
***
Hari yang ditunggu pun tiba. Hari dimana semua orang dan dunia akan tahu jika Jenna dan Zayn akan meresmikan hubungan mereka. Dengan peresmian ini juga menjadi bukti serta halangan untuk orang orang yang berusaha mendekati keduanya. Entah Zayn atau Jenna. Keduanya memang banyak di incar untuk dijadikan sebagai pasangan.
Zayn terlahir dari keluarga yang memiliki kekayaan yang banyak. Selain itu juga dia diberi wajah yang tampan dengan proporsi tubuh yang sangat menawan. Sementara Jenna, wanita itu juga terlahir dari keluarga yang kaya raya. Memiliki wajah cantik juga otak yang cerdas. Terbukti sejak dia bergabung di perusahaan Adam's Corp, perusahaan memiliki kelonjakan keuangan yang sangat signifikan. Jenna berhasil menggaet para investor untuk bekerja sama dengan perusahaannya. Tentu saja itu juga lah yang di incar oleh para laki laki di luar sana.
Meskipun banyak yang mengincar keduanya, namun Jenna dan Zayn mampu melewatinya. Buktinya sampai saat ini keduanya masih bersama dan tidak pernah terpisahkan. Semoga saja ke depannya tetap seperti itu.
Gelaran pesta pernikahan Jenna dan Zayn sudah diketahui semua orang. Bahkan semua media sudah memenuhi area mansion Adam. Mereka ingin meliput berita yang sedang havening ini. Namun sayangnya mereka tidak bisa berbuat banyak, jarak dari gerbang depan menuju ke pintu masuk mansion cukup jauh. Setidaknya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit dengan menggunakan mobil untuk sampai di mansion Adam. Cukup jauh memang.
Siang hari sekitar pukul dua, diagendakan acara ijab kabul. Zayn dan semua keluarga sudah berkumpul beserta juga dengan penghulu yang akan menikahkannya dengan Jenna. Pria itu memakai jas berwarna putih, senada dengan gaun yang dipakai Jenna. Namun saat ijab Jenna tidak langsung turun. Dia menunggu sampai ijab selesai.
Saat ijab tadi, Jenna benar benar tidak bisa tenang. Perasaannya sangat campur aduk sekali. Senang tentu saja, namun dibalik senang itu ada beberapa perasaan lain. Cemas, khawatir dan yang lainnya. Jenna memang terlalu overthinking sehingga cemas itu timbul karena pemikirannya sendiri.
Jenna diam di dalam kamarnya bersama Ale. Dia benar benar takut, takut Zayn salah mengucapkan kata kata yang serung diucapkan pria untuk menikahi wanita. Tapi Jenna mencoba percaya pada Zayn.
Di dalam kamar tersebut juga Jenna bisa melihat orang orang yang ada disana termasuk Zayn. Dia tersenyum kecil saat melihat prianya sangat tampan dengan balutan tuxedo berwarna serba putih. Ini kali pertamanya Jenna melihat Zayn memakai warna lain selain hitam.
Jenna memejamkan matanya sembari memegang tangan Ale yang menemaninya. Zayn sedang mengucapkan ijab kabul. Acara memang sudah dimulai sejak beberapa menit yang lalu. Jenna benar benar tidak tahu kenapa rasanya seperti ini. Jantungnya sejak tadi terus berdetak dengan kencang. Rasanya jantungnya ini seolah akan meloncat dari tempatnya.
"Relax Jennai," ucap Ale.
Jenna menghela nafasnya dan mengangguk. Dia terus memegang tangan Ale. Tanpa Ale sadar juga tangan Jenna sudah basah karena berkeringat. Sepertinya Jenna ikut ikutan nervous. Apa Zayn juga nervous disana?
"Bagaimana para saksi, sah?" Tanya penghulu.
__ADS_1
"Sahhhh!"
"Selamat, anda sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Sekarang mempelai wanita bisa turun dan bergabung," ucap penghulu tersebut.
Zayn tersenyum dan berjabat tangan lagi dengan penghulu tadi. Yang menjadi wali nikah dan yang menikahkan keduanya adalah Adam, ayah kandung Jenna. Tentu saja Adam ingin menjadi orang yang menikahkan putri kesayangannya itu. Apalagi ini adalah sesuatu hal yang hanya akan terjadi sekali seumur hidup.
Jeni dengan gembira langsung naik ke lantai dua. Dia akan memberitahu anaknya jika sekarang dia sudah resmi menjadi istri dari Zayn.
Acara ijab memang sengaja dilaksanakan di rumah Jenna. Semua karena keinginan Jeni. Pihak Zayn hanya menyetujuinya saja. Toh tidak ada salahnya juga. Apalagi rumah ini cukup aman. Disini hanya ada keluarga dan kerabat dekat saja. Namun keluarga Hendri tidak ada. Entah kemana mereka.
Jeni mengetuk pintu kamar Jenna. Tak lama pintu terbuka, Ale sudah berdiri disana.
"Jenna mana?" Tanya Jeni.
"Jenna disini mi," ucap Jenna.
"Mami gak tahu lagi kenapa mami bisa melahirkan anak secantik kamu. Sekarang, anak cantik mami Jeni sudah menikah dan sudah memiliki suami. Jenna akan segera dibawa suami untuk tinggal bersamanya. Rasanya mami gak rela," ucap Jeni.
"Mi, jangan bicara kayak gitu. Jenna gak akan pergi dari sini. Disini rumah Jenna dan selamanya akan tetap seperti itu," ucap Jenna.
Jeni tersenyum dan mengangguk. "Jadi istri yang baik ya sayang."
"Pasti ma," ucap Jenna.
"Oke, ibu dan anak. Sudahi rasa sedihnya, sekarang dibawah sana para tamu undangan sedang menunggu. Tidak baik rasanya jika membuat mereka menunggu lama," ucap Ale memecah pembicaraan Jenna dan Jeni.
__ADS_1
"Iya Alesha," ucap Jeni tersenyum. Ketiganya pun segera keluar dari dalam kamar tersebut. Ternyata di dekat tangga atas Adam sedang berdiri dan sedang menatap ke arah putrinya.
Jenna mengenakan gaun berwarna putih. Cukup simpel karena dia memang memilih bentuk dress dengan potongan duyung. Bahkan dress itu berwarna putih polos. Dia sengaja menginginkan dress itu untuk acara akadnya. Tidak ingin yang ribet, sebab nanti di acara resepsi sudah pasti akan lebih ribet lagi.
...(JENNAIRA ADAM)...
"Papi," ucap Jenna. Adam tersenyum dan merentangkan kedua tangannya ke arah Jenna. Mengkode pada anak kecilnya yang kini sudah tumbuh dewasa itu untuk memeluknya. Jenna tentu saja paham dan peka pun langsung memeluk papinya.
"Sejak kamu lahir sampai beberapa menit yang lalu, kamu adalah milik papi. Tapi sekarang kamu milik suami kamu," ucap Adam.
"Gak, Jenna tetep milik papi sama mami," ucap Jenna menolak.
"Sayang, sekarang tanggung jawab papi sepenuhnya sudah papi serahkan pada Zayn. Papi percaya Zayn akan membahagiakan kamu melebihi apa yang papi berikan untuk kamu selama ini. Maafkan papi, papi belum bisa membuat kamu bahagia sayang," ucap Adam.
"No, papi. Harusnya Jenna yang bicara kayak gitu. Papi selama ini sudah sangat sangat membahagiakan Jenna. Justru Jenna yang belum bisa berbakti dan jadi anak yang baik untuk papi. Maafin Jenna, papi," ucap Jenna.
Ale dan Jeni saling berpegangan tangan. Mereka juga ikutan terharu melihat kedekatan antara ayah dan anak di depannya. Selama ini Ale selalu bersama Jenna. Jadi dia tahu seperti apa Jenna dan keluarganya.
"Jadi istri yang baik. Berbakti pada suami kamu. Jika saja di hari nanti Zayn menyakiti kamu, maka papi sendiri yang akan membunuhnya."
...(ZAYN NAGENDRA)...
__ADS_1
Tbc.
Yeee nikah🤧🫂