
***
Mario sudah tahu berita tentang Jenna. Bahkan berita itu sudah menjadi tranding topik sejak kemarin. Namun anehnya tiba tiba berita itu tidak berkeliaran lagi di media atau pun tv. Bahkan Jenna tidak ada memberikan klarifikasi apapun.
Mario tidak rela Jenna bersama pria lain. Dengan begitu hidupnya akan kacau lagi. Meskipun biaya hidupnya ditanggung Yura, namun ia masih tidak bisa melupakan perasaannya pada Jenna. Bagaimana pun tetap Jenna pemenangnya.
Mario saat ini sedang bersama Yura. Malam tadi mereka bertemu di depan apartment Mario dan berakhir di kamar. Mereka memang seperti itu, entah kapan mereka akan tobat. Namun sepertinya tidak ada tanda tanda mereka akan berhenti. Semakin hari mereka malah semakin menggila saja.
"Yo, sini. Masukin lagi," ucap Yura. Wanita itu baru saja terbangun. Mario hanya diam saja. Ia harus menemui Jenna. Sudah pasti hari ini ia ada di kantornya.
Mario mengabaikan ucapan Yura, pria itu justru bergegas ke kamar mandi dan mandi dengan cepat kemudian berpakaian.
"Ra, aku keluar dulu. Urgent," ucap Mario.
"Mario, kenapa malah pergi sih?! Kan kepaksa gue manual," gumam Yura.
Sementara itu Mario langsung berlari menuju ke parkiran. Disana ia menyimpan motor besarnya. Ia bertekad untuk meminta maaf dan akan membuat Jenna kembali pada hidupnya.
Perjalanan Mario cukup cepat karena pria itu mengendarai motonya diatas kecepatan 70 km/jam. Mario mengendarai motornya seperti orang kesetanan saja. Dengan jarak tempuh dekat dan dengan kecepatan itu, akhirnya Mario bisa cepat sampai disana.
Mario memarkirkan motornya di parkiran depan yang berada disamping kantor. Ia pun masuk ke dalam kantor Jenna, namun dua satpam melarangnya masuk.
"Pak, saya mohon. Saya kekasih atasan kalian, Jennaira Adam," ucap Mario.
"Nona Jenna tidak ada di kantor. Lebih baik anda pulang saja," ucap satpam itu.
"Mana mungkin Jenna tidak ada disini. Jelas jelas dia bekerja disini," ucap Zayn.
"Jika anda tidak percaya ya sudah. Toh Nn. Jenna baru saja keluar bersama Tn. Zayn," ucap satpam.
"Saya tidak percaya. Minggir kalian," ucap Mario ngotot. Ia memaksa masuk ke dalam gedung itu namun kedua satpam itu menahannya dan mendorongnya hingga terjatuh.
"Pergi dari sini, jangan buat keributan," usirnya.
__ADS_1
"Benar, mana mungkin Nn. Jenna berpacaran dengan pria hidung belang seperti anda. Lihatlah, bahkan anda tidak malu dengan kissmark yang ada di leher anda," ucap satpam.
Mario seketika terdiam. Ia memegang lehernya. Sialan, ini pasti ulah Yura.
Mario terpaksa pergi dari sana menanggung malu. Ia buru buru menaiki motornya dan memakai helm kemudian pergi dari sana. Sungguh sangat ia benar benar malu sekali. Bodohnya ia tidak berkaca dulu sebelum berangkat kesini.
Sialan.
***
"Om, gak sampe harus pecat dia kan? Dia cuma mah narik perhatian kamu aja tadi," ucap Jenna.
"Bodo amat sayang. Aku gak suka karyawan kayak gitu. Aku rekrut dia buat kerja disini, bukan buat goda aku. Lagian geli banget di goda sama cewek murahan," ucap Zayn.
Jenna tertawa mendengar ucapan Zayn. Ternyata mulut pria ini sangat pedas sekali. Sedikit demi sedikit Jenna mulai tahu Zayn pria seperti apa.
"Ini berkas yang kamu maksud buat dibahas?" Tanya Jenna.
Kedua manusia berbeda jenis kelamin itu sibuk dengan berkasnya masing masing. Baik Jenna atau pun Zayn, keduanya fokus sekali mengerjakan pekerjaannya.
Satu jam berlalu, perut Zayn tiba tiba terasa diperas begitu saja. Ia sampai memegangi perutnya dan mendesis kesakitan. Jenna yang pendengarannya tajam pun langsung melirik ke arah Zayn. Ia melihat pria itu sedang kesakitan.
"Om kenapa?" Tanya Jenna. Ia berjalan mendekat ke arah Zayn.
"Tidak tahu. Tiba tiba perut aku sakit banget. Usus-nya kayak diperas," ucap Zayn. Pria itu mengerang kesakitan. Jenna yang bingung pun langsung menghubungi Math untuk masuk. Setelah melihat tuannya kesakitan, dia langsung meminta dokter datang.
Sembari menunggu dokter datang, Jenna memapah Zayn untuk tiduran di sofa yang ada di ruangannya. Tentunya dibantu oleh Math. Tak berselang lama dokter pun datang dengan cepat. Ia langsung memeriksa Zayn.
Zayn masih mendesis kesakitan. Pria itu terus memegang tangan Jenna untuk menyalurkan rasa sakitnya.
"Bagaimana dok?" Tanya Jenna.
"Sepertinya Tn. Zayn telat makan ya? Ini adalah gejala telat makan. Jika dibiarkan maka akan berakibat fatal," ucap Dokter itu.
__ADS_1
"Astaga, kamu belum makan? Tadi katanya udah. Kok bohongin Jenna sih," ucap Jenna.
"Saya akan meresepkan obat untuk Tn. Zayn nanti obatnya bisa ditebus di apotek," ucapnya. Dokter itu pun menuliskan resep obat untuk Zayn dan memberikannya pada Zayn.
"Nanti semua obatnya diminun tiga kali sehari secara rutin ya," ucapnya.
"Baik dok, terimakasih," ucap Jenna.
"Sama sama nona." Dokter itu pun keluar dari dalam ruangan Zayn diantar oleh Math. Sedangkan Jenna langsung memesan makanan untuk Zayn. Jenna bahkan meminta makanan itu cepat diantarkan karena Zayn harus segera makan.
Dengan kecepatan uang, tak butuh lama makanan untuk Zayn pun sampai. Jenna memesan bubur dan sup daging ayam. Ia sengaja memesan bubur karena perut Zayn pasti akan perih jika dimasuki nasi. Mengingat pria ini sangat cepat sekali dalam mengunyah makanannya.
"Bangun dulu ya, makan. Jenna suapin," ucap Jenna.
"Iya. Tapi kenapa bubur sayang? Aku bukan bayi," ucap Zayn.
"Gak inget apa kata dokter tadi? Usus kamu terluka gara gara kurang minum. Ditambah kamu telat makan terus. Aku sengaja pesenin bubur sama sup supaya usus kamu gampang mencerna makanan ini," ucap Jenna.
"Ya udah," ucap Zayn pasrah. Wajah pria itu yang tadi segae bugar kini berubah pucat. Bahkan bibir Zayn yang biasanya semerah plum kini berubah pucat juga.
Jenna dengan telaten memberikan suapan demi suapan untuk Zayn. Zayn sendiri mengunyahnya pelan. Sepertinya rasa di lidahnya sudah berubah karena sakit. Ternyata pengakit sangat cepat sekali menyebar.
"Maaf, nona, tuan, ini obatnya," ucap Math.
"Taruh di meja saja, terimakasih. Em, anda bisa menghandel semua pekerjaan om Zayn kan? Mungkin dari sekarang sampai besok om Zayn belum bisa bekerja seperti biasanya. Ia harus isirahat," ucap Jenna.
"Sayang, aku gak papa," ucap Zayn lemah.
"Diem. Aku gak ngomong sama kamu," ucap Jenna galak. Zayn hanya bisa meneguk ludahnya kasar.
"Tentu saja nona. Saya akan menghandel semua pekerjaan tuan."
Tbc.
__ADS_1