
Tolong ramaikan cerita ini dengan beri komentar sodara sodara🤢👍
***
Mario masih belum menyerah dengan Sea. Pria itu masih berusaha untuk mendapatkan maaf dari Jenna dan mencoba mempertahankan hubungannya meskipun Jenna sudah mengatakan jika ia ingin mengakhiri hubungan ini.
Mario tidak setuju. Untuk itu ia masih menganggap Jenna sebagai pacarnya karena ia tidak menerima kata putus itu.
Malam ini, Mario mencoba berkunjung ke apartment Jenna. Ia membawa sebuket bunga dan minuman kesukaan Jenna. Mario sudah berada di depan pintu unit Jenna sejak tadi namun ia tidak bisa masuk karena sandi apartement ini sudah diganti. Mario juga sudah mencoba menekan bel namun Jenna tidak kunjung membukanya.
Nomor Jenna aktif namun wanita itu tidak kunjung mengangkat teleponnya. Mario akhirnya menyerah dan pergi dari sana. Jenna sepertinya tidak ada disini, lain kali dia akan datang lagi.
Mario memang tidak sabaran, baru menunggu beberapa menit saja dia sudah kebosanan dan memilih pergi saja.
Jenna tentu saja tidak mengangkat telepon Mario karena ponselnya tertinggal di ruang tamu sedangkan dia sedang berada di dalam kamar.
Nafas Jenna sudah tersenggal senggal. Zayn mampu membuat pertahanan tubuh Jenna runtuh. Jenna tidak bisa menahan desah*nnya lagi. Gerakan tangan Zayn pada tubuhnya mampu membuatnya melayang sampai tidak sadar jika dia mengeluarkan suara indah yang mampu membuat semangat bagi Zayn membara.
Ikatan tangan Jenna sudah dilepaskan oleh pria itu. Hanya sebatas bermain di bagian squishy, namun Jenna sudah tidak tahan. Zayn tersenyum miring melihat Jenna. Wanita ini sudah kelelahan padahal Zayn belum bermain dengan milik wanita ini. Ternyata milik wanita ini sudah bas*h. Saat Zayn akan bermain, Jenna menghentikan gerakan pria ini.
"Kenapa?" Tanya Zayn.
"Aku lelah," ucap Jenna.
What?! Bahkan Zayn belum bermain main disana. Sial! Apa ini artinya Jenna menolaknya?
__ADS_1
Lagi lagi Zayn harus bersabar. Ia pasti akan segera menikahi wanita ini dan akan dengan bebas bermain semau dan sesukanya. Zayn tidak boleh memaksa, Jenna tipekal orang yang keras kepala. Semakin dipaksa maka wanita ini akan semakin menolaknya.
"Baiklah, kamu bisa tidur sekarang," ucap Zayn. Jenna mengangguk sekilas dan memejamkan matanya. Tangan wanita itu menarik tubuh Zayn dan memeluknya.
"Jangan kayak gini sama aku om, kesannya aku kayak murahan di depan kamu," bisik Jenna. Wanita itu pun tertidur.
Sementara Zayn sedang menahan sesuatu di bawah sana. Miliknya sudah sangat mengeras dan ingin segera dikeluarkan saat ini juga. Namun Zayn tidak bisa bertindak apa apa. Tangan mungil wanita itu memeluknya dan jangan lupakan kaki wanita itu yang dengan sengaja menyenggol miliknya dan mapah mendiamkan kakinya disana.
Zayn memeluk tubuh Jenna dengan erat. Sementara Jenna tahu jika milik pria ini sudah bereaksi. Ia memang sengaja menyimpan kakinya di tengah tengah kaki Zayn. Supaya laki laki itu terus tersiksa semalaman. Biar saja, pria ini harus menerima balasannya karena membuat Jenna seperti ini.
Zayn tidak kehabisan akal, pria itu menggerakan milinya agar berges*kan dengan kaki Jenna. Ia harus bisa menenangkan miliknya agar kembali tertidur. Wanita ini benar benar, awas saja kejutan besar sedang menunggunya.
***
Pagi hari menyapa. Jenna terusik dalam tidurnya saat wajahnya diterpa sebuah nafas maskulin yang memabukan. Jenna masih sangat mengantuk, jadi wanita itu terus memejamkan matanya. Ia memeluk sesuatu yang ada di depannya. Menyembunyikan wajahnya dari sinar matahari pagi yang masuk ke kamarnya.
Wajah damai wanita ini sangat indah untuk dipandang. Saat tidur seperti ini, Jenna terlihat lebih cantik dan kalem. Berbeda ketika wanita ini membuka matanya, dia akan berubah menjadi bar bar.
Zayn sedikit menggerakan tubuhnya sehingga pelukan Jenna semakin mengerat. Sepertinya wanita ini tidak mau melepaskan tubuhnya. Apa senyaman itu memeluk dirinya?
Tangan Zayn terangkat untuk menyingkirkan rambut rambut nakal yang menutupi wajah cantik Jenna. Ia tidak bisa membayangkan jika pagi ini mamanya kesini dan menciduk dirinya yang tidur bersama seorang wanita.
Tapi mamanya tidak mungkin bisa masuk karena dia tidak tahu apartement ini. Dan jika pun tahu mamanya pasti tidak akan bisa masuk. Lebih tepatnya tidak akan ada yang bisa masuk sebab hanya Zayn yang bisa mengaksesnya. Semalam saja Jenda tidak bisa membuka sandinya.
Zayn merendahkan kepalanya dan mengecup pelan kening Jenna. Entah kapan dan bagaimana caranya ia menjadi memiliki rasa sayang pada wanita bar bar ini. Hanya saja Zayn tidak mau menunjukannya. Ia akan tetap menunjukan raut pemaksa pada Jenna.
__ADS_1
Zayn meraih ponselnya dan menghubungi Mathew bawahannya.
"Apa jadwal ku hari ini?" Tanya Zayn.
"..."
"Baiklah, kau handel dulu. Aku akan sedikit terlambat ke kantor karena ada urusan mendadak. Oh ya, jika papa menanyakan aku kemana jawab saja aku sedang sibuk dengan calon menantunya," ucap Zayn.
"..."
Tut.
Telepon pun terputus. Entah wanita di pelukannya ini mendengar percakapannya atau tidak. Tidak ada reaksi sama sekali. Sepertinya wanita ini memang benar benar kembali terlelap.
Dasar kebo.
Perlahan, Zayn melepaskan tangan Jenna yang memeluknya. Ia harus segera ke kamar mandi. Miliknya terus bereaksi saat berdekatan dengan wanita ini. Semalam juga Zayn kesusahan sekali menidurkan adiknya. Jenna dengan sengaja menekan milik Zayn dengan lututnya. Bayangkan saja seperti apa sakitnya. Miliknya sedang menegang dan ditekan begitu saja tanpa dibantu keluar.
Pelukan Jenna sudah terlepas. Zayn menatap wajah wanita ini dengan jelas. Tidurnya terlentang. Bahkan Zayn bisa melihat dengan jelas satu squishy wanita ini tercetak jelas bentuknya. Ternyata sangat besar. Pantas saja saat Zayn merem*snya semalam, tangannya tidak bisa menangkup semuanya. Wanita ini benar benar sesuatu.
"Aku beruntung sekali ternyata, malam itu aku tertidur dengan sebuah berlian indah. Dan aku ingin memiliki berlian itu, apapun caranya. Entah memaksa atau mengancam bahkan sampai membunuh, akan aku lakukan," bisik Zayn. Zayn mengecup bibir Jenna yang sedikit terbuka dan menghis*pnya. Jenna sama sekali tidak terganggu. Zayn pun menarik selimut untuk menutupi tubuh Jenna. Ia juga menutup kembali jendela kamarnya dan mematikan lampunya.
Ia sengaja melakukan itu supaya tidur Jenna kembali nyenyak sementara itu ia akan mandi. Juniornya ini benar benar membuatnya pusing sekali. Dia ingin segera memuntahkan laharnya padahal ini masih pagi.
"Bersabarlah Zayn's junior, kamu akan segera masuk ke dalam sarang mu lagi nanti. Kuncinya hanya satu, yaitu sabar," gumam Zayn.
__ADS_1
Tbc.
Vote komen🥹👍