One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
54. Mencoba Menerima


__ADS_3

***


Jenna dan Zayn makan dengan tenang di ruang makan sementara Adam dan Jeni duduk menonton tv di ruang tengah.


Sejak tadi Zayn tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Jenna. Wanita itu sangat lahap sekali makan. Sampai tidak sadar jika sejak tadi Zayn menatapnya.


Zayn merasa beruntung karena akhirnya Jenna menerimanya juga hubungan sebagai 'pacaran' ini. Cukup sulit memang membuat Jenna luluh, tapi akhirnya wanita itu menjadi miliknya juga. Bukan perkara mudah untuk mendapatkan wanita yang trauma dengan masa lalu-nya. Apalagi trauma karena seorang pria.


"Kenapa sih lihatin Jenna mulu," ucap Jenna. Tentu saja ia sadar dan peka jika Zayn sejak tadi menatapnya.


"Seneng aja lihat kamu makannya lahap banget. Pasti capek banget ya dari kemarin aku gempur terus," ucap Zayn pelan diakhir kalimatnya.


"Om! Nanti kedengeran orang lain berabe," erang Jenna.


"Becanda, lanjutin makannya," ucap Zayn. Ia terkekeh pelan melihat tingkah Jenna, menurutnya itu sangat menggemaskan sekali.


Jenna sudah nambah makan dua kali. Sepertinya wanita itu sangat kelaparan. Zayn cukup menyesal karena membuat wanitanya kelaparan. Terlihat sekali jika wanitanya ini sangat kelaparan.


Wanitanya, yap Jenna memang wanitanya sekarang dan untuk selamanya.


Selesai makan, Jenna dan Zayn kembali mengobrol santai di gazebo yang ada di taman belakang rumahnya.


"Om, ini serius kita pacaran?" Tanya Jenna. Ia masih bingung dengan kejadian hari ini. Apalagi Zayn yang menyatakan cintanya pada Jenna saat tadi mereka di mobil.


"Untuk apa aku bohong sayang, apa menurut kamu saya menyatakan perasaan beberapa jam yang lalu itu adalah kebohongan?" Ucap Zayn.


"Ya aneh aja. Kita kenal gara gara having s*x. Terus tiba tiba om bilang suka sama Jenna setelah kita having s*x lagi. Om bukan cuma penasaran kan sama Jenna?" Tanya Zayn.

__ADS_1


Zayn tersenyum dan merangkul pundak Jenna, "Untuk apa aku penasaran? Toh aku sendiri yang sudah mengambil virgin kamu. Jennai, mungkin ini terlalu terburu buru untuk kamu tapi jauh dari lubuk hati aku, aku sangat mencintai kamu."


"Sejak kapan?" Tanya Jenna.


"Harus aku jujur sama kamu?" Tanya Zayn.


"Ish, gimana sih. Katanya Jenna pacar om, nanya gitu aja gak dikasih tahu," ucap Jenna kesal.


"Kamu lupa kalo orang tua kita itu teman lama? Aku tahu kamu sejak kamu masih SMP, saat itu kamu masij terlihat culun tapi imut juga. Mama bilang kamu yang akan jadi calon istri aku waktu itu, aku sempet gak percaya dan nolak permintaan mama untuk menikahi kamu. Tapi sekarang malah kemakan omongan sendiri," jelas Zayn.


Saat itu Zayn sedang meneruskan studi S1-nya di Amerika, ia pulang dulu ke Indonesia karena permintaan mamanya. Saat pulang, mamanya mengatakan pada Zayn untuk pergi ke sekolah Jenna. Dan disana awal pertemuan mereka. Bukan pertemuan sih, lebih ke Zayn melihat Jenna namun Jenna tidak melihatnya.


Saat itu Zayn tidak menyukainya karena Jenna masih kecil sekali menurutnya. Jadi Zayn hanya melihatnya sekilas dan pergi begitu saja. Zayn memang sangat menyayangi Lita, mamanya. Zayn tidak pernah menolak apapun permintaan mamanya itu.


"Ih, namanya juga masih SMP belum merhatiin penampilan. Yang Jenna perhatikan pelajaran, lagi pula Jenna sekolah buat cari ilmu bukan cari cowok apalagi tebar pesona gak jelas," ucap Jenna.


"Becanda sayang," ucap Zayn. Jenna mengalihkan pandangannya saat Zayn memanggilnya sayang. Entah kenapa ia selalu merasakan blushing dan salah tingkah sendiri.


"Jennai, aku harap kamu benar benar menerima hubungan ini. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan membiarkan kamu dengan pria lain lagi. Sudah cukup selama ini kamu pacaran dengan pria lain yang bukan aku. Aku harap kamu benar benar menerima aku dan melupakan bajing*n itu," ucap Zayn.


Jenna tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Zayn.


"Yakinin Jenna kalo om gak sama kayak cowok cowok yang Jenna kenal. Buktikan kalo om emang bener bener tulus sama Jenna," ucap Jenna.


"Okay, itu gampang. Asal kamu menerima aku di kehidupan kamu supaya lebih mudah untuk membuktikannya," ucap Zayn.


"Jenna coba," ucap Jenna. Ia memejamkan matanya. Kepalanya masih bersandar nyaman di dada bidang Zayn. Entah kenapa rasanya sangat nyaman sekali bersandar disana. Akhir akhir ini dada bidang itu jadi tempat favoritnya.

__ADS_1


Dari arah rumah, Adam dan Jeni terus memperhatikan dua sejoli itu. Sejak tadi Jeni berucap syukur karena akhirnya Jenna bersama dengan Zayn. Sebenarnya ini adalah impian Jeni juga. Saat pertama kali melihat Zayn ia sangat ingin menjadikan pria itu sebagai menantunya. Namun saat itu Jenna masih bersama dengan Mario.


"Pi, mami harap papi restuin hubungan mereka berdua ya?" Ucap Jeni.


"Gimana ya?" Ucap Adam seperti sedang berpikir.


"Ih papi, lihat tuh anaknya aja udah nemplok kayak gitu. Berarti Jenna bahagia sama cowok itu," ucap Jeni.


"Ya asal mami kasih papi jatah terus tiap malam. Jenna kan udah besar, bentar lagi dia pasti bakalan nikah. Rumah pasti sepi kalo gak ada dia. Gimana kalo kita punya anak lagi?" Tanya Adam.


"Gak! Papi ngada ngada banget ih. Masa iya mami hamil lagi, mami udah tua papi. Udah pantesnya dapet cucu bukan anak lagi. Gimana sih," ucap Jeni kesal. Wanita itu pun pergi meninggalkan suaminya.


"Mami kok gitu sih, kan lucu kalo nanti Jenna punya anak kita juga punya anak," ucap Adam. Ia pun pergi menyusul istrinya.


Sementara di gazebo, Jenna masih tenang bersandar di bahu Zayn. Ia bahkan tidak sadar jika Zayn mulai bergerak dan menurunkan wajahnya. Sasarannya adalah bibir Jenna.


Cup..


Mata Jenna terbuka begitu saja saat Zayn mengecupnya. Tatapan Zayn sangat teduh melihat ke manik mata milik Jenna. Tatapan mereka beradu, saling menyiratkan satu sama lain. Zayn menyiratkan kekaguman serta kesukaan pada Jenna sedangkan Jenna masih bingung. Ia hanya mengikuti alurnya saja saat ini. Tidak ada salahnya menerima Zayn di hidupnya kan?


Tiba tiba Jenna memejamkan matanya saat wajah Zayn semakin dekat. Namun Zayn malah tersenyum dan mengelus pipi Jenna.


"Kenapa matanya di tutup?" Tanya Zayn.


Jenna membuka matanya dan mendelik kesal. Jenna kira Zayn akan menciumnya. Dia sudah kegeeran lebih dulu ternyata.


"Enggak," ucap Jenna singkat. Namun sedetik kemudian Zayn menarik tekuk Jenna dan bibir mereka pun menyatu. Entah sudah berapa kali mereka berciuman sejak kemarin. Bukan hanya berciuman saja, Zayn dan Jenna bahkan kembali berhubungan intim berkali kali kemarin.

__ADS_1


"Aku harus pulang dulu, besok kita akan bertemu lagi sayang," ucap Zayn. Jenna mengangguk.


Tbc.


__ADS_2