One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
63. Tamu Bulanan


__ADS_3

***


Zayn menghela nafasnya dan mengambil minyak telon yang diminta oleh Jenna. Pria itu menyingkap kaos yang digunakan oleh Jenna, menampilkan perut rata yang sangat putih dan mulus. Tangan besarnya mendarat disana. Mengoleskan cairan minyak telon yang wanginya sangat mirip dengan bayi.


Tubuh Zayn menegang saat ia mengusap pelan perut Jenna. Adegan demi adegan sensual terputar indah di otaknya tatkala ia melakukannya dengan Jenna. Sepulang dari Bali, ia sama sekali belum mengisi dayanya. Rasanya ia ingin sekali melakukannya.


Kerutan di dahi Jenna belum juga hilang, perutnya sangat sakit sekali saat merasakan perutnya yang terasa diperas. Ternyata sakit menstruasi cukup menyiksa. Belum lagi pinggangnya juga terasa sakit. Jenna merasakan usapan lembut tangan Zayn pada perutnya yang makin lama makin naik ke atas.


"Jangan nakal tangannya. Cukup perut aja jangan ke area lain," ucap Jenna.


"Iya," cicit Zayn. Gagal sudah keinginannya untuk merem*s milik wanitanya ini. Zayn pria normal tentu saja otaknya berfantasi tanpa diminta apalagi di depannya terpampang tubuh seorang wanita yang selalu ia damba. Semua bagian tubuh Jenna seakan sudah menjadi candu untuknya.


"Kamu kenapa hm? Kayak kesakitan gitu? Perutnya sakit banget ya? Makan pedes?" Tanya Zayn.


"Enggak, Jenna menstruasi om," ucap Jenna.


Zayn terdiam sebelum akhirnya dirinya sangat syok mendengar ucapan Jenna. Menstruasi? Itu artinya ia tidak akan bermain dengan Jenna? Yang benar saja!


"Serius kamu?" Tanya Zayn. Matanya menatap ke arah Jenna.


"Buat apa Jenna bohong," ucap Jenna. Zayn yang tidak percaya pun meraba bagian **** * Jenna. Benar, disana ada yang menghalangi milik kekasihnya ini. Zayn cemberut, ia melirik miliknya dibalik celana bahannya. Kasihan sekali miliknya ini tidak akan masuk ke sangkarnya. Padahal miliknya sudah meriang ingin masuk dan mengacak acak milik Jenna.


Zayn ikut berbaring dan memeluk Jenna. Pria itu menarik tubuh Jenna agar miring. Ia mendaratkan kepalanya pada dada Jenna.


"Kok menstruasi sih? Kan lama sayang," ucap Zayn yang merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


"Namanya juga perempuan om. Sini atasan dikit, jangan peluk Jenna dengan posisi seperti ini," ucap Jenna. Ia yang ingin dipeluk bukannya Zayn. Yang sakit dia bukan Zayn.


"Gak mau, enakan gini. Empuk," ucap Zayn. Ia semakin menekan dalam wajahnya pada kedua benda empuk yang mirip squishy itu. Iya mirip squishy, karena ketika ditekan atau di rem*s pasti akan kembali ke bentuk semula. Namun keesokan harinya ukurannya pasti akan bertambah jika dengan intens di rem*s.


Jenna menghela nafasnya dan memeluk pria di dalam pelukannya ini. Ia menghirup dalam aroma yang menguar dari rambut Zayn. Sangat harum sekali.


"Om, boleh minta tolong?" Tanya Jenna.


"Apa?"


"Pijitin pinggang Jenna. Sakit banget dari tadi. Gak papa?" Tanya Jenna.


"Yaudah tengkurep kamunya," ucap Zayn. Ia melepaskan diri dari pelukan Jenna. Sedangkan Jenna langsung tidur tengkurap.


"Dada kamu gak sakit keteken?" Tanya Zayn.


Zayn mengangguk samar dan mulai memijit pinggang ramping milik Jenna. Jenna sendiri memejamkan matanya, menikmati pijatan tangan besar Zayn pada pinggangnya.


Semakin lama, Jenna semakin terbuai dengan kenikmatan yang ia terima dari pijatan itu. Tanpa sadar Jenna pun memejamkan matanya dan kembali tertidur.


Tangan Zayn terasa sangat gatal ingin sekali memijat bagian lain yang menonjol sejak tadi. Pantat sintal itu, rasanya Zayn ingin sekali menamparnya sampai lima jarinya membekas disana seperti waktu itu. Sialnya Jenna memakai celana sangat pendek dan cukup mencetak bokongnya ini.


Zayn melirik ke arah Jenna. Wanita itu sepertinya sudah tertidur lelap. Buktinya Zayn dapat mendengar dengkuran halus dari wanitanya itu. Dengan nakal tangannya merem*s bokong sintal milik Jenna. Tidak ada reaksi apa apa membuat nyali Zayn terasa ditantang. Pria itu pun kembali merem*snya cukup kuat hingga Jenna terganggu dalam tidurnya. Dirasa sudah puas Zayn pun berhenti. Ia membalikan posisi tidur kekasihnya ini agar tidak tengkurap.


Zayn ikut tiduran dan memeluk tubuh Jenna begitu sebaliknya. Jenna sempat bergumam 'nyaman' dan itu di dengan cukup jelas oleh Zayn. Senyum lebar terbit di wajahnya. Ia mengecup sekilas bibir Jenna dan ikut tertidur.

__ADS_1


***


Tak berselang lama sekitar satu jam setelah Zayn ikut tertidur, pria itu terbangun. Ia melihat Jenna yang memeluk guling di samping kanannya. Zayn pun bangun dan duduk diatas tempat tidur untuk mengumpulkan nyawanya. Cukup lama, setelah itu ia pun bangun dan mencuci wajahnya di kamar mandi. Ia melirik ke arah rak yang ada di sebelah cermin wastafel. Disana hanya ada satu lagi persediaan pembal*t milik Jenna. Zayn pun berinisiatif untuk membelikannya.


Ia keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan keluar apartment. Untungnya apartement ini dekat dengan mini market, jadi ia tidak perlu jauh jauh pergi. Sekitar delapan menit berjalan ia sampai di mini market.


Zayn langsung berjalan ke arah cemilan juga es krim baru ke arah pembal*t. Untungnya tadi dia juga sempat melihat merk roti jepang yang selalu dipakai Jenna. Jadi tanpa perlu bertanya pada pelayan toko, Zayn pun sudah tahu. Setelah selesai, ia pun pergi ke kasir.


"Ini buat ceweknya ya mas?" Tanya pelayan wanita di kasir.


"Bukan, itu untuk istri saya," ucap Zayn.


"Oh. Jarang jarang loh ada suami yang mau beliin istrinya ginian. Masnya hebat pasti mbaknya bangga punya suami kayak mas," ucapnya. Zayn hanya tersenyum tipis.


"Totalnya jadi seratus enam puluh tujuh ribu delapan ratus," ucap kasir.


Zayn mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah dan memberikannya pada kasir itu.


"Kembaliaanya diambil aja. Terimakasih," ucap Zayn. Ia mengambil kantong belanjaannya dan pergi dari mini market itu.


Sedangkan mbak kasir tadi masih terbengong melihat Zayn yang pergi.


"Ganteng banget, kirain belum punya bini. Kalo masih pacaran kan sabi buat di tikung dulu. Udah cakep, tajir, perhatian lagi. Kapan ya punya modelan gitu," gumamnya. Ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sementara itu, Zayn baru saja keluar dari dalam lift. Ia menekan sandi untuk masuk ke dalam unit milik Jenna. Zayn menyimpan belanjaannya di meja makan dan melihat ke dalam kamar tidur, disana Jenna masih terlelap dengan damai. Zayn tersenyum, dalam kondisi tertidur pun kekasihnya itu masih saja cantik. Entah sudah berapa puluh kali Zayn memuji kecantikan Jenna.

__ADS_1


Zayn pun beralih ke dapur. Mengambil minuman bersoda dari dalam kulkas milik Jenna. Tangannya memegang benda pipih. Ia sedang berselancar di google. Mencari tahu apa saja yang diinginkan wanita ketika sedang menstruasi. Zayn berusaha menjadi cowok peka tanpa perlu di kode.


Tbc.


__ADS_2