One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
170. Sehidup Semati


__ADS_3

***


Sesampainya di dalam apartement, Jenna membawa Zayn duduk lebih dulu dan memberikan segelas air. Jenna tahu emosi Zayn selalu meledak ledak saat berhadapan dengan Eliza. Maka dari itu dia memberikan Zayn air minum guna menenangkan emosi yang ada di diri Zayn. Zayn menerima air itu dan meminum sedikit. Tak lama, dia langsung menarik Jenna lalu mencium kembali wanita itu. Wanita yang sangat dia cintai seumur hidupnya. Jenna sendiri hanya diam ketika Zayn menempelkan bibirnya. Dia tidak berniat membalas, sebab Zayn masih terlihat menahan emosinya. Takutnya Zayn kembali meminta untuk berhubungan intim. Jenna tentu saja akan menolak, besok mereka akan melangsungkan acara tukar cincin. Zayn ketika melakukan hubungan intim tidak pernah mau berhenti. Dia akan terus menghajar Jenna bahkan sampai pagi menjelang siang di besok harinya.


Jenna akui, Zayn memang terlihat selalu bernafsu padanya. Ia sudah membuktikan hal itu. Di kantor Zayn, banyak sekali karyawan wanita yang selalu memakai baju kurang bahan. Bahkan kebanyakan dari mereka selalu menggoda Zayn. Namun Zayn tidak tersentuh oleh hal itu sedikit pun. Entah kenapa pria ini seperti itu pada wanita lain, namun untungnya Jenna merasa sangat tenang. Setidaknya Zayn bukan tipe pria yang menyukai wanita lain ketika Jenna tidak ada. Bahkan Zayn selalu melihat ke arah lain saat berhadapan dengan wanita lain selain Jenna.


"Kenapa diem aja? Takut ya gara gara aku marahin wanita club itu?" Tanya Zayn. Pria itu menyimpan kedua tangannya di pinggang Jenna. Zayn memang tidak pernah mau lagi menyebut nama Eliza, dia selalu menggunakan kata 'wanita club' untuk Eliza.


Apa sekecewa itu Zayn pada Eliza?


"Kamu lagi marah. Kalo aku balas ciuman kamu, bisa bisa aku ngangk*ng malam ini," ucap Jenna.


"Aaaa, sayang," rengek Zayn. Pria itu memeluk tubuh Jenna. Layaknya seorang anak yang sedang merengek pada ibunya.


"Kenapa hm?" Tanya Jenna halus.


"Suara kamu candu. Apalagu kalo udah des*h," ucap Zayn.


"Mau tidur diluar?" Tanya Jenna, lebih tepatnya dia mengancam.


"Enggak."

__ADS_1


Tentu saja Zayn tidak akan sudi tidur diluar. Itu artinya dia tidak akan tidur dengan Jenna. Zayn tidak akan pernah mau tidur sendirian, toh sekarang sudah ada Jenna dan dia sudah punya Jenna. Jadi kenapa harus tidur sendiri jika sudah punya guling hidup? Justru saat tadi calon mama mertuanya meminta untuk Jenna tetap di rumah saja, Zayn menolak. Alasannya ya karena dia tidak mau tidur sendiri. Lebih enak tidur berdua bersama Jenna.


"Ya udah jangan bahas begituan mulu. Nanti punya kamu ngac*ng," ucap Jenna.


"Ya kamu tidurin lah yang. Elusin dong," ucap Zayn. Pria itu mengambil tangan Jenna dan menyimpannya diatas miliknya. Pria itu sedikit menekannya.


"Jangan tidur di kamar," ucap Jenna. Wanita itu dengan cepat bangun dan pergi ke kamar, namun Zayn dengan cepat juga menarik tangan Jenna sampai membuat wanita itu duduk diatas pangkuannya. Zayn langsung memeluknya, seolah tidak memberikan celah pada Jenna untuk pergi. Dia benar benar sangat menyukai seorang Jennaira Adam.


"Mas, mau mandi dulu. Abis itu mau tidur, cape aku hari ini," ucap Jenna.


"Sebentar sayang. Peluk aku dulu coba," ucap Zayn. Meskipun Jenna menolak halus tadi, namun wanita ini tetap memeluk Zayn. Kedua tangannya mengalung memeluk leher Zayn. Sedangkan Zayn, pria itu menenggelamkan wajahnya pada dada Jenna. Besar keinginannya untuk membuka kain sialan ini agar wajahnya bisa lebih dekat dengan dua benda kenyal itu, namun sepertinya Jenna tidak akan memberikannya. Padahal Zayn sangat menginginkannya. Sudah lama mulutnya tidak merasalakan kul*man manis seperti salah satu squishy Jenna.


Mereka berdua larut dalam kehangatan pelukan itu. Jenna yang tadi meminta untuk dilepaskan karena akan mandi pun malah menikmati pelukan itu. Tangan lentiknya mengelus pelan rambut belakang Zayn. Menciptakan sensasi nyaman sampai rasanya ia ingin tertidur.


"Hm?"


"Besok jangan terlalu cantik dandannya, biasa aja. Kecantikan kamu cuma buat aku. Gak boleh sama yang lain," ucap Zayn.


"Yang namanya mau ke acara besae apalagi acara sendiri ya harus cantik lah mas. Masa iya jelek, kan malu. Emang kamu mau punya tunangan jelek? Kan enggak," ucap Jenna.


"Iya sayang. Tapi kamu itu terlalu cantik. Jadi gak perlu sebenarnya dandan kayak gitu. Malah makin makin cantiknya. Aku gak mau kamu digoda banyak pria," ucap Zayn. Tuan posesif ini kembali mengeluarkan sikap posesifnya. Jenna senang, namun ia sedikit tidak nyaman juga dengan sikap Zayn. Tapi jika dipikir pikir lagi, ia juga senang karena diperhatikan oleh Zayn. Setidaknya dengan perhatian kecil ini juga sudah membuktikan bahwa Zayn memang sangat mencintainya.

__ADS_1


"Aku ngerti maksud kamu. Tapi kamu harus percaya dong sama aku. Masa iya aku percaya kamunya enggak. Kan gak seimbang," ucap Jenna.


"Aku percaya. Hanya saja aku sering minder, kamu terlalu cantik. Banyak yang mau sama kamu, bukan aku aja. Bahkan aku lihat instagram kamu, DM-nya disana banyak banget chat dari cowok cowok yang rayu kamu," ucap Zayn.


"Mas sayang, kamu tahu kan instagram punya aku, aku privat. Karena apa? Karena memang akh enggak mau banyak orang tahu. Hanya ada beberapa saja yang aku follback. Masalah DM, aku gak bisa melarang mereka. Itu sosial media mereka, yang penting kan enggak ada yang aku balas chatnya," ucap Jenna pelan dan halus.


Zayn tersenyum saat kembali mendapatkan elusan halus di kepalanya. Bahkan hatinya terasa mmenghangat setelah mendengar ucapan Jenna. Suara lembut yang halus itu benar benar membuatnya sangat tenang dan nyaman sekali.


"Aku selalu percaya sayang. Tapi kadang aku juga gak bisa mengontrol cemburu aku. Aku gak suka lihat kamu berdekatan dengan pria lain meskipun kamu dan dia hanya sebatas klien kerja. Kamu menganggap mereka biasa saja, sebagai rekan bisnis. Tapi belum tentu dengan mereka. Tidak jarang setelah kamu ikut pertemuan klien untuk bisnis, para klien itu langsung mencari informasi kamu. Untungnya Richi bisa diandalkan untuk menghalau kinerja orang suruhan mereka. Sehingga informasi tentang kamu tidak bocor," ucao Zayn.


"Makasih mas. Makasih udah lindungin aku," ucap Jenna.


"Sudah seharusnya sayang," ucap Zayn.


"I love you mr. Posesif," ucap Jenna.


"Mr. Posesif? Bukannya Mr. Z?" Tanya Zayn.


"Sama saja."


Dua orang yang berawal kenal dari sebuah accident yang tidak pernah di sangka sangka akan bersatu dalam sebuah ikatan suci. Baik Jenna atau pun Zayn, keduanya masih sama sama tidak mengerti namun tetap menerimanya. Menerima jika memang mereka ditakdirkan untuk bersama. Sehidup semati.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2