
***
Ale terdiam. Tubuhnya tiba tiba saja jadi kaku setelah mendengar pernyataan yang keluar dari mulut pria ini. Bahkan ia tidak sadar jika Ryan tiba tiba menghentikan mobilnya. Ale benar benar speechless, dia memang sudah pernah berpacaran sebelumnya namun itu sudah cukup lama. Selama ini ia hanya sendirian tanpa adanya cinta dari pasangan lawan jenisnya.
Bertemu tanpa sengaja dengan Ryan di Padang waktu itu membuatnya jatuh pada pandangan pertama. Pria ini tampan, selain tampan pria ini juga pintar dan sangat wangi. Ale sangat menyukai pria yang bau parfumenya tidak menyengat. Smooth namun tetap tajam. Saat itu Ale tidak menyangka jika perkenalannya dengan Ryan sampai ke tahap sejauh ini. Dan parahnya first kissnya diambil oleh pria ini.
Di Padang waktu itu, Ryan membawanya ke restoran milik pria itu. Disana Ale dihidangkan banyak jenis makanan enak, disana juga Ale diberikan beberapa referensi ide tentang sebuab resep sampai tak lama akhirnya ia mendapatkan resep baru. Semua karena bantuan Ryan, jika tidak ada dia mungkin Ale akan stuck di satu tempat saja dan tidak akan berkembang.
"Aku serius dengan ucapan Aku, Alesha," ucap Ryan.
Ale hanya diam saja. Ia bingung harus menjawab apa. Ia tahu scandal scandal seorang CEO itu seperti apa. Ia jadi bingung harus percaya pada Ryan atau tentang scandal scandal yang suatu hari nanti akan muncul. Bahkan baru baru ini, Ryan dipergoki wartawan sedang makan bersama dengan para model kelas atas yang tentunya sangat jauh sekali dengan kehidupannya.
"Alesha, apa kamu mendengarnya?" Tanya Ryan.
"Dengar. Hanya saja ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan sejak lama," ucap Ale.
"Tanyakan saja, aku pasti akan menjawabnya dengan jujur," ucap Ryan.
"Berapa banyak wanita yang anda rayu dengan kata kata seperti itu?" Tanya Ale.
"Tidak ada. Hanya kamu," ucap Ryan.
__ADS_1
Ale tersenyum remeh, "Lalu, apakah kamu pernah tidur dengan wanita? Atau mungkin sering?"
Ryan terdiam. Ia memang sudah sering tidur dengan banyak wanita untuk menuntaskan hasratnya. Namun ia hanya sekedar tidur saja tidak sampai menjalin hubungan serius. Bahkan Ryan tidak ingat siapa saja yang pernah ia tiduri.
"Anda diam berarti itu benar ya? Bukan hanya sekedar kabar burung saja," ucap Ale.
"Kamu diberitahu Jenna soal ini?" Tanya Ryan.
Ale menggelengkan kepalanya, "No. Jenna tidak pernah mau ikut campur soal kehidupan ku. Dia hanya akan memberi nasihat ketika aku bercerita tentang masalah ku. Meskipun dia tahu sebelum aku, apapun itu dia tidak pernah memberitahunya sebelum aku tahu sendiri."
Ryan lagi lagi terdiam. Jika bukan Jenna yang memberitahu lalu siapa lagi? Apa mungkin Ale mencari tahunya sendiri?
"Iya, aku mencari tahunya sendiri. Sebenarnya bukan mencari tahu tapi kebetulan aku berada di hotel yang sama dengan mu waktu itu. Bali, salah satu hotel disana yang berada di pusat kota. Kamu masuk dengan salah satu wanita dengan pakaian kurang bahan lalu keluar esok paginya. Aku sempat bertanya pada wanita itu, ternyata dia salah satu wanita club. Ck, murahan sekali seleran anda," ucap Ale. Gadis ini seolah mampu menebak isi pikirannya. Padahal Ryan belum mengatakan apapun padanya. Namun ucapannya mampu berkata dengan tepat sasaran.
"Saya tidak membutuhkan penjelasan anda apapun itu. Karena untuk apa saya tahu, toh anda dan saya hanya sebatas kenal dan tidak memiliki hubungan special atau dekat apapun. Masalah kiss? Sebelum anda saya sudah pernah kiss dengan pria lain. Jadi saya mohon dengan sangat, berhenti untuk terus mengikuti saya. Urus urusan anda sendiri karena saya tidak mau terlibat dengan anda. Saya permisi," ucap Ale panjang lebar setelah memotong ucapa Ryan. Gadis itu keluar begitu saja dari dalam mobil. Meninggalkan Ryan yang mati kutu dengan kata kata gadis itu.
Ryan ingin mengejar namun sepertinya gadis itu sudah tidak mau lagi berurusan dengannya.
"Argh, kenapa dia tahu!! Harusnya dia gak tahu aja," kesal Ryan. Pria itu bahkan memukul stir mobilnya cukup kencang. Ia benar benar kesal, kenapa wanita itu harus tahu tentang dia.
Sialan. Benar benar sialan!!
__ADS_1
***
Ale menghembuskan nafas kasarnya. Saat ini ia sedang berada di apartement miliknya. Sendrian, tanpa ada siapa pun disini. Jenna masih dalam tahap pemulihan, tidak mungkin Ale memintanya datang. Kedua orang tuanya masih berada di Palembang entah untuk waktu berapa lama.
Ale benar benar kecewa, entah kenapa ia merasa dibohongi oleh sosok Ryan. Yang ia tahu Ryan pria yang lembut dan sangat pelan pelan ketika menjelaskan sesuatu. Tapi ternyata itu semua hanya topengnya saja. Wajah aslinya ternyata lebih menyeramkan dari apa yang dibayangkan olehnya.
Saat itu, Ale memang sempat pergi ke Bali untuk meninjau restoran restoran milik kedua orang tuanya. Kebetulan disana ia memilih untuk menginap dan tidur di hotel saja. Padahal disana ia memiliki rumah, namun entah mengapa ia memilih hotel sebagai tempat istirahatnya.
Ternyata, keinginannya menginap di hotel memberikan penjelasan tentang siapa Ryan Andreas sebenarnya. Ale masih tidak menyangka saat ia melihat wajah Ryan saat itu, bahkan ia masih berusaha untuk tidak berpikiran macam macam. Namun di keesokan paginya, ia bertemu dengan wanita kemarin yang dibawa Ryan ke salah satu kamar di hotel yang sama yang ia sewa.
Ale bertanya, awalnya wanita itu tidak mau memberitahunya, namun setelah Ale memberikan segepok uang baru lah wanita itu mengaku jika dia sudah melayani Ryan dan juga sering dipanggil oleh Ryan ketika pria itu datang ke Bali.
Syok, sedih, terkejut, semuanya bercampur aduk saat itu. Ale tidak banyak bertanya lagi dan membiarkan wanita itu pergi begitu saja saat itu. Padahal kalau tidak salah, dua hari setelah kejadian itu Ryan mendatanginya lagi ke restorannya dengan wajah yang biasa saja seolah tidak terjadi apa apa. Bahkan pria itu bersikap manis padanya.
Entah kenapa perasaan dan hati Ale terasa sakit saat mengingat kejadian dimana ia bertanya pada wanita kemarin. Ditambah dengan scandalnya yang beredar di media, apa mungkin dia juga tidur dengan model itu?
"Ternyata kamu semurah itu ya? Padahal aku sudah senang bertemu dengan mu, bahkan aku nyaman ketika bersama dengan kamu. Tapi ternyata kamu benar benar seorang penjahat. Iya, penjahat kelamin wanita," ucap Ale. Ia menatap kosong ke arah atap langit langit kamarnya. Perasaannya benar benar sangat sakit sekali.
"Tapi untungnya tuhan masih baik sama gue. Gue cuma dibiarkan kenal dengan dia tanpa harus menjalin hubungan pacaran, sayangnya tuhan lupa hapus perasaan nyaman gue ke dia."
Tbc.
__ADS_1
Ale lg galoww🥸