
***
"Sombong sekali dia. Memangnya dia siapa? So soan simpan kartu nama di depan kita," ucapnya.
"Tapi penasaran juga dia siapa," ucap temannya. Ia pun mengambil kartu nama yang ditinggalkan oleh Jenna. Disana ia melihat nama panjang Jenna.
Jennaira Adam Aracelli
Ast. Direktur
"Namanya Jennaira Adam, dia asisten direktur dari perusahaan Adam's Corp," ucap temannya.
Tiba tiba ibu penjual bakso meletakan bakso pesanan ibu ibu itu dan melihat nama yang ia kenal sedang dibicarakan.
"Maaf bu, memangnya ada masalah apa dengan Jenna?" Tanyanya.
"Ini, dia songong banget pake baju mewah sama tas branded. Saya yakin sih itu barang kw semua," ucapnya.
"Ibu tidak tahu siapa Jennaira?" Tanya penjual bakso.
"Tidak. Memangnya dia siapa? Bukan orang penting juga, kenapa harus tahu," ucapnya.
"Jennaira Adam adalah anak Adam Malik Wicaksono. Salah satu pemilik perusahaan properti terbesar di Indonesia. Kakeknya juga bernama Malik Wicaksono, beliau pemilik dari hotel Grand Luxury. Salah satu hotel dengan harga fantastis bu," ucap ibu penjual bakso.
"Hah? K-kok bisa?" Tanyanya speechless.
"Bisa bu. Dia pelanggan saya sejak dia SMA. Dan pria tadi, itu adalah tunangannya. Dia Zayn Nagendra, CEO dari Nagendra Group," ucap ibu penjual bakso. Ibu penjual bakso paling update tentang berita yang viral. Tentu saja dia tahu tentang Jenna.
Mereka semakin speechless. Ternyata orang yang mereka gunjing bukan lah orang sembarangan. Mereka berdua adalah orang orang kelas atas. Menyesal? Tentu saja. Ternyata julidnya mereka salah sasaran.
__ADS_1
Sementara itu dilain tempat, Jenna dan Zayn masih berada di dalam mobil. Mereka sedang menuju ke rumah Jenna untuk packing. Sekalian mereka pamitan pada Adam dan juga Jeni. Sejak tadi, Jenna terus meremas tissue yang berada di tangannya. Jenna sangat kesal sekali dengan ibu ibu tadi. Mereka berbicara tanpa tahu faktanya. Jenna sangat sangat kesal sekali. Ia melampiaskan kekesalannya itu pada lembaran tissue yang ia ambil. Sedangkan Zayn hanya tersenyum, ia membiarkan wanitanya itu meluapkan kekesalannya. Dari pada Zayn melarangnya yang ada perasaan Jenna akan semakin tidak baik. Bagaimana jika moodnya jadi tidak bagus? Tentunya Zayn yang akan jadi sasarannya.
Tak berselang lama, mereka pun sampai di depan rumah Jenna. Zayn melihat jika wanita itu masih kesal. Pria itu melepaskan seat belt yang ia pakai berikut dengan seat belt milik Jenna juga dilepaskan. Zayn menarik Jenna ke dalam pelukannya. Ia menepuk nepuk pelan punggung wanitanya.
"Kesel banget, mereka ngata ngatain barang barang aku kw. Padahal ini ori semua," ucap Jenna.
"Mana mereka bilang pakaian kita gak sesuai dengan tempat makan. Emangnya kenapa kalo Jenna suka makan bakso disana? Lagi pula itu bakso langganan Jenna sejak SMA. Kesel banget ih," ucap Jenna.
"Sstttt, iya sayang. Aku ngerti, kamu pasti kesel banget sama mulut lemes mereka kan? Tapi kita kan orang berpendidikan, tindakan kamu tadi itu udah benar. Memberitahu tanpa membentak apalagi mencari keributan. Kamu tahu, aku bangga banget sama kamu. Kamu bisa nahan emosi kamu sejak tadi," ucap Zayn.
"Kesel, gak tahu pokoknya kesel," ucap Jenna.
"I now dear," ucap Zayn. Ia masih memeluk tubuh Jenna. Jenna juga masih memeluk pria itu. Entah kenapa rasa kesalnya menguap begitu saja setelah dipeluk oleh prianya ini.
Tunggu dulu, prianya? Lucu sekali. Dulu saja Jenna menolak kehadiran pria ini, namun lihatlah sekarang. Jenna seolah menjilat ludahnya sendiri. Wanita ini semakin menempel pada Zayn.
"Sekarang kita masuk terus packing. Satu jam lagi kita berangkat," ucap Zayn. Jenna menganggukan kepalanya. Mereka pun keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah. Disana sudah ada Adam dan Jeni yang sedang menunggu mereka di ruang keluarga. Zayn dan Jenna bergabung disana.
"Mami sih pake sibuk urus butik. Mana banyak lagi, sekarang ditambah cafe. Kan makin jarang ketemu sama Jenna-nya," ucap Jenna.
"Maafin mami, tapi mami kan gak bisa diem aja di rumah sayang. Mami bakalan kebosanan, kamu tahu sendiri mami kalo bosen uring uringannya kayak gimana," ucap Jeni.
"Ya kalo mami bosen shopping aja. Habisin duit papi yang bejibun itu," ucap Jenna.
"Udah bosen mami shopping mulu dari semenjak mami sama papi pacaran," ucap Jeni. Ia sengaja mengatakan ini karena ingin membuat Zayn juga memperlakukan putri semata wayangnya ini sama.
Namun tanpa sepengetahuan Jeni, Zayn selalu membelikan Jenna barang barang brandee tanpa sepengetahuan Jenna. Ia sengaja karena Jenna adalah manusia yang paling anti meminta. Jenna sepertinya di didik untuk selalu bekerja keras untuk mendapatkan apa yang ia mau. Terbukti saat ini, Jenna selalu memarahi Zayn saat Zayn membelikannya barang tanpa sepengetahuan wanita ini.
"Om Zayn juga gitu ke Jenna. Kemarin aja baru beliin Jenna hells ini. Limited loh mi," ucap Jenna. Ia menaikan sedikit kakinya. Memamerkan hells barunya.
__ADS_1
"Ih, itu hells yang mami mau. Mami udah ikut p.o tapo udah dua bulan belum juga dikirim," ucap Jeni.
"Ini edisi terbatas mi. Yang bakalan mami dapet kauaknya second product deh. Iya gak om?" Tanya Jenna.
"Biasanya memang gitu. Produk limitied hanya dibuat untuk edisi terbatas. Setahu Zayn, hells ini cuma di produksi satu aja tante. Tante ikut p.o dimana?" Tanya Zayn.
"Di tempat biasa tante beli barang luar. Di tempat jastip," ucap Jeni.
"Coba tante cari tahu lagi, takutnya yang dikirim enggak ori. Sayang keluar uang banyak," ucap Zayn.
"Kamu bener juga calon mantu. Iya deh nanti tante coba cari tahu lagi," ucap Jeni.
"Ya udah deh mi, Jenna sekalian pamit mau pergi ke Bali. Hotel disana mau di resmikan besok," ucap Jenna.
"Hati hati ya? Mami udah packing-in barang barang kamu. Nanti suruh pak Ucup masukin barangnya ke mobil Zayn," ucap Jeni.
"Iya mi," jawab Jenna. Ia pun beralih memeluk papinya.
"Jaga diri kamu, nakal boleh tapi tahu batasan," ucap Adam.
"Iya papi."
"Titip anak om. Jagain dia, jangan buat dia sedih lagi. Dia udah sayang sama kamu kayaknya," ucap Adam.
"IH PAPI APAAN SIH?!" sangkal Jenna.
Zayn hanya terkekeh melihatnya. "Iya om, Zayn usahakan untuk selalu menjaga Jenna. Om bisa lakukan apapun ke Zayn kalo Jenna sampe kenapa napa."
Adam hanya mengangguk sekilas. Mereka pun pergi keluar rumah untuk mengantar Zayn dan Jenna. Koper milik Jenna juga sudah berada di bagasi mobil.
__ADS_1
Tbc.