One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
40. Hujan Hawa Panas


__ADS_3

***


"Beneran pulang sekarang?" Tanya Zayn.


"Heem, cape banget Jenna butuh tidur," ucap Jenna. Wanita itu berjalan di depan Zayn. Sedangkan Zayn, pria itu berjalan mengikuti langkah Jenna di depannya.


"Butuh tidur atau ditidurin?" Tanya Zayn menggoda.


"Om," peringat Jenna.


"Kan cuma nawarin Jenn. Kalo gak mau gak papa," ucap Zayn. Jenna hanya menggelengkan kepalanya. Mereka pun berjalan keluar pantai menuju ke tempat parkir.


Di dekat mobil Zayn, ternyata ada yang menunggu. Entah siapa dia, Jenna tidak tahu. Apa mungkin itu bawahan Zayn?


"Kau bawa mobil ku, aku naik mobil yang itu," ucap Zayn.


"Baik tuan," ucapnya. Ternyata itu adalah bawahan Zayn, lebih tepatnya bodyguardnya.


Zayn menarik tangan Jenna menuju ke mobil lain. Bukan mobil tadi yang membawa mereka kesini. Namun mobil yang lebih besar lagi. Mobil ini sebesar mobil alphard namun bukan alphard.


Jenna dan Zayn masuk ke dalam mobil itu. Mereka duduk di kursi kemudi. Tiba tiba Zayn menarik penutup antara penumpang depan dan belakang. Jenna otomatis melihat ke arah Zayn. Pria itu hanya menatapnya. Ia menekan tombol disamping pintu otomatis kursi penumpang yang menjadi merendah ke belakang. Jenna yang sedang menyandarkan bahunya pun hampir terjengkang.


"Om ih, jail banget," ucap Jenna.


"Maaf," ucap Zayn cengengesan.


Kini kursi yang diduduki berubah menjadi bisa ditiduri. Bahkan kursi menjadi menyatu antara kiri dan kanannya.


"Kok mobilnya kayak gini om?" Tanya Jenna.


"Mobil ini emang saya desain buat bisa rebahan. Perjalanan cukup lama juga jadi mending tidur aja," ucap Zayn.


"Pantesan," gumam Jenna. Ia pun tiduran di dalam mobil. Rasanya sangat nyaman sekali. Zayn memberikan jaketnya untuk dijadikan bantal untuk Jenna. Ia juga sudah merebahkan tubuhnya.


"Jenn, gak mau peluk saya?" Tanya Zayn.


"Gak mau," ucap Jenna.


"Ya udah," ucap Zayn. Mereka pun saling terdiam menikmati perjalanan. Tiba tiba hujan turun deras tanpa aba aba. Jenna langsung bangun dan melihat ke luar jendela.

__ADS_1


"Om, ujannya langsung gede. Jalanan aja gak kelihatan," ucap Jenna.


"Iya, bahaya juga kalo dipaksa jalan," ucap Zayn.


"Yaudah cari tempat dulu buat diem om. Jangan dipaksa jalan," ucap Jenna.


Zayn mengangguk dan menekan tombol untuk membuka penutup itu. Ia bilang pada bawahannya untuk mencari tempat teduh. Setelah mengatakan itu Zayn pun kembali menutup penutup itu.


"Dingin?" Tanya Zayn saat melihat Jenna yang menggosok gosokan tangannya.


"Lumayan," ucap Jenna.


"Mau badannya hangat gak?" Tanya Zayn.


"Mau lah om, dingin gini," ucap Jenna. Zayn tersenyum miring dan menarik tekuk Jenna kemudian menyatukan bibirnya dan bibir Zayn. Jenna melotot terkejut. Ia mendorong tubuh Zayn agar ciuman mereka terlepas. Namun sayang, tenaga Zayn bukan tandingan Jenna.


Jenna terus melakukan perlawanan begitu juga dengan Zayn yang terus memberikan perlawanan untuk bibir Jenna. Lama lama Jenna merasa lemas juga, nafasnya habis begitu juga dengan tenaganya. Ia tidak lagi memukul mukul tubuh Zayn.


Zayn membuka matanya saat Jenna tidak melawan lagi. Zayn menidurkan Jenna diatas kursi mobil. Nampaknya mobil sudah berhenti. Karena Zayn tidak merasakan mobilnya bergerak. Zayn mengangkat tubuhnya dan menatap Jenna.


"Udah hangat belum?" Tanya Zayn.


"Kamu harus terbiasa Jenn. Saya tidak bisa menahan diri saya ketika dekat dengan kamu," ucap Zayn. Tangannya terangkat untuk menyingkirkan anak rambut Jenna yang menghalangi kecantikan wanita itu.


"Om, jangan cium cium terus bisa? Jenna gak mau, kesannya kayak murahan banget harga diri Jenna," ucap Jenna.


"Kan udah saya bilang saya gak bisa nahan diri kalo kamu di dekat saya," ucap Zayn.


"Tahu ah terserah. Jenna ngantuk," ucap Jenna. Wanita itu pun tidur membelakangi Zayn. Ia kesal karena Zayn selalu saja menciumnya tiba tiba..


Zayn juga ikut tertidur. Mereka masih lama untuk sampai ke Jakarta. Perjalanan pun belum ada setengahnya. Sepertinya mereka akan sampai malam nanti. Zayn sudah mengirimi pesan pada orang tua Jenna jika mereka akan terlambat pulang karena terhambat hujan yang cukup lebat.


Zayn menarik selimut yang ada diatas kursi kemudi dan memakainya. Ia menyelimuti tubuhnya dan juga tubuh Jenna. Kebetulan juga sepatu mereka sudah dilepas. Saat selimut menutupi tubuh mereka, Jenna mendekat ke arah Zayn agar tubuhnya lebih hangat. Salah juga ternyata memakai baju seperti ini disaat cuaca seperti ini.


"Tadi nolak sekarang nempel, dasar cewek," gumam Zayn. Pria itu merapatkan tubuhnya pada tubuh Jenna. Lambat laun mereka pun terlelap.


Mobil mereka berhenti di area parkiran luas sebuah bangunan. Entah ini bangunan apa, namun disini banyak sekali mobil. Sementara bawahan Zayn, dia hanya diam saja menunggu hujan reda.


***

__ADS_1


Satu jam lebih tiga puluh menit, Jenna terbangun dari tidurnya. Ia menatap ke arah depannya, disana ada Zayn yang masih tertidur.


Perlahan Jenna memindahkan tangan Zayn yang memeluk tubuhnya. Namun ternyata saat memindahkannya, Zayn terbangun dan malah semakin memeluk tubuh Jenna.


"Lepas om, Jenna pegel kayak gini terus," ucap Jenna.


Zayn pun terpaksa melepaskan pelukannya. Ia menatap Jenna yang sedang mengecek ponselnya.


"Bentar lagi sampe om," ucap Jenna.


"Hm," gumam Zayn.


Entah kenapa hari ini Jenna ingin pulang ke apartmentnya. Namun sepertinya maminya tidak akan mengijinkannya. Mungkin besok ia akan negosiasi dengan Jeni agar maminya itu mengijinkannya lagi.


"Mikirin apa?" Tanya Zayn.


"Gak mikirin apa apa," ucap Jenna.


Zayn terdiam. Rasanya ia ingin kembali merasakan bibir Jenna. Rasanya sangat manis sekali.


Sedangkan Jenna, wanita itu membalas beberapa chat yang masuk. Ia kembali rebahan disamping Zayn. Tangan Zayn langsung memeluk tubuh Jenna saat sudah tertidur.


"Kamu pake lipstik apa Jenn?" Tanya Zayn.


"Kenapa emangnya?" Tanya Jenna.


"Gak papa sih, cuma manis aja rasanya kayak marshmallow," ucap Zayn.


"Jenna pake liptint om, bukan lipstik. Liptint-nya emang pake rasa marshmallow," ucap Jenna.


"Boleh cium lagi? Bibir kamu rasanya nagih," ucap Zayn.


"Enggak ih, ngawur," ucap Jenna. Namun Zayn tidak mengindahkan ucapan Jenna. Pria itu justru semakin mendekat dan menarik tekuk Jenna. Ponsel Jenna terjatuh ke atas tubuh Zayn. Pergerakan Jenna langsung dikunci oleh Zayn agar wanita itu tidak banyak menolak.


Zayn menggerakan bibirnya. Menyecap bibir Jenna yang rasanya sangat manis sekali. Ternyata tebakannya tidak salah, ini rasa marshmallow. Jenna sendiri hanya menutup bibirnya. Ia tidak bisa bergerak karena tubuh Zayn berada diatas tubuhnya sedangkan kedua tangannya ditahan diatas kepalanya.


Zayn yang tidak sabar pun mengigit bibir Jenna agar terbuka. Zayn sama sekali tidak membuang kesempatan saat Jenna membuka mulutnya. Lidah Zayn menerobos masuk untuk membeli* lidah Jenna di dalam mulutnya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2