka berdua malah berpelukan


Jeni pun turun dari sana meninggalkan anak anak itu.


"Ketemu sama bajing*n itu lagi ya?" Tanya Zayn. Jenna mengganggukan kepalanya.


"Jangan nangisin dia, saya cemburu Jennai," ucap Zayn membuat Jenna mengurai pelukannya. Ia menatap ke arah Zayn. Apa benar pria ini cemburu? Bahkan mereka tidak memiliki hubungan apapun.


"Jangan bilang jika kita tidak memiliki hubungan apapun lagi, kita sudah tidur bersama. Dan kalau perlu kita melakukan itu lagi," ucap Zayn.


"Gak mau, punya om gede. Sakit. Mana om masukinnya terus menerus sampe mentok," ucap Jenna dengan polosnya membuat Zayn terkekeh. Ia kira wanita ini melupakan malam itu, ternyata tidak.


Zayn tersenyum saat wanita ini memejamkan matanya. Ia langsung melancarkan niatnya saat ingin menemui Jenna disini. Pria itu mendekatkan bibirnya pada bibir Jenna namun tindakan Jenna selanjutnya membuatnya terkejut. Jenna memulai ciuman itu terlebih dahulu sebelum Zayn bergerak. Zayn tersenyum miring, ia pun mengikuti permainan Jenna. Tangannya tidak tinggal diam tentu saja, tangannya sudah masuk ke dalam kaos yang digunakan oleh Jenna. Mengusap lembut kulit wanita itu.


Tiba tiba Jenna mendorong tubuh Zayn dan ciuman pun terlepas. Zayn terkejut, ia belum puas dan ciumannya dilepas begitu saja? Tentu saja Zayn tidak terima. Pria itu mendorong masuk tubuh Jenna ke dalam kamarnya dan menaikan tubuh Jenna ke atas meja berukuran pendek.


"Aku belum puas, sayang," bisik Zayn.


Ia pun langsung menyatukan lagi bibirnya dengan bibir Jenna. Kedua kaki Jenna dibuka sehingga Zayn bisa berada di tengah tengahnya.


Entah iblis mana yang merasuki tubuh Jenna. Ia mengalungkan kedua tangannya pada leher Zayn dan menerima ciuman itu. Bahkan kedua kaki Jenna mengapit tubuh Zayn seolah tidak ingin pria itu pergi.

__ADS_1


Cukup lama mereka melakukan ciuman itu. Bahkan bukan hanya ciuman, mereka sudah bertukar saliva satu sama lain. Saat dirasa pasokan udara menipis, ia pun melepaskan ciumannya. Keningnya dan kening Jenna menyatu.


"Kamu menginginkannya?" Tanya Zayn pelan. Jenna hanya diam saja. Nafasnya tersenggal senggal tidak teratur. Ia menginginkannya, namun ia tidak bisa melakukannya. Bagaimana pun ia tidak mau terjerat dengan pria mana pun.


Apa karena patah hati membuatnya jadi seperti ini? Ini bukanlah Jenna. Jenna tidak mungkin seperti ini.


"Pergi om," usir Jenna. Wanita itu melepaskan rangkulan tangannya pada leher Zayn. Ia menyandarkan bahunya pada dinding yang ada di belakangnya.


"Kamu menginginkannya Jennai. Akui saja, aku bisa melakukannya untuk mu," ucap Zayn.


"Sudah cukup satu kali saja aku melakukan kesalahan, aku tidak ingin mengulangi kesalahan itu lagi om. Tidak perlu seperti ini kan jika ingin melupakan Mario?" Ucap Jenna.


Zayn menatap mata sayu Jenna. Matanya teduh sekali, bahkan pipi Jenna sudah memerah. Zayn menaikan tangannya untuk mengelus pipi Jenna.


"Kalau begitu kita menikah saja. Kamu dan aku sama sama menginginkan hal itu kan? Kita sama sama saling membutuhkan untuk kebutuhan kita," ucap Zayn.


"Om bisa menyewa wanita club. Bahkan sekarang sudah ada wanita yang di obral di mich*t," ucap Jenna.


"Tapi aku hanya menginginkan kamu Jenn. Apa kamu tidak bisa membuka sedikit saja hati mu untuk ku? Sehebat apa bajing*n itu sampai sampai dia mengambil semua cinta kamu?" Tanya Zayn.


"Jenna mengantuk om, om keluar ya? Jenna sudah lelah sekali hari ini," ucap Jenna.


Zayn menghela nafasnya. Pria itu pun menggendong tubuh Jenna ke atas kasur.


"Tidurlah, maafkan aku karena aku terlalu memaksa. Aku akan terus berusaha Jenn, karena aku yakin kamu adalah takdir hidup ku," ucap Zayn. Pria itu menidurkan Jenna dan menarik selimut untuknya. Tangannya juga terangkat untuk mengelus kepala Jenna.

__ADS_1


"Nice dream baby girl," bisik Zayn. Pria itu mengecup lama kening Jenna dan pergi dari sana setelah mematikan lampu utama.


Tbc.


__ADS_2