
***
Pasokan udara alami yang tersedia rasanya tidak cukup ketika Jenna dan Zayn terus memagut satu sama lain. Bahkan Jenna tidak sadar jika sejak tadi kakinya melingkar di pinggang Zayn. Kedua tangan Zayn menahan pinggul Jenna sementara dia menumpukan pantatnya pada meja nakas yang ada di dekatnya.
Ciuman kali ini benar benar terasa berbeda. Entah apa sebabnya. Padahal sebelumnya juga mereka sering melakukan hal itu. Apa mungkin karena status keduanya sudah berubah? Bahkan jika Jenna hamil juga itu tidak akan jadi bahan pembicaraan orang luar. Sebab dunia sudah tahu statusnya yang baru ini. Namun untungnya Jenna tidak hamil.
Jenna memang selalu berusaha agar dia tidak hamil dalam waktu cepat. Jenna rela makan obat pencegah kehamilan serta sering cek ke dokter. Lebih baik dia berjaga jaga sebelum dia benar benar hamil.
Bukan tidak ingin hamil dan memiliki seorang anak. Apalagi Zayn juga memerlukan seorang penerus. Namun untuk saat ini Jenna benar benar belum terpikirkan hal itu. Dia ingin menikmati waktunya lebih dulu dengan Zayn. Beberapa tahun ini sebenarnya bisa dikatakan sudah cukup, namun Jenna masih belum benar benar mengenal Zayn dengan baik. Sampai saat ini masih ada yang mengganjal di hatinya. Namun tidak ia utarakan. Dia hanya tidak ingin hubungannya dengan Zayn malah memburuk karena hal itu.
Kekhawatiran dalam dirinya tentu saja selalu ada. Bahkan tidak jarang jika Jenna sering overthinking karena pikirannya sendiri. Karena pikiran berlebih itu juga berdampak pada kesehatannya.
"Aku sudah tidak tahan," bisik Zayn saat ciuman keduanya terlepas. Jenna mendengarnya namun dia tidak langsung menjawabnya, Jenna lebih dulu mementingkan hirupan udara yang ia butuhkan. Jenna mengadahkan kepalanya, nafasnya tersenggal. Bahkan Jenna tidak mempedulikan Zayn yang sedang menatap lapar ke arahnya.
Zayn melirik ke arah bagian bawah, disana matanya menatap tajam ke arah bawah. Bukan tajam karena marah, namun tajam karena tidak habis pikir kenapa kedua benda kenyal itu sangatlah besar dan berisi. Apa mungkin itu semua karenanya? Karena selama ini hanya dia yang selalu bermain main disana. Tak menunggu lagi, Zayn membenamkan wajahnya disana. Aroma rose menguar, Jenna memang selalu menggunakan produk wewangian yang mengandung wangi bunga rose. Sangat manis sekali.
"Mas-sh," lirih Jenna. Nafasnya masih tersenggal senggal. Bahkan Jenna memejamkan matanya, rasanya cukup melelahkan. Jika saja Zayn tidak menahan bobot tubuhnya, mungkin Jenna akan merosot jatuh.
"Kenapa kedua benda ini sangat indah?" Tanya Zayn. Pria itu masih membenamkan wajahnya disana.
__ADS_1
"Tidak tahu. Tubuh ku pegal pegal mas," ucap Jenna.
"Kasur?" Tanya Zayn.
"Iya. Aku ingin tidur, pinggang ku benar benar sakit," ucap Jenna. Zayn menurut dan segera berjalan menggendong istrinya. Tidak perlahan namun juga tidak kasar, Zayn melempar tubuh Jenna. Tidak sakit, tapi lumayan untuk membuat Jenna terkejut.
"Mashh!" Pekik Jenna. Sudah tahu pinggangnya sakit dan Zayn malah melemparnya. Memang kasur itu empuk, tapi tidak seperti itu juga caranya!
"Kamu harus terbiasa dengan keterkejutan sayang," ucap Zayn. Pria itu menindih tubuh Jenna. Satu tangannya mengelus pelan pipi Jenna.
"Aku mencintai kamu sayang," ucap Zayn.
"Aku tahu," ucap Jenna tersenyum. Zayn membalas senyuman manis Jenna, namun dia benar benar sudah tidak tahan lagi. Zayn pun segera menyerang bibir Jenna lagi. Dia tahu jika istrinya ini akan menahan aksinya, namun dengan cepat Zayn menahan kedua tangan istrinya. Dengan leluasa Zayn menjamah tubuh Jenna. Tidak ada lagi larangan, bahkan tidak ada lagi pengaman untuknya bermain dengan istrinya saat ini. Dia bisa melupakan pengaman itu untuk selamanya. Sebab dia sudah menikahi Jenna dan dia bisa melakukan apapun dengan tubuh ini.
Terdengar bunyi robekan di baju Jenna akibat ulah Zayn. Jenna hanya memekik tertahan sebab mulutnya di masih di bungkam oleh bibir tebal Zayn. Zayn memang tidak pernah peduli dengan nominal harga yang telah dikeluarkan untuk membeli lingerie ini. Dia bahkan bisa membeli pabriknya sekaligus.
"Mmhh- mas!! Kenapa di robek!! Kan bisa dilepas biasa," ucap Jenna mengomel. Wanita itu bisa mengomeli Zayn karena dia berhasil mendorong tubuh Zayn. Dada bidang Zayn ditahan oleh kedua tangan Jenna.
"Jangan pedulikan soal itu. Aku bahkan bisa membelikan pabriknya untuk kamu," ucap Zayn. Pria itu kembali menyerang bibir Jenna, namun dengan cepat Jenna menghindar.
__ADS_1
"Maass!!" Teriak Jenna.
"Terlalu banyak omong sayang. Kamu tidak merasakannya? Dia sudah berontak," ucap Zayn. Pria itu menekan miliknya yang sudah mengeras pada paha Jenna. Jenna membulatkan matanya. Mahluk besar itu kenapa sangat baperan sekali? Jenna bahkan belum menyentuhnya.
"Cukup untuk pembicaraannya. Aku tidak ingin mendengarnya lagi untuk saat ini. Karena yang ingin aku dengar adalah desah*n mu," ucap Zayn. Pria itu kembali mencumbu tubuh Jenna. Kali ini bukan hanya ciuman saja, namun Zayn menyerang tubuh Jenna dari berbagai sisi. Bahkan Zayn menyerang titik titik sensitif Jenna.
Jenna hanya mampu mendes*h tertahan karena bibirnya masih dibungkam oleh Zayn. Kedua tangannya meremas sprei yang ada di bawahnya cukup kuat, guna untuk menyalurkan apa yang ia rasakan.
Jenna memejamkan matanya saat ia merasakan miliknya diusap halus oleh tangan besar itu. Jenna memang menyukai foreplay seperti ini. Namun Jenna juga tidak suka saat dia benar benar pasrah ketika Zayn menguasainya.
"Sudah sangat basah sayang," bisik Zayn. Pria itu kembali mencium bibir Jenna dengan rakus.
Tanpa sadar, Jenna menggigit bibir Zayn saat miliknya dimasuki oleh tangan besar itu. Hanya dua jari, namun rasanya seperti tiga jari. Jari jari tangan Zayn memang besar. Itu sebabnya tidak butuh waktu lama Jenna bisa langsung mendapatkan pelepasan pertamanya.
Zayn melepaskan ciumannya. Dia menatap Jenna yang tengah memejamkan matanya. Dibawah sana, tangannya dengan aktif bekerja. Sebenarnya Zayn ingin langsung saja memasuki milik Jenna, namun ia tahu jika itu dilakukan maka milik Jenna belum basah dan akan menyakiti milik istrinya ini. Zayn tidak ingin membuat istrinya tidak nyaman saat penyatuan itu.
Jenna terlalu fokus dengan kenikmatan yang diberikan suaminya dibawah sana. Dia bahkan tidak sadar saat Zayn melepaskan penutup terakhir tubuhnya. Keduanya kini sudah sama smaa shirtless tanpa sehelai benang pun.
Zayn terus menggoda milik istrinya sampai istrinya benar benar tidak ingat apapun. Zayn langsung memposisikan tubuhnya. Ia melebarkan kedua kaki Jenna. Permainan tangannya semakin kencang disana, tak lama lagi Jenna akan segera sampai pada puncaknya. Namun sebelum itu semua terjadi, Zayn lebih dulu menarik tangannya.
__ADS_1
"Argh, mas!! Gak enak!!" Erang Jenna kesal. Namun tak berselang lama wanita itu menjerit saat benda asing masuk begitu saja pada miliknya.
Tbc.