
***
Baik Ryan Ale atau pun Jenna Zayn, ke empat manusia itu sama sama tertidur cukup lama, bahkan Jenna sama sekali tidak terganggu saat Zayn memainkan kedua squishy-nya, mungkin karena sangat lelah dan terlambat tidur Jenna tidak terganggu sama sekali. Wajar saja, Jenna tertidur pukul lima pagi setelah mandi dan makan. Iya, Zayn memaksanya mandi pagi pagi buta dengan alasan agar tidurnya nyenyak. Tapi benar juga, buktinya Jenna benar benar terlelap tanpa merasa terganggu.
Wanita itu hanya tidur menggunakan kemeja kebesaran milik Zayn tanpa menggunakan under wear. Bukan tanpa alasan, Jenna memang selalu tidur tanpa menggunakan br* dan untuk bagian bawahnya ia selalu memakainya, hanya saja saja saat ini situasinya berbeda dengan biasanya. Milik Jenna benar benar sakit ketika kakinya bergerak, jadi lah dia tidak memakainya. Ia tidak khawatir lagi karena Zayn tidak akan lagi memintanya untuk melakukan hubungan itu.
Tidak tidur semalaman dan tidur setelah fajar akan tiba. Semalam Jenna benar benar seperti sudah mengerjakan tumpukan tumpukan berkas yang memusingkan. Bahkan mungkin lebih dari ini. Tubuhnya lelah, belum lagi miliknya yang sakit. Double sekali rasa sakit dan juga lelahnya.
Waktu sudah menunjukan pukul dua siang namun Jenna masih setia memejamkan matanya. Ia hanya membukanya ketika menerima telepon dari maminya. Setelah itu dia tidur lagi. Jenna benar benar tidak mau diganggu hari ini. Dia hanya ingin tidur dan tidur saja sampai tubuhnya kembali fit.
Sedangkan Zayn, pria itu terpaksa bangun karena ada pekerjaan mendadak. Seharusnya dia datang ke kantor namun dia tidak bisa, dia memilih absen saja dan melakukan pertemuan melalui zoom meeting. Karena Zayn, pekerjaan Math jadi bertambah. Biasanya dia hanya akan bekerja di kantor dan keluar ketika ada metting dengan klien saja. Sisanya dia habiskan di sekitara kantor. Namun saat ini bosnya sedang tidak bisa datang membuat Math harus pulang pergi untuk meminta tanda tangan sang CEO.
Zayn sebenarnya malas sekali harus melakukan zoom meeting. Tapi bagaimana pun dia harus profesional kan? Sementara Jenna mengambil cuti hariannya. Dia libur hari ini dengan alasan tidak enak badan. Karena kenyataanya memang seperti itu. Untungnya papinya tidak banyak bertanya setelah Jenna mengatakan tidak akan masuk. Mungkin saja Zayn sudah memberikan alasannya.
"Apa aku menggaji kau untuk melakukan kesalahan sebesar ini?" Tanya Zayn. Saat ini di tangannya sedang memegang ipad miliknya yang menampilkan sebuah power point berisi proposal yang sudah dibuat oleh seorang direktur senior yang ada di kantornya.
"Maaf tuan, saya lalai. Saya akan memperbaikinya beri saya waktu dua hari," ucapnya.
"Dua hari? Bahkan dalam waktu dua menit saja aku tidak akan memberikannya. Bagaimana bisa proposal ini diberikan kepada klien kita? Apa kau sudah tidak ingin bekerja lagi?" Tanya Zayn pelan namun terkesan menakutkan. Melalui zoom saja aura membunuhnya benar benar terpancar jelas, bagaimana jika bertatap muka langsung?
"Saya mohon tuan, berikan saya keringanan. Saya tahu saya salah. Akibat kelalaian saya yang salah dalam memberikan berkas, seharusnya bukan berkas proposal itu yang saya berikan," ucapnya.
__ADS_1
"Kau tahu aku tidak pernah mentoleransi kesalahan sefatal ini. Klien ini adalah klien penting untuk perusahaan, bagiamana jika mereka tidak jadi memberikan dana sebagai investor? Apa kau sanggup mengganti kerugiannya?" Tanya Zayn.
"Tuan, saya-,"
"Berhenti mengatakan omong kosong dan pergi tinggalkan perusahaan saat ini juga. Kemasi semua barang barang mu, aku tidak ingin melihat mu lagi," ucap Zayn. Ia pun keluar dari zoom meeting begitu saja tanpa mengatakan apa apa lagi. Zayn benar benar tegas dalam pekerjaan. Kesalahan kecil, mungkin dia bisa memaafkannya namun dengan memberikan konsekuensi. Tapi tidak dengan masalah sebesar ini.
Zayn mengambil ponselnya dan menghubungi Math untuk datang menjemputnya sekitar tiga puluh menit lagi.
"Sayang, wake up," ucap Zayn setelah mendekat ke arah kasur dimana ada Jenna yang masih terlelap.
"Ngghhh, masih ngantuk," ucap Jenna.
"Ada apa dengan perusahaan mu?" Tanya Jenna.
"Ada sedikit masalah yang mungkin bisa menimbulkan kerugian puluhan milyar. Aku harus segera membereskannya, tapi sebelum ke kantor aku akan mengantar kamu dulu ke apartement. Kamu lanjut tidur disana," ucap Zayn.
"Baiklah, aku akan bangun dan berganti baju sebentar," ucap Jenna. Zayn menganggukan kepalanya setuju. Jenna pun bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi, namun tiba tiba...
"Akhh," ringisnya. Ia kembali duduk saat kakinya sedikit melangkah ke depan. Zayn menghela nafannya dan berjalan mendekat ke arah Jenna.
"Ini kesalahan ku sayang. Maafkan aku," ucap Zayn. Pria itu mengangkat tubuh Jenna menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Jangan kayak gitu, aku juga menikmatinya," ucap Jenna. Zayn hanya tersenyum dan mengangguk. Jenna bisa paham dari raut wajah Zayn yang terlihat seperti frustasi itu. Bagaimana tidak, puluhan milyar bukanlah uang sedikit. Tentu saja siapa pun akan merasa pusing saat memikirkannya, apalagi jika masalahnya berat.
Setelah mencuci muka dan ganti baju, Jenna berjalan perlahan menuju ke kamar. Disana ada Zayn yang sudah siap dengan tampilan formalnya. Sepertinya pria ini mengganti pakaiannya di dalam kamar.
"Kenapa enggak manggil? Emang udah gak sakit pas jalan?" Tanya Zayn. Pria itu berjalan mendekat ke arah Jenna.
"Sedikit," ucap Jenna. Wanita itu sedikit berjinjit dan mengecup pelan bibir Zayn. Pria itu sedikit mengernyit dengan perilaku Jenna.
"Boleh aku ikut ke kantor kamu?" Tanya Jenna.
Zayn langsung menggelengkan kepalanya spontan setelah mendengar ucapan Jenna.
"Tugas kamu istirahat di rumah. Urusan cari uang biar itu jadi urusan aku, kamu tahunya pas nerima uang aja," ucap Zayn. Memang pria ini setiap bulannya selalu memtrasnfer uang sekitar sepuluh juta untuk Jenna.
"Kita belum nikah mas. Lagian uang yang sering kamu transfer setiap bulannya aku pisahin di rekening lain. Aku gak mau jadi cewek matre, meskipun kamu mampu," ucap Jenna.
"Sudah aku duga kamu akan seperti ini. Tapi itu terserah kamu sayang, yang penting aku selalu memberi kamu uang sebagai bentuk kasih sayang dan peduli aku sebagai calon suami. Sudah ya sekarang kita berangkat? Math sudah berada di lobby," ucap Zayn.
Jenna mengangguk. Wanita itu pun kembali minta di gendong. Manja sekali. Untung Zayn sangat suka saat Jenna manja padanya. Zayn benar benar sangat mencintai wanita ini.
Tbc.
__ADS_1