One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
233. Duo JJ


__ADS_3

***


Akhirnya Jenna bisa benar benar bebas dari pria mesumnya itu. Memang iya, saat di dalam jet tadi Zayn akan kembali melakukan hubungan itu. Namun Jenna dengan cepat menolaknya. Bahkan wanita itu kabur begitu saja dari dalam jet itu. Meninggalkan Zayn yang sepertinya sudah turn on. Pria itu mengejarnya, namun untungnya Jenna sudah masuk ke dalam mobil. Tidak tanggung tanggung, Jenna bahkan menyetir sendiri. Sebab dia tahu jika yang menyetirnya orang lain apalagi orang suruhan Zayn, yang ada dia tidak akan pulang ke rumah kedua orang tuanya. Sudah pasti dia akan kembali dibawa pergi oleh pria itu.


Untuk saat ini Jenna tidak heran lagi, sebab Zayn sudah sering melakukan hal itu. Dan sikap seperti itu benar benar sudah tidak asing lagi bagi Jenna. Dia sudah sering melihatnya sendiri. Memang belum genap satu tahun dia dan Zayn bersama, namun Jenna sudah tahu semua sifat dan sikap Zayn. Mungkin karena pria ini yang mudah terbuka padanya. Sehingga Jenna bisa tahu tanpa diberitahu secara detail.


Menikah dengan Zayn bukanlah mimpinya. Selama ini mimpinya hanya menikah dengan seorang pria penyayang yang banyak harta dan aset. Yap, anggaplah Jenna matre. Namun jika orang yang memiliki pemikiran luas, tidak akan pernah dia menganggap jika wanita itu matre. Karena wanita bukan matre, melainkan realistis. Sama halnya dengan Jenna.


Kebutuhannya banyak, selama ini juga dia selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Hidupnya tidak pernah kesusahan. Apa yang ia minta selalu cepat dituruti. Makanya dia harus pintar pintar memcari calon suami. Jangan sampai setelah menikah malah hidup sengsara. Memang bagusnya wanita menemani prianya dari nol, namun jangan salah. Justru setelah si pria mendapatkan kesuksesannya, tidak sedikit wanita yang ditinggalkan.


Makanya, Jenna termasuk wanita beruntung. Dia bersama dengan prianya saat ini saat Zayn sudah benar benar mapan dan kaya raya. Zayn meraih itu semua dengan kerja kerasnya tanpa backingan siapa pun, termasuk kedua orang tuanya. Pria pekerja keras itu memang sudah menyusun semua rencananya sejak dulu. Tidak ada yang pernah tahu, tapi kebanyakan mereka semua tahu jika Zayn sudah berhasil.


Berhasil berdiri diatas kakinya sendiri dan membangun perusahaannya sendiri serta berhasil mendapatkan Jenna yang sejak dulu sudah ia incar.


Memang rencana Zayn kemarin cukup berdrama. Namun Jenna tetap menghargainya. Sebab rencana prianya itu benar benar diluar batas.


"Enak banget bisa tiduran tanpa gangguan mas Zayn. Meskipun cuma dua hari sih, tapi ya udah gak papa," ucap Jenna. Wanita itu sudah sampai di kediaman kedua orang tuanya sejak beberapa menit yang lalu. Di rumahnya cukup ramai dengan beberapa pekerja yang sibuk. Mereka sebagian sibuk mengurus pernak pernik pernikahan Jenna dan Zayn. Seperti mempersiapkan souvenir untuk tamu undangan. Padahal tamu undangannya hanya keluarga saja. Tapi semuanya benar benar dilakukan dengan sempurna.


Jenna bahagia sekali. Sebab dia benar benar mewujudkan wedding dream yang sudah sejak dulu ia idam idamkan. Menikah dengan dekorasi serba putih yang disentuh dengan warna navy serta silver. Ketiga warna itu adalah warna favoritnya.


Dia belum mencoba dressnya, mungkin nanti malam. Hari ini dia ingin tidur dulu. Dia ingin istirahat, selama beberapa hari ini tidurnya tidak nyenyak akibat ulah Zayn. Untungnya mama Lita meminta keduanya untuk tidak bertemu lebih dulu sebelum keduanya benar benar menjadi suami istri. Jenna dengan cepat mengiyakannya, berbeda dengan Zayn. Untungnya Jenna adalah pawangnya, jadilah dia bisa menjinakan Zayn sehingga pria itu bisa melepaskannya dan pulang ke rumah.

__ADS_1


"JENNAI SAYANG."


Teriakan melengking itu adalah milik wanita cantik, bidadarinya Jenna. Mami Jeni.


Rasanya sudah lama Jenna tidak mendengar teriakan melengking itu. Mungkin karena kesibukannya ditambah lagi Zayn juga suka memonopolinya. Bahkan pria itu tidak mau ditinggalkan oleh Jenna sedetik pun. Tidur harus bersama, bahkan harus dipeluk.


"I miss you mami," ucap Jenna seraya memeluk maminya yang masuk ke dalam kamarnya. Jeni menerima pelukan anak semata wayangnya dengan hangat.


"Miss you to my little daughter. Kamu baik baik aja kan? Makannya gak kurang? Atau Zayn nakal sama kamu?" Tanya Jeni.


Jenna mengulas senyum tipis di bibirnya, bawel maminya adalah bentuk perhatian untuknya.


"Kok gitu? Emang kenapa? Harusnya kan dia nurutin maunya kamu," ucap Jeni.


"Ya soalnya mas Zayn selalu mengharuskan Jenna makan makanan restoran. Sedangkan Jenna sukanya makanan kaki lima. Kayak cilok, tapi mas Zayn suka larang larang," ucap Jenna mengadu.


Jeni gemas sendiri mendengarnya, anaknya ini memang tidak royal seperti dirinya.


"Zayn mau yang terbaik buat kamu makanya dia gak ijinin kamu makan makanan itu. Ya memang enak sih, mami juga suka. Tapi jangan sampe gara gara hal kecil kayak gitu kamu sama Zayn sampe marahan loh. Gak baik," ucap Jeni.


"Enggak kok mi, mas Zayn sering ngalah. Makanya Jenna mau nikah sama dia," ucap Jenna.

__ADS_1


Jeni tersenyum san mengurai pelukannya lalu menangkup kedua pipi anaknya. Gembul sekali, sepertinya anaknya memang bahagia bersama dengan Zayn. Selama ini Jeni selalu merindukan anak semata wayangnya ini. Namun dia juga tidak bisa mengganggu kebersamaan anaknya dengan calon menantunya.


"Bagus kalo gitu sayang. Tapi kamu gak boleh selalu adu mulut sama Zayn, gak baik. Karena bagaimana pun dia yang akan jadi suami kamu. Mengalah sesekali tidak apa apa sayang," ucap Jeni.


"Iya mami. Mami kemana aja? Kenapa pas tadi Jenna dateng, mami gak ada?" Tanya Jenna.


"Mami barusan ambil dress kamu sayang. Mami juga udah buat janji sama orang spa. Kamu harus di pijit, biar kencang," ucap Jeni memiliki maksud lain. Jenna paham, dia bukan orang bodoh. Maminya mungkin ingin **** ********** Jenna kencang lagi. Sebab selama beberapa hari ini kalian tahu sendiri seperti apa nasib Jenna.


"Iya mi. Nanti Jenna pijit, cobain dress nanti aja. Jenna mau tidur dulu, ngantuk banget," ucap Jenna.


"Kenapa gak langsung tidur aja tadi? Kenapa nunggu mami?" Tanya Jeni.


"Kan Jenna kangen mami, makanya Jenna nungguin mami. Udah hampir satu minggu kita gak bicara kayak gini. Jenna di apart terus, mana kemarin tiba tiba ke Paris," ucap Jenna.


"Its okay sayang, mami paham kok. Sekarang kamu tidur ya?" Ucap Jeni.


"Temenin sama mami, udah lama Jenna gak bobo sama mami," ucap Jenna.


Jeni tersenyum dan mengangguk. Kedua wanita kesayangan Adam itu pun menuruti kemauan anak semata wayangnya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2