
***
Setelah dihajar habis habisan kemarin oleh Ryan, Ale benar benar tepar dan langsung tertidur lelap. Gadis itu bahkan mengabaikan perutnya yang terasa sakit akibat belum diisi makanan atau pun air minum. Ryan benar benar menyiksanya kemarin.
Saat ini, Ale sudah terbangun dan sudah membersihkan dirinya serta memakai pakaian. Saat bangun tadi, Ale hanya terdiam. Ia ingin berteriak dan menggila setelah sadar jika apa yang terjadi padanya kemarin benar benar kenyataan dan bukan mimpi semata. Namun, untuk apa? Semuanya benar benar sudah terjadi dan tidak ada lagi jalan untuk dirinya kembali seperti semula. Sejak tadi, Ale terus menatap ke satu arah dengan tatapan kosong. Bahkan makanan yang diberikan oleh Ryan tidak ia sentuh satu pun.
Ale tidak dibiarkan pulang oleh Ryan. Ia tidak mau wanita ini bertindak bodoh ketika sedang sendirian. Bagaimana pun Ryan tahu jika jiwa Ale benar benar terguncang akibat ulahnya, namun anehnya Ryan tidak merasa menyesal. Ia justru senang karena akhirnya Ale jadi miliknya seutuhnya. Bahkan Ryan sudah mengatakan kepada kedua orang tuanya jika dia akan menikahi Ale dalam waktu dekat ini.
"Babe," panggil Ryan. Namun Ale masih dengan posisi yang sama. Tidak menoleh sama sekali, bahkan terlihat jika Ale tidak mendengar panggilan Ryan.
"Kenapa enggak makan? Dari kemarin kamu gak makan loh," ucap Ryan.
"Babe, kamu bisa bicara kan? Kenapa diam saja?" Tanya Ryan.
Ale benar benar tidak mau menjawab ucapan Ryan. Ia memilih diam seribu bahasa. Peduli setan Ryan akan mengamuk dan akan merusaknya lagi seperti kemarin. Ale sudah benar benar tidak memiliki harga diri. Semuanya sudah di renggut oleh Ryan di malam kemarin.
Ryan menghela nafasnya saat tidak ada jawaban apapun dari wanita di depannya. Ia pun berinisiatif memeluk wanita itu. Tidak berontak dan juga tidak menerima apalagi membalas pelukan Ryan. Ale hanya diam, seperti patung.
"Aku tahu, cara ku untuk memiliki mu memang terkesan sangat tidak masuk akal dan lebih ke melecehkan kamu. Tapi kamu harus tahu kenapa aku seperti ini, andai saja kamu tidak menolak mungkin semua ini tidak pernah terjadi," ucap Ryan. Ia mendaratkan kecupannya pada kepala wanita di depannya. Sangat harum sekali.
"Aku tidak menyesal tapi aku akan tetap meminta maaf. Maaf karena membuat mu seperti ini, aku mohon bicaralah. Jangan terus diam seperti ini," ucap Ryan.
"Mama minta ketemu dengan kedua orang tua kamu untuk membahas pernikahan. Aku harap kamu mau menerimanya," ucap Ryan.
__ADS_1
"Aku tidak mau."
Akhirnya Ale bersuara. Namun itu penolakan.
"Aku tidak butuh pendapat kamu, yang pasti di dalam rahim mu ini, sudah pasti calon anak kita sudah mulai tumbuh," ucap Ryan.
Deg.
Calon anak? Jadi Ryan mengeluarkan benihnya benar benar di dalam rahim Ale? Kenapa semua ini harus terjadi padanya?! Kenapa harus dia?! Ale tidak pernah menyinggung siapa pun, tapi kenapa kemalangan sangat besar menimpanya hari ini?
"Aku akan menggugurkan anak ini," ucap Ale. Wanita itu melepaskan pelukan Ryan namun Ryan dengan cepat menahannya. Dia tidak akan pernah rela calon anaknya dibunuh oleh ibunga sendiri.
"Kamu mengatakan itu, semakin membuat aku yakin jika aku memang harus menjerat hidup kamu selamanya. Malam ini, aku akan mengatur pertemuan kedua orang tua kita. Dengan atau tanpanya kedatangan kamu, aku tidak peduli," ucap Ryan. Pria itu bangkit dari duduknya dan mengambil ponselnya kemudian menghubungi bawahannya untuk mengatur semuanya.
Ryan sudah mengirimkan pesan pada kedua orang tua Ale melalui telepon genggam Ale. Ia mengatakan itu semua dan untungnya dengan cepat mendapat respon yang diinginkan oleh Ryan. Selain itu dia juga sudah menghubungi kedua orang tuanya untuk datang nanti malam.
"Mereka akan datang malam ini, sekarang pilihan mu hanya satu. Mengikuti kemauan ku atau aku akan menghancurkan semua restoran yang sudah lama dibangun oleh kedua orang tua mu," ucap Ryan. Ia memang sengaja mengeluarkan ancaman ini agar Ale menurut padanya.
"Bajing*n," umpat Ale. Ia meremas kuat kedua tangannya untuk menyalurkan emosinya. Tiba tiba ia memukuli perutnya karena benih yang diberikan oleh Ryan. Ryan tentu saja langsung menghalangi aksi Ale yang memukuli perutnya. Disana ada anaknya.
"Kamu gila!! Itu anak aku," teriak Ryan.
"Ini memang anak lo, seharusnya lo kandung sendiri jangan nyusahin rahim gue sialan," ucap Ale emosi. Sejak pagi dia sudah menahan emosinya yang akan meledak ledak. Akhirnya emosinya keluar juga.
__ADS_1
Ale menggila, ia benar benar seperti orang kesetanan. Ia tidak suka dengan kehidupannya yang sangat gila seperti ini. Kenapa takdir sangat jahat sekali padanya.
"BERHENTI ALESHA! JANGAN MENYAKITI DIRIMU DAN ANAK KITA. AKU TIDAK AKAN SEGAN SEGAN UNTUK MENGHUKUM KAMU!!" teriak Ryan saat Ale akan memukul cermin di depan mereka.
"LEPASIN. GUE GAK MAU HIDUP LAGI, GUE UDAH GAK BERGUNA. LO UDAH HANCURIN HIDUP GUE, HANCURIN MASA DEPAN GUE," teriak Ale.
Ryan mengumpati dirinya yang bodoh. Ale sedang dalam emosi yang tidak stabil seharusnya dia tidak terbawa emosi juga. Jika dia marah maka Ale akan semakin marah.
"Alesha, dengarkan aku. Aku mohon berhenti seperti ini, apa kamu tidak kasihan dengan diri kamu sendiri? Aku tahu aku salah, jangan sakiti diri kamu seperti ini. Lebih baik kamu pukuli saja aku," ucap Ryan.
"Apa itu berguna? APA ITU BERGUNA BUAT BALIKIN SEMUANYA KAYAK SEMULA? LO BISA BALIKIN VIRGIN GUE GAK?! ENGGAK KAN?!!" ucap Ale.
Wanita ini benar benar menggila. Bahkan Ale tidak bisa mengontrol emosinya seperti biasanya. Yang ia inginkan adalah marah marah seperti ini.
Ryan tidak tahan lagi. Yang mampu dia lakukan saat ini adalah hanya menahan dan memeluk tubuh Ale. Bahkan beberapa kali dia hampir terhuyung karena ulah Ale yang terus terusan menggila. Ryan membiarkannya, membiarkan wanita ini mengekspresikan emosinya. Semoga dengan seperti itu, dia bisa lebih tenang lagi nantinya.
"Apa kamu tidak menyayangi anak ini? Aku yang bersalah, kamu seharusnya tidak seperti ini. Aku mohon Alesha," ucap Ryan pelan.
Makin lama energi Ale semakin habis. Ia benar benar lelah apalagi tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Tubuh Ale tiba tiba merosot dan pingsan. Ryan sudah menduga hal ini akan terjadi pada Ale.
"Maafkan aku sayang," ucap Ryan pelan.
Tbc.
__ADS_1
Makin sepi, gak tahu lagi harus gimana. Mungkin ceritanya emang gak pernah menarik dan gak banyak yang suka juga wkwk.