One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
128. Jajan


__ADS_3

ramein🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️


***


Zayn kicep seketika saat mendengar nada penekanan dari Jenna. Ia pun menuruti kemauan wanitanya dan menjalan mobilnya untuk kembali pulang ke rumah Adam. Sepertinya gara gara Eliza mood wanita disampingnya ini berubah. Zayn pasti akan membuat perhitungan untuk wanita ular itu.


Zayn berkendara dengan tenang. Berbeda dengan Jenna yang sejak tadi menghela nafas panjangnya. Berkali kali dia menghela nafasnya. Sepertinya Jenna memang sedang menahan emosinya. Zayn menyadari hal itu. Ia pun menepikan mobilnya dan melepas seat belt yang ia pakai.


"Sayang," panggil Zayn. Ia merentangkan tangannya pada Jenna. Dengan perlahan wanita itu mendekat dan masuk ke dalam pelukan Zayn. Zayn mengelus pelan punggung Jenna.


"Capek sama mantan kamu itu, bisa gak sih gak usah ganggu terus. Aku bener bener cape, dia kan cuma masa lalu kamu. Harusnya dia sadar diri," ucap Jenna kesal.


"Kita sebagai manusia berakal harus sabar hadapin manusia gak tahu diri macam dia sayang. Aku tahu kamu kesel, kamu bete, kamu gak suka juga sama dia. Aku juga sama yang, aku bener bener gedek sama dia," ucap Zayn.


"Udah ya? Jangan kesel kesel lagi, sekarang mau jajan apa? Mau coklat biar mood kamu bagus lagi?" Tanya Zayn.


Diam diam Jenna tersenyum mendengar ucapan Zayn. Pria ini benar benar paling bisa membuatnya luluh dengan segala cara dan perilakunya. Jenna benar benar akan jatuh pada pesona pemuda ini lama lama.


"Mau cari jajanan gerobakan yang, biasanya ada di taman kota. Kesana ya?" Ucap Jenna.


"Boleh, kita kesana sekarang. Tapi janji jangan makan yang pedes banget, aku gak mau kamu sakit perut," ucap Zayn.


"Oke mas," ucap Jenna.


Zayn tersenyum kecil dan nelepaskan pelukannya. Ia kembali memakai seat belt miliknya dan melajukan mobilnya menuju ke taman kota yang dimaksud oleh wanitanya. Selagi itu membuat Jenna bahagia, Zayn rela meninggalkan pekerjaannya dan meminta Math atau papanya untuk menghandelnya. Toh ini juga demi wanita yang dia cintai.


Perjalanan dari tempatnya menuju ke taman kota menghabiskan waktu dua puluh menit. Zayn mengendarai mobilnya dengan santai sedangkan Jenna kembali memakan coklat matcha miliknya yang tadi sempat terhenti akibat ulah Eliza.


Tak berselang lama, mereka pun sampai di taman kota. Jenna keluar perlahan tanpa bantuan Zayn. Mereka berjalan bersama mencari pedagang yang di inginkan oleh Jenna. Zayn pernah ke penjual seperti ini, namun jarang. Ia hanya sesekali lewat saja dan tidak pernah membelinya. Entah lah, ia tidak berminat untuk membelinya. Mungkin belum.


"Sayang mau jajan apa?" Tanya Zayn.


"Mau cimol," ucap Jenna.

__ADS_1


"Cimol? Makanan apa itu?" Tanya Zayn.


"Itu yang bentuknya bulet bulet kecil mas. Warnanya putih terus dipakein bumbu, tapi kok gak liat ya," ucap Jenna.


"Kita coba cari lagi ya. Aku gak tahu bentukannya soalnya," ucap Zayn. Jenna mengangguk. Mereka pun berjalan kembali menyusuri sekitaran taman kota.


Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka menemukan penjual cimol yang dimaksud oleh Jenna. Jenna langsung berjalan ke dekat tukang cimol itu dan memesannya.


"Lima ribu satu ya pak, bumbunya asin sama pedes aja. Tapi jangan pedes banget," ucap Jenna.


"Siap non. Ditunggu sebentar," ucap penjualnya.


Ternyata cimolnya di goreng dadakan. Sembari menunggu, Jenna kembali celingukan mencari jajanan yang lain. Ia ingin pentol bakar dan telur gulung. Penjualnya tidak jauh dari pedagang cimol ini. Jenna pun memesan telur gulungnya sepuluh ribu dan pentol bakarnya sekitar dua puluh ribu isi lima tusuk.


"Sayang," panggil Zayn.


"Apa mas?" Jawab Jenna.


"Kamu yakin jajan baso tusuk itu? Lihat pembakarannya aja udah kayak gitu yang," ucap Zayn. Memang tempat pembakaran bakso itu terlihay sedikit kotor akibat bumbu. Namun Jenna memaksa membelinya karena dia memang sangat ingin memakannya.


"Kita beli bahan bahannya aja ya? Nanti aku buatin di rumah," ucap Zayn.


"Emang bisa?" Tanya Jenna.


"Bisa. Apapun demi kamu," ucap Zayn.


Ohh ho, Jenna benar benar akan meleyot jika sepertj ini caranya. Pria ini benar benar men-treat dirinya seperti ratu.


"Baiklah, setelah ini kita ke mini market. Cari bahan bahannya," ucap Jenna.


"As your wish sayang," ucap Zayn tersenyum.


Tak lama, pesanan telur gulung, cimol, dan pentol bakarnya sudah jadi. Jenna tetap membayar pentol itu meskipun Zayn melarangnya memakan itu. Itu sudah dipesan, tentu saja harus dibeli.

__ADS_1


Zayn dan Jenna langsung meluncur menuju ke mini market. Di dalam mobil, Jenna mulai memakan telur gulungnya. Rasanya benar benar juara. Ia lupa kapan terakhir kali ia memakan ini, yang jelas sudah lama.


"Mas mau?" Tanya Jenna.


"Enggak, kamu makan aja sendiri. Kayaknya kamu BM banget sama makanan makanan itu," ucap Zayn.


"Iya. Bener bener pengen banget sama makanan ini, dari kemarin ada aja halangan pengen makan makanan ini," ucap Jenna.


Zayn mengangguk sekilas dan tersenyum. Jenna kemudian mencoba memakan cimolnya. Ternyata semuanya sangat enak. Jenna benar benar menyukainya. Ia harus kembali lagi ke penjual itu untuk membeli cimol ini. Telur gulungnya juga enak. Namun, pentol ini dilarang ia dimakan olehnya karena Zayn melarangnya.


"Mas," panggil Jenna. Ia melengkungkan bibirnya ke bawah, seolah sedang merayu Zayn agar menuruti kemauannya.


"Apa sayang?" Tanya Zayn lembut.


"Boleh coba pentolnya gak? Satu tusuk aja. Sayang loh udah di beli," ucap Jenna.


"Aku tahu sayang, tapi aku gak mau kamu sakit. Kamu lihat sendiri kan tadi pemanggangnya kayak gimana? Sabar ya? Aku bikinin buat kamu nanti," ucap Zayn.


"Hm," ucap Jenna. Ia menatap nanar pentol yang tidak bisa masuk ke dalam perutnya. Padahal pentol itu sangat menggoda. Ia sangat ingin memakan pentol itu. Melihatnya saja sudah membuat air liurnya hampir keluar.


Tak berselang lama, mereka pun sampai di sebuah mini market yang dekat ke arah rumah Jenna. Mereka keluar dari dalam mobil.


"Mas, pentol," ucap Jenna. Wanita itu masih saja mengingat pentol yang ada di dalam mobil.


Zayn terkekeh melihat tingkah wanitanya yang sangat menggemaskan. Ia pun menarik pinggang Jenna agar mendekat ke arahnya.


"Sayang, aku janji. Sebentar lagi kamu akan makan pentol yang kamu mau," ucap Zayn.


"Tapi itu menggoda banget mas. Pengen nyoba se-tusuk aja. Ya?" Ucap Jenna. Ia masih berusaha membujuk Zayn agar mengijinkannya.


Zayn menggelengkan kepalanya, "No sayang. Aku memilih kesehatan kamu dibandingkan dengan kemauan kamu. Sabar sebentar sayang."


Jenna mencebikan bibirnya dan masuk lebih dulu ke dalam mini market meninggalkan Zayn sendirian di dekat mobil.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2