
***
Pagi hari yang cerah menyapa. Cuaca cerah, secerah senyum yang terpatri di wajah Zayn. Pria itu bangun lebih dulu dari pada Jenna. Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh siang. Tadinya Zayn kira ini masih pagi hari, ternyata sudah hampir siang. Tirai yang tertutup rapat membuatnya semakin nyaman berada satu selimut dengan Jenna, apalagi dia bisa merasakan lembutnya kulit Jenna. Karena mereka tertidur tanpa memakai baju apapun. Wajar, mereka baru saja melakukan pertempuran hebat, sudah pasti ketika pertempuran selesai keduanya akan langsung tertidur karena kelelahan.
Zayn sudah berada di dalam kamar mandi. Pria itu berendam di dalam hangatnya air bathup. Sembari memejamkan mata seolah sangat menikmati hangatnya air bathup yang merilekskan otot ototnya. Namun tidak dipungkiri juga, saat Zayn memejamkan matanya, bayangan bayangan pergulatannya dengan Jenna melintas di pikirannya. Hanya dengan terbayang siluet tubuh Jenna yang sangat indah, mampu membuat miliknya kembali berdiri tegak.
Baru kali ini dia benar benar sangat lemah tentang seorang wanita. Biasanya miliknya tidak akan mudah berdiri begitu saja, tapi ternyata setelah bersama Jenna dia jadi lemah. Miliknya yang lebih lemah. Hanya mencium aroma tubuh Jenna yang khas itu saja sudah membuatnya kelabakan.
"Baperan banget heran, udah tegak aja. Tidur lagi gak?! Bini gue masih tidur, dia kecapean gara gara lo sodok sodok mulu," rutuk Zayn pada miliknya. Pria itu kembali memejamkan matanya. Ia juga sebenarnya masih kelelahan dan butuh tidur. Sepertinya setelah nanti dia mandi dia akan tidur lagi bersama Jenna. Memeluk hangat tubuh wanitanya yang tidak memakai apapun di tubuhnya. Ahh,rasanya tangannya sangat gatal dan ingin sekali merem*s kedua gunung kembar yang semalam terus bergerak akibat ulahnya.
"Punya Jenna legit banget. Mana cairannya juga enak, seneng banget bisa ngerasainnya. Tapi Ghani sama Ryan bilang, cairan yang keluar dari milik cewek itu gak enak, eneg, dan sedikit berbau. Kok punya Jenna enggak ya? Apa karena Jenna merawat tubuhnya dan selalu mengkonsumsi makanan sehat. Belum lagi anak itu suka ngabisin stok buah buahan. Kayaknya iya deh," ucap Zayn.
Dia memang sering mendengar cerita Ryan dan Ghani. Kedua temannya itu suka jajan diluar. Selain untuk edukasi agar nantinya mereka pro, mereka juga melakukan itu karena untuk memenuhi nafsunya. Dan mungkin kalian bertanya bermain dengan seorang wanita bayaran kenapa harus melakukan permainan mulut dan tangan pada milik wanita tersebut? Jawabannya adalah agar Ryan dan Ghani tahu dimana saja titik sensitif wanita. Ryan setelah bertemu dengan Ale jadi tobat, berbeda dengan Ghani. Pria itu masih sama seperti dulu. Bahkan mungkin sekarang lebih maniak lagi.
Diantara mereka bertiga, hanya Zayn saja yang tidak pernah melakukan itu. Mungkin ciuman dan sekedar jamah pernah, tapi hanya pada mantannya, Eliza. Tidak sampai ke tahap yang lebih jauh lagi. Zayn tidak pernah cek out wanita bayaran. Dia masih waras dan masih bisa mengendalikan hawa nafsunya yang besar itu.
Dan pertemuannya dengan Jenna membuat semua pertahanannya luntur. Pria ini tidak lagi bisa menahan dirinya untuk tidak menjamah tubuh Jenna. Tubuh wanitanya yang sangat jadi candu untuknya.
Zayn bangkit dari dalam bathup dan membersihkan tubuhnya dibawah aliran air shower. Miliknya kembali tertidur tanpa ditidurkan oleh Jenna. Untunglah penurut. Selesai mandi Zayn mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer baru menggunakan pakaian. Pakaian santai yang selalu ia gunakan di rumah. Celana boxer hitam dan kaos berwarna putih.
__ADS_1
Pria ini tersenyum kecil saat melihat Jenna yang masih asik tertidur pulas. Ia juga masih lelah, tetapi dia harus membereskan pekerjaannya dulu baru dia kembali main di area tubuh wanitanya. Bau khas setelah bercinta tercium di kamar itu. Ia bahkan tidak ingat berapa ronde semalam dia menggempur Jenna. Yang jelas semua ruang disini hampir ia gunakan.
Selesai bermain di bathup, Zayn memangku Jenna dan membawanya keluar lalu mendudukkan wanitanya diatas meja nakas dan mereka bermain disana dengan posisi berdiri. Bahkan sampai ke balkon kamar juga, mereka bermain di sofa yang ada di sana. Bentuk sofanya cukup memudahkan Zayn untuk melakukan beberapa posisi. Namun ini bukan sofa kamasutra. Hanya sofa biasa saja.
Semalam tentu saja Jenna menolaknya, namun Zayn memaksa. Lagi lagi pria itu yang mendominasi. Tak terhitung berapa lama mereka bermain di balkon itu. Yang jelas Zayn sampai keluar beberapa kali karena ulekan milik Jenna pada miliknya. Untungnya apartementnya yang ini berada di lantai paling tinggi. Jadi tidak akan ada yang bisa melihatnya.
Zayn menarik selimut untuk menutupi tubuh atas Jenna, namun sebelum itu dia sempat membali lembut squishy wanitanya dan berakhir dengan merem*snya. Pria ini seperti tidak pernah kehabisan energi. Jenna tidak bergerak sama sekali saling nyamannya tidur. Zayn hanya terkekeh pelan melihatnya.
Ia mengusap pelan bekas kissma*k yang masih berwarna merah keunguan. Belum pudar dan sangat banyak sekali.
"Ganas banget gue, sampe sampe bibir doi luka," ucap Zayn.
"Keinginan kamu untuk tidak melakukan s*x sebelum adanya pernikahan ternyata tidak terjadi sayang. Karena kamu tidak bisa menolak kemauan nafsu ku. Salahkan dirimu yang terlalu menggoda, sampai sampai aku tidak bisa menahannya," ucap Zayn tersenyum tipis. Pria itu mengecup pelan kening dan bibir Jenna kemudian pergi dari sana untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Jenna masih anteng memejamkan matanya. Tidak ada tanda tanda dia akan bangun dalam waktu ini. Sepertinya wanita ini memang membutuhkan banyak waktu untuk tidur agar tubuhnya tidak terasa sangat sakit. Meskipun itu akan.
Zayn mengambil ponselnya dan laptopnya kemudian duduk di sofa ruang tamu. Dia hendak menghubungi Mathew.
"Iya tuan?" Tanya Math saat telepon terhubung.
__ADS_1
"Bawakan satu set pakaian untuk wanita. Pilih dress saja. Bawakan juga makanan berat, cemilan serta buah buahan kesini," ucap Zayn.
"Baik tuan. Untuk makanannya seperti biasa?" Tanya Math.
"Iya, nasi dan ayam goreng. Anggur, blueeberry, strawberry, dan leci," ucap Zayn. Pria ini sangat hafal makanan kesukaan wanitanya.
"Baik tuan saya akan segera kesana," ucap Math patuh.
"Ada lagi yang anda perlukan?"
Zayn terdiam dan nampak berpikir, ia harus melakukannya atau tidak? Mengganti obat pencegah kehamilan milik Jenna dengan obat penyubur kandungan? Tapi dia kan sudah berjanji akan menuruti apapun kemauan Jenna.
"Tidak ada. Bawakan itu saja kemari," ucap Zayn.
"Baik tuan."
Tut.
Tbc.
__ADS_1