
***
Flash back on :
Beberapa hari yang lalu. Saat hubungan Jenna dan Zayn belum juga membaik, Ghani dan Ryan datang menemui Zayn di malam hari. Hanya untuk sekedar mengobrol saja dan ngopi mungkin.
Di pertengahan obrolan, tiba tiba Ghani mengeluarkan sesuatu dari salam sakunya. Sebuah gelang yang tidak asing bagi Zayn. Ghani bilang jika dia mendapatkan gelang itu ketika manager bertanya padanya karena di gelang itu terukir nama Jennaira Nagendra. Maka dari situ saja sudah bisa Ghani simpulkan jika gelang ini adalah gelang milik kekasih temannya, yaitu Zayn. Beruntunglah gelang itu ditemukan di hotel Ghani, jika saja bukan mungkin gelang itu sudah hilang.
Flash back of.
Jenna terkejut sekaligus takut. Terkejut karena hotel yang dia tempati kemarin adalah hotel milik teman Zayn. Dan takut jika Zayn memarahinya karena Jenna meninggalkan gelang itu. Padahal seingatnya, dia memasukan gelang itu ke dalam tasnya.
"Kamu tahu kan aku akan berbuat apa setelah kamu sembarangan menyimpan gelangnya. Meskipun kamu bilang tidak mau ada hubungan intim, aku tidak akan mentoleransinya sayang," ucap Zayn tersenyum miring.
"Ih," ucap Jenna, tangannya melayang ke arah bahu Zayn. Membuat pria itu mengaduh kesakitan. Saat ini mereka masih berada di dalam kantor.
"Sakit sayang," ucap Zayn.
"Makanya jangan mesum!! Aku gak mau ya pergi ke Bali kalo kamu mesum gini. Mending aku gak ikut, biar aku suruh Anya atau papi aja yang wakilin aku," ucap Jenna kesal.
"Iya sayang iya. Enggak gitu lagi, gitu aja ngambek," ucap Zayn. Ia merangkul pinggang Jenna dan keluar dari dalam kantor. Ternyata tanpa sepengetahuan mereka, Rendra dan Lita mengikuti mereka hanya saja mereka memakai lift yang berbeda.
"Aku kayak ngeliat kita waktu muda mas," ucap Lita pada Rendra.
"Kita masih muda sayang," ucap Rendra. Pria berusia lima puluh tahun itu benar benar menolak tua.
"Sembarangan. Gak inget umur kamu," ucap Lita.
"Bahkan aku masih bisa bikin kamu hamil sayang," ucap Rendra.
"Enggak ya. Aku gak mau hamil lagi, aku maunya cucu bukan anak," ucap Lita.
Zayn adalah fotocopy-an Rendra. Mereka sama persis sekali hanya saja berbeda generasi. Lihatlah sifat Zayn saat ini, itu adalah sifat Rendra ketika masih muda. Saat itu ia sedang dimabuk cinta dengan Lita, istrinya. Dan sekarang Zayn pun sedang dimabuk cinta oleh Jenna.
__ADS_1
Ayah dan anak sama saja.
***
Jenna meminta Zayn berhenti di salah satu angkringan bakso gerobak. Disana hanya ada angkringan ini saja. Tidak ada angkringan lainnya. Jenna pun turun begitu juga Zayn.
"Sayang, ganti resto aja yuk," ajak Zayn.
"Enggak mau. Maunya ini, ini enak dan bersih kok," ucap Jenna.
Memang angkringan bakso ini sangat lah bersih. Tidak sedikit pun Zayn melihat adanya lalat atau pun sejenisnya disini. Seumur umur, dia belum pernah mencoba makanan seperti ini. Jenna menarik tangan Zayn untuk masuk ke dalamnya. Disana ada banyak kursi dan meja untuk pelanggan. Jenna memilih duduk di kursi yang paling pojok.
"Neng Jenna baru kesini lagi. Neng Ale-nya kemana?" Tanya seorang wanita paruh baya.
"Ada kok bu, Jenna pesen yang biasa dua porsi ya," ucap Jenna.
"Baik, tunggu sebentar," ucapnya.
Jenna mengangguk sekilas dan mengambil kerupuk. Ia membuka kerupuk itu dan memakannya. Zayn hanya tersenyum kecil melihatnya. Wanitanya sangat lucu sekali.
"Iya, dari kita SMA udah sering bolak balik makan kesini," ucap Jenna.
"Udah lama juga ya," ucap Zayn.
Jenna menganggukan kepalanya, "Iya. Emang kamu belum pernah nyoba makan ginian?"
Zayn menggeleng, "Aku gak pernah tahu bakso itu apa. Cuma sering denger aja dari mama. Aku dari TK sampe kuliah di luar negeri."
"Pantesan aja kalo gitu ceritanya. Nanti aku ajak jajan jajanan street food deh. Kamu pasti suka," ucap Jenna.
"Enggak mau yang," ucap Zayn.
"Harus nurut ya sayang," ucap Jenna. Zayn yang sedang menumpukan tangan dan memegang kepalanya pun tiba tiba oleng mendengar panggilan Jenna.
__ADS_1
"Apa yang? Coba ulang," ucap Zayn.
"Silahkan neng, aden," ucap penjual bakso yang menghidangkan dua piring bakso ke hadapan Jenna dan Zayn.
"Makasih bu," ucap Jenna. Ibu penjual itu hanya mengangguk saja dan pergi untuk melayani pelanggan lain.
"Sayang, ulang," pinta Zayn.
"Enggak mau. Udah sini makan," ucap Jenna. Ia menyodorkan satu tusuk baso berukuran kecil ke mulut Zayn.
"Gak mau yang, ulang dulu," ucap Zayn.
"Ya udah kalo gak mau," ucap Jenna. Ia pun menyuapkan tusukan bakso itu ke mulutnya. Wah, rasanya benar benar nikmat, persis seperti dulu. Jenna masih ingat, dulu ia rela bolak balik kesini bersama Ale. Bahkan berat badannya juga naik gara gara sering memakan bakso.
"Sayang mah," ucap Zayn. Jenna seolah tidak mau melihat ke arah lain, ia hanya fokus pada baksonya saja. Zayn cemberut. Bisa bisanya wanita di depannya ini mengabaikannya dan lebih fokus pada bakso di mangkoknya.
"Buka mulutnya sayang, makan dulu," ucap Jenna lembut. Zayn yang tadinya menundukan kepalanya dan menekuk wajahnya pun berubah sumringah. Ia membuka mulutnya dan memakan potongan baksonya tanpa bantahan. Namun saat mengunyahnya, ia terdiam.
"Gak enak?" Tanya Jenna.
"Enak, cuma rasanya aneh aja. Kok gini ternyata rasanya bakso itu," ucap Zayn.
"Makan sendiri ya? Jenna mau makan punya Jenna," ucap Jenna.
"Iya sayang," ucap Zayn. Ia memakannya sendiri, sedangkan Jenna memakan miliknya. Zayn memakan bakso yang original sedangkan Jenna menambahkan bubuk cabe. Ia niatnya ingin menambahkan bubuk cabe yang banyak, namun Zayn melarangnya. Jenna pun menurut dari pada ia dan Zayn kembali bertengkar kecil.
Mereka makan dalam diam. Jenna diam diam melihat ke arah Zayn yang sangat lahap memakan baksonya. Tadi pria itu menolaknya namun tak lama ia memakannya dengan lahap sampai habis. Tiba tiba ada beberapa ibu ibu julit yang melihat ke arah mereka.
"Baju aja kayak kantoran, makannya di angkringan bakso. Apa gak malu," ucapnya.
"Bener banget bu. Itu juga lihat tas yang ada diatas mejanya, pasti itu barang kw. Belum lagi perhiasan tangannya juga pasti kw. Kasian banget ya anak muda zaman sekarang, gaya selangit tapi pake barang kw," ucap temannya.
Percakapan ibu ibu itu terdengar ke telinga Jenna. Tentu saja dia tidak terima. Jenna bangun dan menarik Zayn untuk pergi sari sana. Jenna mengeluarkan uang seratus ribu dan membayarnya. Ia juga mengeluarkan kartu namanya dengan kartu nama Zayn.
__ADS_1
"Alangkah baiknya berpikir dulu sebelum bicara."
Tbc.