One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
49. Terulang Kembali


__ADS_3

KOMEN NAPA😠


***


Hendri sedang ada keperluan di Bali. Ia juga mendengar jika Jenna pergi kesini bersama Zayn. Kesempatan yang bagus untuk membuat perusahaan Adam merosot melalui anaknya.


Hendri bahkan rela mengeluarkan uang untuk mencari keberadaan Jenna dimana. Ternyata tidak sulit, ia sudah mengantongi beberapa potret kemesraan Jenna dan Zayn. Salah satunya adalah foto ketika Zayn memeluk Jenna di depan pantai. Sayangnya ia tidak mendapatkan foto ketika Jenna dan Zayn berciuman. Tapi tak apa, foto ketika mereka berpelukan pun sudah lebih dari cukup.


Saat ini Hendri sedang berada di salah satu club malam, ia sedang dikerubuni beberapa wanita. Yap, seperti anaknya Hendri juga seorang pemain. Jika kalian bertanya kenapa Yura sering berganti pria bahkan dia sering melakukan having s*x, mungkin itu karena ada gen Hendri di tubuhnya.


Hendri sudah lama sekali melakukan hubungan seperti ini. Entah sebelum menikah dengan Heni dan setelah menikah pun ia tetap melakukan hubungan seperti ini. Hendri adalah pria hidung belang. Sama halnya seperti anaknya yang sering bermain dengan pria hidung belang.


Buah jatuh tidak akan jauh dari tangkainya.


Selama ini Heni tidak pernah tahu mengenai hubungan gelap suaminya dengan wanita lain. Ia hanya mengira jika suaminya memang benar benar berubah. Tapi nyatanya, Hendri tetaplah Hendri. Pria hidung belang yang tidak cukup dengan satu wanita.


Hendri sudah menyusun rencana. Pagi nanti media pasti akan heboh dengan berita yang ia buat. Sebenarnya ia ingin menyebarkan foto itu saat ini juga, namun timing-nya tidak pas. Jadi ia memutuskan akan menyebarkan berita itu besok.


Hendri tersenyum senang, akhirnya ia bisa membuat sedikit gebrakan untuk Adam. Selama ini ia tidak pernah bisa bertindak karena Adam dan keluarganya tidak pernah berperilaku aneh aneh. Bahkan Jenna, anak itu berpacaran lama namun ia tidak pernah mendapatkan kabar jika anak itu sampai tidur dengan kekasihnya.


"Aku ingin dipuaskan malam ini sayang," ucap Hendri kepada kedua orang wanita penghibur yang ada di sisi kiri dan kanannya.


"Tugas kami memang seperti itu kan?" Tanyanya manja.


"Three some. Aku ingin segera melakukannya," ucap Hendri. Ia langsung membawa dua wanita penghibur itu ke salah satu kamar yang ada di club yang ia kunjungi saat ini.

__ADS_1


Hendri memang tidak pernah tanggung tanggung dalam berhubungan intim. Ia selalu memboyong laling sedikitnya dua orang wanita. Sebelum melakukan ini ia memang sering mengkonsumsi obat perangs*ng agar ia bisa bertahan lama.


***


"Jawaban ada di tangan mu nona," ucap Zayn. Pria itu seolah tidak akan melepaskan Jenna malam ini. Sementara Jenna masih bingung. Kesadarannya memang masih hinggap di otaknya, namun lagi lagi sesuatu dalam dirinya meminta lebih.


Zayn masih setia menunggu ucapan Jenna. Ia yakin wanita ini tidak akan tahan lama. Sejak tadi telapa tangan besarnya mengelus elus paha Jenna dibalik dress yang ia gunakan. Ia sengaja melakukan ini agar Jenna semakin dilema. Wanita ini tidak ingin melakukannya namun tubuhnya tidak bisa menolak. Untuk itu Zayn terus menggodanya.


Pening di kepala Jenna semakin terasa. Hawa panas di tubuhnya juga sangat menyiksa. Bahkan peluh di keningnya sudah terlihat.


"Lakukan."


Zayn tersenyum miring mendengar ucapan wanita ini. Sudah pasti dia tidak akan bertahan lama. Zayn tahu wanita ini memang menginginkan hubungan ini, hanya saja ia masih berpikir waras.


"Apa kamu yakin dengan ucapan mu? Kamu tidak akan menyesalinya besok hari?" Tanya Zayn.


Senyum miring di tubuh Zayn semakin tercetak Jelas. Ia dengan tidak sabaran meraup bibir Jenna. Jenna langsung menerimanya dengan baik dan tangan terbuka. Mereka saling mengecup dan berakhir dengan bertukar saliva. Jenna tidak perlu diperintah membuka mulutnya dengan sendirinya. Mempermudah akses lidah Zayn untuk masuk ke dalamnya. Mengabsen setiap inci gigi Jenna.


Cukup lama mereka melakukan kiss sampai akhirnya Zayn melepaskannya saat dirasa Jenna sudah kehabisan oksigen. Ia menatap wajah Jenna yang bersemu merah. Entah karena blushing malu atau karena marah.


"Malam ini, aku tegaskan kamu adalah milik ku. Kamu kekasih ku dan kamu akan menjadi nyonya Zayn Arcellio Nagendra. Ingat itu baik baik," ucap Zayn.


"Pemaksa. Cepat lakukan," erang Jenna. Tubuhnya benar benar sudah dirudung nafsu jahanam. Entahlah pagi nanti ia menyesali keputusannya atau tidak. Yang jelas saat ini dia sudah benar benar gila dengan nafsunya sendiri.


"As your wish Ms. Zayn Nagendra," ucap Zayn. Pria itu kembali menyatukan bibir mereka. Tangan lentik Jenna bergerak melepaskan kancing kemeja milik Zayn hingga semuanya terlepas dan memperlihatkan pahatan tubuh pria itu yang sangat indah.

__ADS_1


Tangannya mengelus pelan roti sobek yang ada di dekatnya. Tindakannya itu membuat Zayn menggeram. Tentu saja ia semakin terbakar gairah. Zayn melepaskan ciumannya dan menarik dress Jenna setelah reslteting di belakangnya terbuka. Matanya menggelap melihat pemadangan indah di depannya. Tubuh wanita ini benar benar sangat menggiurk*n. Pantas saja Zayn tidak pernah bosan menatapnya.


Zayn melepaskan kain penutup kedua squishy milik Jenna. Terpampanglah dua bukit kembar. Zayn langsung mengarahkan mulutnya untuk bermain disana. Tentu saja sqhuishy satunya tidak menganggur, tangan Zayn sudah bermain disana. Tanpa diminta, Jenna mengeluarkan suara indahnya. Zayn sangat menyukai suara ini. Suara paling favorit menurutnya. Tangan Jenna bergerak merem*s kepala Zayn dan menekannya lebih dalam lagi.


Tangan Zayn turun ke bagian sensitif Jenna. Mengusapnya lembut kemudian melepaskan penutup terakhir itu. Zayn ingin bermain disana, namun Jenna langsung menariknya. Sepertinya wanita ini sudah sangat tidak sabar. Zayn pun melepaskan sisa kain yang melekat di tubuhnya termasuk boxer penutup miliknya. Jenna memalingkan wajahnya saat melihat milik Zayn yang sudah tegak sempurna.


Zayn merendahkan tubuhnya namun tidak menindih tubuh Jenna. Ia menarik wajah Jenna agar menatapnya.


"Ini pasti akan sakit lagi. Kamu baru melakukan itu satu kali waktu itu dan setelahnya tidak melakukan lagi. Tapi percayalah, rasa sakitnya akan sebanding dengan kenikmatan yang akan kamu dapatkan," ucap Zayn.


"P-punya om gede banget. Emang muat?" Tanya Jenna pelan.


"I don't know. Tapi kita tidak akan tahu jika kita tidak mencobanya."


Jenna mengerjapkan matanya berkali kali. Ia mengatupkan kedua bibirnya saat milik Zayn menyapa miliknya dibawah sana.


"Kamu mencintaiku?" Tanya Zayn.


"Jenna, Jenna-,"


"Ya, kamu mencintaiku Jennaira. Jangan terus menyangkalnya. Beri saya kesempatan untuk membahagiakan kamu," ucap Zayn. Jenna hanya mengangguk sekilas.


"Tahan, cengkram bahu saya jika kamu merasa ini sangat sakit. Let's play baby girl," bisik Zayn diakhir ucapan.


Tbc.

__ADS_1


Mewrindwing guwysss😭😭👍


__ADS_2