
***
Jenna mencoba mengotak atik sandi pintu apartement milik Zayn. Ternyata pria itu cukup lama juga mandinya. Jenna jadi memiliki waktu untuk kabur.
Namun sudah lima menit berlalu, Jenna masih belum bisa membuka sandi pintu itu. Jenna sudah pusing sekali. Kenapa pintunya tidak mau terbuka?!!
Jenna menarik narik pintu itu, berharap pintu itu akan terbuka. Namun harapan hanyalah harapan. Berharap pada manusia saja sudah salah apalagi berharap pada pintu.
Jenna pun menyerah. Ia tidak peduli akan terjadi apa malam ini padanya. Toh pintu itu juga sepertinya mendukung dirinya untuk tetap berada di uni apartement milik Zayn.
Jenna merebahkan tubuhnya pada sofa panjang yang ada di ruang tamu. Ia sedang kesal sekali saat ini. Bahkan ponsel miliknya sudah ia banting sejak tadi. Tanpa Jenna sadari, sejak tadi Zayn memperhatikan aksinya. Bahkan Zayn melihat kekesalan Jenna saaat wanita itu tidak bisa membuka pintu. Kekesalannya itu berakhir pada iphone miliknta yang dibanting ke lantai. Beruntung lantainya dilengkapi karpet yang cukup tebal.
Zayn melangkahkan kakinya. Pria itu memungut iphone milik Jenna dan melihatnya. Tidak ada kerusakan. Untung saja.
Zayn duduk di sebelah Jenna yang sudah rebahan dengan mata terpejam. Zayn memperhatikan wajah wanita ini. Wajahnya memang cantik. Hanya saja dia memiliki kesabaran setipis kulit lumpia.
"Kamu kesal?" Tanya Zayn.
"Sangattt, cepat buka pintunya. Saya mau keluar dari sini, saya sudah benar benar mengantuk sekali," ucap Jenna. Ia membuka matanya.
Tatapannya langsung bertemu dengan Zayn yang sedang menumpukan tangannya pada sisi kanan Jenna dan kepala sofa. Rambut pria ini masih basah. Bahkan Jenna merasa ketampanan pria ini jadi bertambah ketika sudah selesai mandi.
Mata Jenna menelusuri wajah milik Zayn. Pria ini memang tampan. Hidung mancung, alis yang lebat, bulu matanya lentik, dan jangan lupakan bibir tebal itu. Bibir yang beberapa jam yang lalu sangat sulit Jenna lupakan.
Tatapan Jenna terus turun ke bagian dada bidang dan berakhir pada perut kotak kotak pria ini. Sungguh sangat menawan. Sepertinya pria ini sangat menjaga bentuk tubuhnya. Rasanya Jenna ingin sekali merasakan perut kotak kotak itu jika diraba. Apa akan keras?
Zayn tersenyum ketika melihat wanita yang berada di bawah kukungannya ini sedang terfokus pada perut sixpacknya. Tidak, bukan hanya sixpack, tapi eighpack.
"Apa kamu ingin merabanya?" Tanya Zayn. Seketika Jenna tersadar. Ia melihat ke arah Zayn dan menggelengkan kepalanya. Wanita itu bergerak memiringkan tubuhnya membelakangi tubuh Zayn.
__ADS_1
Jenna tertangkap basah sedang melihat perut kotak kotak itu. Ia malu tentu saja. Bahkan sampai di tawari untuk merabanya. Sebenarnya Jenna sangat ingin merabanya namun ia harus menjaga imagenya. Harga dirinya lebih tinggi dari apapun.
Zayn menarik bahu Jenna agar kembali menghadap ke arahnya. "Kamu tidak perlu malu. Aku kekasih mu, kamu boleh merabanya jika mau. Bahkan jika kamu menginginkan lebih, aku bisa memberikannya."
"Lebih? Maksudnya apa?" Tanya Jenna.
"Having s*x," bisik Zayn.
Jenna melototkan matanya mendengar ucapan Zayn, "Hih cabul banget jadi manusia."
Jenna pun menepis tangan Zayn yang memegang bahunya. Namun Zayn tidak membiarkan wanita itu kembali membelakanginya. Zayn justru mencondongkan kepalanya dan mengecup kening Jenna.
"Tidur di kamar sayang, jangan disini," ucap Zayn.
"Gak mau om. Sana pergi ah," ucap Jenna. Wanita itu kembali membelakangi Zayn. Ternyata wanita ini sangat keras kepala juga. Sepertinya Zayn tidak bisa keras juga pada wanita ini. Yang ada wanita ini akan makin selama itu untuk tidak menerimanya.
Zayn pun berdiri dan masuk ke kamarnya. Ia memakai jubah tidurnya dan kembali keluar untuk membawa Jenna ke kamarnya.
Zayn menidurkan Jenna diatas kasur miliknya dan ia juga ikut berbaring disana. Jenna langsung bangun saat Zayn ikut tidur namun Zayn menahan wanita itu dan menariknya ke dalam pelukannya.
"Om ih, lepas," ucap Jenna.
"Tidak mau sayang. Saya ingin memeluk kamu," ucap Zayn.
"Gak mau om, gak mau. Kenapa maksa banget sih?!" Gerutu Jenna.
"Kalo gak dipaksa kamu gak akan mau," ucap Zayn. Jujur saja ia sangat ingin sekali mencium wanita ini. Rasanya ia ingin selalu berdekatan dengan wanita ini. Meskipun wanita ini menyebalkan karena selalu menolaknya namun Zayn tetap menyukainya.
Jenna terus berontak agar dirinya bisa lepas dari cekalan Zayn. Namun Zayn bukan tandingannya. Zayn yang geram pun melepas tali jubah miliknya dan mengikat tangan Jenna ke kepala ranjang.
__ADS_1
"OM APA APAAN SIH?! KOK MAIN IKET IKET TANGAN SAYA. KAMU MAU APA OM? SADAR, JENNA MASIH KECIL," teriak Jenna. Zayn tidak mendengarkan ucapam wanita ini. Justru pria itu malah melepaskan tali yang mengikat outer Jenna yang ya gunakan untuk mengikat sebelah tangannya lagi.
Kedua tangan milik Jenna sudah berhasil diikat oleh Zayn. Pria itu tersenyum miring saat melihat wanita ini tidak bisa bergerak banyak seperti tadi.
"Apa? Kamu gak bisa bergerak lagi baby girl, sekarang nikmati saja sentuhan sentuhan ku," ucap Zayn. Pria itu pun menyatukan bibir mereka berdua dengan mudahnya.
Jenna tidak bisa bertindak apa apa. Ia tidak bisa memukul Zayn. Ia hanya bisa merapatkan mulutnya agar pria ini tidak bisa kembali melakukan ciuman memabukan itu.
Zayn tentu saja tidak kehabisan akal saat Jenna tidak mau membuka mulutnya meskipun Zayn sudah mengigitnya.
Jari telunjuk Zayn bergerak diatas perut rata Jenna. Membuat gerakan sensual yang mampu membuang Jenna kegelian.
"Sepertinya kamu sudah mulai berani ya? Tidak apa, karena saya bisa melakukan hal lain agar kamu bisa membuka mulut manis ini," bisik Zayn. Pria itu tidak kembali mencium bibir Jenna melainkan menciumi tekuk dan leher Jenna.
Jenna berusaha mati matian untuk tidak mengeluarkan suara mengerikan itu. Namun gerakan tangan Zayn sangat membuatnya kepanasan.
Ciuman Zayn turun ke atas dada milik Jenna. Bahkan leher Zayn sudah mengenai squishy miliknya.
"Om, jangan," ucap Jenna.
"Kamu tidak memakai br*?" Tanya Zayn.
Bangs*t!!! Bahkan Jenna lupa jika tadi di apartement miliknya ia sudah melepaskan br* miliknya dan tidak memakainya lagi.
Tangan Zayn membuat gerakan memutar di bagian put*ng Jenna yang menonjol.
"Mulut kamu menolak ku tapi tidak dengan tubuh mu sayang," bisik Zayn. Pria itu pun kembali mencium Jenna. Jenna masih menutup mulutnya namun saat Zayn dengan sengaja merem*s squishy miliknya, Jenna pun terpaksa membuka mulutnya karena kesakitan akibat remas*n itu.
Tbc.
__ADS_1
Ramein dong guys, komen gitu biar semangat up nyaaaa🤸‍♀️