
***
Jenna sejak tadi terus diam sambil sesekali meracau tidak jelas. Ia sedang berada di dalam mobil bersama dengan Zayn. Zayn hanya sesekali melirik ke arah Jenna dan tersenyum kecil. Ia kira Jenna akan meladeni Ghani dengan penuh perasaan, tahunya Ghani dibuat muntah muntah tidak jelas. Namun Jenna juga kena imbasnya, meskipun ia tida minum sebanyak Ghani, tapi tetap saja dia teler. Jenna memang teler namun ia masih sedikit sadar dan tidak terlalu teler parah.
Jenna bergumam lalu tertidur. Ia memeluk tubuhnya yang kedinginan. Zayn yang melihat itu langsung menurunkan suhu ac mobil dan kemudian menghentikan mobilnya dan melepaskan jas yang ia pakai. Ia menutupi tubuh Jenna dengan jas itu. Jenna terlihat damai sekali ketika tertidur. Padahal dia tidur dengan tidak nyaman. Namun tidurnya tetap lelap. Zayn segera melajukan mobilnya lagi menuju ke apartement milik Jenna.
Perjalanan menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit. Zayn dan Jenna sampai di bassement apartement. Zayn keluar lebih dulu lalu mengeluarkan Jenna dari dalam mobil dan membawa Jenna ke dalam lift untuk sampai ke depan kamar apartement mereka. Sejak tadi, Zayn tidak pernah bosan untuk memperhatikan wajah Jenna. Wajah wanita ini sangat cantik sekali. Zayn tidak pernah bosan melihatnya. Rasanya Zayn ingin selalu melihatnya. Apalagi sekarang setiap kali Zayn bangun pagi, yang pertama kali ia lihat adalah Jenna. Jennaira Adam Nagendra. Yap, Zayn akan segera mematenkan nama belakangnya ke nama belakang Jenna.
Zayn menempelkan sidik jarinya di pintu apartement Jenna agar pintu bisa terbuka. Setelah terdengar bunyi bip, akhirnya pintu pun terbuka. Zayn masuk ke dalam apartement itu dan berjalan sampai ke dalam kamar Jenna. Perlahan, Zayn menurunkan Jenna ke atas kasur empuk milik Jenna. Zayn melepaskan hells juga menaikan selimut untuk Jenna. Sebelum pergi, pria itu mengecup pelan bibir Jenna.
"Tidur nyenyak love. Aku akan mandi sebentar lalu akan tidur bersama mu," ucap Zayn pelan. Pria itu pun pergi dari sana menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tak lama, Zayn hanya menghabiskan waktu sekitar tujuh menit. Tidak lama, karena memang sudah malam. Ia mandi hanya untuk menyegarkan tubuhnya. Selesai mandi, Zayn langsung menggunakan boxer hitam miliknya dan berjalan keluar walk in closet. Zayn akan segera tidur. Perlahan ia naik ke atas tempat tidur setelah memastikan keadaan apartement aman.
"Kenapa harus cantik banget sih?! Kan ribet banyak yang suka, aku gak suka sayang," gumam Zayn. Pria itu menggigit pelan ujung dagu Jenna. Wanita itu sedikit bergerak dalam tidurnya. Bahkan matanya juga sedikit terbuka. Ia bergumam dan menarik Zayn sehingga jatuh ke atas tubuhnya. Jenna menghirup dalam aroma tubuh Zayn yang wangi maskulin. Apa pria ini menggunakan parfume ketika akan tidur? Wangi sekali.
"Tidur lagi," ucap Zayn.
"Pengen nen*n," ucap Jenna sembari mengelus pelan bagian dada Zayn. Zayn mengernyit dan menarik tangan Jenna yang bermain main di area dadanya.
__ADS_1
"Jangan, aku aja yang nen*n sama kamu," ucap Zayn.
Jenna melengkungkan bibirnya, "Curang. Gantian mas," ucapnya.
"Gak bisa kamu his*p sayang, kecuali ini," ucap Zayn. Tangan pria itu menarik lengan Jenna ke area selangk*ngan miliknya dan mengusapnya lembut disana.
"Tegang? Mau?" Tanya Jenna. Tatapan wanita itu sangat sayu sekali seolah memang menginginkan untuk Zayn terjang saat ini juga.
"Enggak, tapi setelah menikah nanti aku akan sering meminta jatah ku sayang," ucap Zayn. Jujur saja, jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam Zayn memang sangat menginginkannya. Pria normal mana yang akan menolak hal seperti ini? Namun Zayn mencintai Jenna dengan tulus, saat ini ia tidak akan memasuki Jenna seperti biasanya. Ia akan menikahi wanita ini dulu.
"Kapan nikahnya?" Tanya Jenna. Wanita itu menyimpan kepalanya pada bantal yang ada di dekatnya. Sebab tadi Jenna mengangkat kepalanya.
"Secepatnya," ucap Jenna pelan. Ia menarik tubuh Zayn agar tiduran diatas kasur miliknya. Jenna memajukan wajahnya ke dekat dada Zayn kemudian membuka mulutnya dan menjilat put*ng milik Zayn.
"Grrhhmmm." Zayn menggeram tertahan saat put*ng miliknya di jilat lalu di kul*m seenaknya.
"S-sa-ya-nggh," ucap Zayn terbata. Entah kenapa rasanya sedikit ngilu dan merinding. Mungkin seperti ini rasanya ketika put*ng dihisap. Pantas saja Jenna selalu meremas rambutnya saat Zayn menghis*p put*ng milik wanita ini.
"Mmmm," gumam Jenna. Wanita itu memeluk tubuh Zayn.
__ADS_1
Cukup lama Jenna melakukan hal itu sampai akhirnya wanita itu tertidur dengan tidak berdosanya.
"Awas saja sayang, besok keluarga kita akan bertemu untuk membahas acara tunangan kita bahkan untuk membahas pernikahan kita juga. Tunggu saja, aku akan menghajar kamu setiap malam. Bahkan aku akan mengisi daya melalui s*x," ucap Zayn tersenyum licik.
Benar. Tanpa sepengetahuan Jenna, Zayn sudah mengatur pertemuan kedua orang tuanya untuk membahas hal itu. Yaitu acara tunangan dan pernikahan. Zayn benar benar tidak sabar untuk memperistri Jenna. Dan setelah Jenna menikah dengannya, Zayn akan mengalihkan pekerjaan Jenna ke kantor miliknya. Jenna akan diangkat menjadi wakil CEO. Tugasnya hanya satu, yaitu melayani nafsunya setiap waktu. Bahkan Zayn sudah membayangkan betapa nikmatnya bercinta di kantor. Jenna tertidur diatas meja kerjanya dengan dia di bawah wanita ini. Memacu dengan kuat sampai Jenna kelelahan dan tidak sadarkan diri.
***
Sementara itu dilain sisi, Ryan terus menempel pada Ale. Pria itu tidak mau pergi dari apartement Ale. Bahkan Ale sudah mengusir Ryan bahkan meminta pria itu pergi, namun Ryan tidak memiliki telinga sepertinya. Karena dia tidak mendengar apa yang Ale katakan. Ale sudah benar benar kesal, bahkan pria itu benar benar menguji kesabarannya. Ale dipaksa duduk di sofa dengan Ryan yang memeluk tubuhnya dan menyandarkan kepalanya pada bahu kiri Ale. Tangan kirinya mengelus pelan perut Ale yang rata.
"Diem," ucap Ale. Ia menepis pelan tangan Ryan agar tidak mengelus perutnya lagi.
"Gak mau babe. Aku suka kayak gini, apalagi masuk ke dalam dress kamu terus naik ke atas sini. Terus rem*s benda kenyal ini," ucap Ryan. Tangannya hendak naik ke atas dada Ale, namun dengan cepat Ale menahannya agar tangan itu tidak merembat kemana mana.
"Ih, mau rem*s sayang. Gemes aku sama ini kamu," ucap Ryan.
"Diem atau pulang?!" Ucap Ale galak. Pasalnya wanita itu sedang menonton film di youtube. Ia paling tidak suka di ganggu. Sedangkan Ryan, pria itu langsung menurut dan diam memeluk tubuh Ale dengan manjanya. Lebih baik ia menuruti kemauan Ale dari pada wanita ini marah dan tidak mau di tempeli olehnya.
Tbc.
__ADS_1