
***
Jenna terhanyut dalam permainan Zayn. Dia menikmatinya, sudah lama Zayn tidak melakukan hal ini. Tentu saja dia merindukannya. Namun entah mengapa dorongan dalam dirinya meminta untuk segera menghentikan aksi Zayn. Karena jika tidak, Zayn sudah pasti akan semakin jauh bermain. Jenna tidak mau melakukan hubungan intim itu lagi. Sudah cukup awal perkenalan mereka dilakukan dengan hubungan itu.
"M-mas-sh, ***-kup," ucap Jenna terbata. Namun Ryan tidak mendengarkannya. Pria itu malah semakin asik menyus* padanya layaknya bayi kehausan. Padahal disana tidak ada airnya sama sekali. Perih? Tentu saja karena Zayn menghis*pnya sangat kuat.
"M-ma-sh," panggil Jenna. Masih tidak ada pergerakan. Jenna inisiatif sendiri. Dia menarik kepala Zayn agar lepas dari area squishynya. Hingga pria itu kembali menyambar bibir Jenna. Tangannya juga aktif, kembali merem*s dengan intens squishy itu.
Cukup lama, sampai akhirnya Jenna memaksa Zayn untuk berhenti karena permainan mereka sudah sangat jauh.
"Aku tegang sayang," ucap Zayn. Dia melirik celana bahannya yang sudah mengembung di area selangk*ngannya.
"Kan udah aku bilang berhenti. Kamu malah makin jadi," ucap Jenna.
"Gak kuat. Ayo main sayang, please," ucap Zayn memohon.
"Enggak mas, kita udah janji gak bakalan ngelakuin hubungan seperti itu lagi sebelum menikah," ucap Jenna.
"Kali ini aja, please," ucap Zayn.
"No. Kamu mandi air dingin ya? Biar nafsu kamu juga reda," ucap Jenna.
"Gak bisa. Harus keluar dulu," ucap Zayn merengek.
"Ya udah main solo aja. Sana ke kamar mandi," ucap Jenna.
"Main sendiri gak enak. Kamu mainin ya? Tolongin aku," ucap Zayn.
__ADS_1
"Enggak mas. Yang ada kamu narik paksa aku dan kamu bakalan melakukan hubungan itu dengan paksa juga. Kamu mau hubungan kita memburuk lagi?" Tanya Jenna.
"Ah, sayang," ucap Zayn. Ia benar benar sudah sangat pusing sekali. Miliknya semakin bereaksi. Namun ucapan Jenna ada benarnya juga.
Arghhhh. Zayn bingung!!!
***
Tiga jam setelah Ryan puas menjelajahi tubuh Ale bahkan sampai membuat put*ng milik gadis itu terluka akhirnya ia berhenti dan menuntaskan hasratnya sendiri di kamar mandi. Setelah selesai mandi, Ryan bergegas merapihkan baju Ale agar terlihat seperti semula dan ikut tidur memeluk gadis itu.
Licik? Sudah pasti. Ryan bahkan lebih licik dari Ghani. Padahal antara Zayn, dia paling sering kemana mana dengan Ghani. Otomatis dia lebih dekat dengan Ghani meskipun dengan Zayn juga cukup dekat.
Baru kali ini Ryan bertindak tidak senonoh dengan lawan mainnya diatas ranjang. Ia menjamah tubuh Ale saat wanita itu tertidur pulas. Namun jika tidur normal mungkin Ale akan merasakan sesuatu ketika ada yang mengerayangi tubuhnya, namun ini tidak. Alasannya karena obat tidur. Ryan memberikan obat tidur dosis tinggi pada Ale. Ia sengaja, sangat sengaja karena memang ini adalah rencana lamanya yang belum terlaksana. Baru baru ini saja terlaksana ketika gadis ini datang ke kantornya dan ia menampilkan aura iblis yang sering ia gunakan ketika menghadapi musuh atau wanita club.
Ale benar benar berbeda dengan wanita club tentu saja. Wanita wanita club akan merasa senang saat Ryan menampilkan aura dan seringaian iblis. Karena itu artinya lawan mereka bukan orang sembarangan, yaitu orang berpengalaman. Namun berbeda dengan Ale, bahkan saat ia menatapnya dengan tatapan elang, gadis ini langsung ketakutan. Bahkan dengan mudah menuruti kemauannya.
Mereka berdua tertidur cukup lama bahkan Ale dengan nyamannya memeluk tubuh Ryan. Hingga tak berselang lama Ale bangun perlahan. Ia meraba sekitaran karena ruangan yang ia tempati ini gelap. Seingatnya dia tidur di kamar Ryan yang berada di kantornya. Tapi, entah lah.
"Jangan menjauh," ucap Ryan.
"Aku hanya melarang mu meraba ke bagian bawah," ucap Ryan lagi.
"Jadi mau anda apa sebenarnya? Lepaskan saya, saya mau pulang," ucap Ale. Ia sebenarnya takut namun jika tidak bersuara dan tetap diam yang ada Ryan malah semakin seenaknya padanya.
"Kamu menginap di tempat aku hari ini. Tidak ada penolakan Alesha. Kedua orang tua kamu belum kembali dan aku sudah menghubungi mereka jika kamu menginap di apartement kamu," ucap Ryan.
"Apa?! Kenapa harus saya menginap di tempat anda?" Tanya Ale tidak suka.
__ADS_1
"Karena aku ingin bersama kamu sayang. Bukannya sekarang aku adalah kekasih mu?" Tanya Ryan.
Rasanya Ale ingin tertawa keras mendengarnya. Sejak kapan mereka jadian? Bahkan Ryan saja tidak pernah menyatakan perasaannya dengan tulus. Bodoh, bagaimana dia menyatakan perasaannya sedangkan dia saja hanya mempermainkan wanita.
"Maaf, saya bukan kekasih anda. Kita hanya sebatas kenal, tidak lebih dari itu. Jadi tolong jaga batasan anda," ucap Ale.
"Tidak. Aku tidak suka mendengar ucapan mu Alesha," ucap Ryan.
"Ya sudah jangan di dengar dan lepaskan pelukan anda. Saya ingin pulang karena saya harus bertemu pacar saya," ucap Ale.
"Persetan dengan pacar mu. Aku ada disini, bagaimana jika pacar mu tahu kalau aku sudah tidur dengan mu?" Ucap Ryan.
"Dia akan tahu karena saya akan memberitahunya. Dan yang pasti dia tidak akan marah atau pun memutuskan hubungan kami, karena dia tahu anda juga dia sangat mempercayai saya dan hubungan kami. Jadi jangan perlu repot repot anda memberitahunya," ucap Ale.
"Tadi kamu ketakutan, tapi sekarang seperti ini. Apa harus aku lebih nekat dari yang tadi?" Tanya Ryan.
Ale terdiam. Sialan! Kenapa pria ini selalu menyulitkannya?!
"Bagaimana? Kamu mau kita kiss bahkan sampao tidur bersama?" Tanya Ryan.
"Jangan gila! Saya bukan wanita club atau pun wanita panggilan anda. Bukannya anda memiliki banyak wanita penghibur? Kenapa anda tidak bersama mereka saja?" Tanya Ale.
"Karena aku hanya ingin kamu, hanya ingin bersama kamu Alesha," ucap Ryan.
"Persetan," umpat Ale. Ia menggeser tubuhnya dan bergerak membelakangi tubuh Ryan. Ia sudah malas berdebat dengan pria ini. Pria yang tidak mau mengalah.
Ryan memeluk tubuh Ale dari belakang. "Menginap lah disini satu malam. Aku ingin bersama kamu."
__ADS_1
Tidak ada jawaban. Iya, Ale tetap diam. Ia malas menanggapi ucapan Ryan. Lebih baik dia tidur lagi saja. Matanya sangat berat sekali. Untungnya dia tidak lapar. Ryan memejamkan matanya dan mengecup lama kepala Ale. Wangi sekali. Sejak tadi tangannya gemas ingin kembali merem*s benda kenyal itu. Namun Ale masih sadar dan sudah pasti dia akan marah jika Ryan melakukannya. Oke tunggu wanita ini tidur dulu baru dia beraksi.
Tbc.