
***
Mentari sudah terbenam sejak satu jam namun penyatuan antara Jenna dan Zayn belum berakhir. Sejak dua puluh menit yang lalu mereka sudah mendapatkan pelepasannya masing masing. Namun Zayn masih belum berhenti bergerak. Pria itu dengan gilanya bergerak dari arah samping. Ia memang sangat menyukai gaya menyamping ini, sebab jika mereka melakukan penyatuan dengan gerakan menyamping, Zayn tentu saja akan mendapatkan kenikmatannya. Sedangkan Jenna, wanita itu hanya diam menumpukan satu siku dengan tangan kanannya pada karpet yang sudah tidak berbentuk itu. Untungnya tidak ada pasir yang naik ke atas karpet, jika saja iya mungkin Jenna harus mandi setelah permainan selesai. Namun entah kapan permainan ini akan selesai, Jenna tidak tahu. Yang memegang kendali adalah Zayn, hanya dia yang bisa menghentikannya.
Jenna benar benar merasa gila sejak tadi. Sebab Zayn terus saja memompanya dibawah sana. Rasa sakit sudah berganti jadi rasa nikmat. Ya, Jenna akui itu memang nikmat. Hawa dingin yang menyelimuti mereka karena mereka melakukannya di area outdoor namun hawa dingin itu sudah bergati panas.
Nafas Jenna sejak tadi terus tersenggal senggal. Wanita itu tidak bisa apa apa lagi selain mendes*h dan mengerang. Bahkan wanita itu terus memanggil nama Zayn. Hal itu tentu saja membuat Zayn semakin beringas. Pria itu seolah disemangati dengan namanya disebut. Zayn benar benar seperti tidak pernah kehabisan tenaga. Jenna sudah keluar tiga kali sedangkan Zayn baru satu kali.
"Cu-ku-p m-mas-sh," ucap Jenna. Sejak tadi dia sudah memohon agar Zayn menghentikan penyatuannya. Namun Zayn seolah tuli dan tidak mendengarkannya. Dia terus memacu miliknya pada milik Jenna dibawah sana. Tidak mempedulikan sekitar apalagi memperdulikan ucapan Jenna. Dia terus memacu, tanpa mau berhenti. Sebab dia sedang mengejar pelepasannya.
Jenna rasanya sudah tidak merasakan apa apa. Dia sudah kelelahan. Selain diam dan menerima rasanya tidak ada cara lain lagi. Zayn benar benar gila dalam melakukan hal itu.
"Sebentar lagi sayang," ucap Zayn memberat. Pria itu semakin mempercepat gerakannya. Namun entah kenapa rasanya tidak nyaman jika melakukannya dengan posisi seperti itu. Zayn tidak menikmatinya. Sepertinya dia harus merubah posisinya.
Zayn menghentikan pompaanya dan merubah posisinya. Pria itu membuat tubuh Jenna tengkurap dan menarik pinggangnya sampai wanita itu men*ngging. Zayn meneroboskan miliknya dengan mudah, dia sudah tidak tahan dan ingin segera pelepasan.
"U-ud-ah m-maas," ucap Jenna.
"Tangan kamu sini," ucap Zayn. Pria itu menarik kedua tangan Jenna agar berada diatas punggung wanita itu. Zayn memegangnya dan mulai kembali memacu miliknya. Gila, milik Jenna benar benar menjepit miliknya. Zayn terus menggeram tak tertahan sedangkan Jenna hanya mampu memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa nikmat sekaligus rasa sakit. Sakit sekali, namun dia juga kenikmatan.
Lima menit berlalu, akhirnya Zayn melepaskan cairannya di dalam milik Jenna. Tubuh keduanya ambruk, tubuh Jenna ditimpa tubuh Zayn. Zayn tersenyum lebar dan mengecup bahu polos Jenna.
__ADS_1
"Aku gak mau hamil," lirih Jenna.
"Gak akan, aku pake pengaman," bisik Zayn. Pria itu menarik tubuh Jenna dan memeluknya. Jenna menyandarkan kepalanya pada dada bidang Zayn. Nafasnya masih tersenggal senggal. Jenna benar benar seperti sudah maraton berkilo kilo meter saja.
"Luar biasa, kamu memang yang paling terbaik. Terima kasih sayang," ucap Zayn. Yap, setiap setelah melakukan hubungan intim Zayn memang selalu mengucapkan terima kasih. Bahkan tak jarang limit angka di kartu kredit Jenna sering bertambah banyak.
"Jangan transfer lagi, uang dari kamu udah lebih dari tujuh," ucap Jenna pelan.
"Why? Tujuh milyar bukanlah uang yang banyak. Aku bisa mendapatkannya hanya dalam hitungan menit" Tanya Zayn. Memang selama ini Zayn sering memberikan Jenna uang jajan setiap bulannya. Belum lagi tambahan setelah Jenna mampu memuaskannya.
"Aku kayak jal*ng. Habis kamu garap dan puasin kamu, kamu transfer uang. Apa bedanya aku sama Yura kalo gitu," ucap Jenna.
"Jelas berbeda sayang. Uang yang aku berikan itu tidak sebanding dengan kenikmatan yang aku dapatkan. Kamu hanya melayani aku, dan aku tidak berniat memberikan itu sebagai imbalan karena kamu memuaskan aku. Aku memberikan itu untuk kamu jajan, shopping, dan perawatan. Makanya aku minta kamu berhenti bekerja diluar. Jika mau, kamu bisa mendirikan bisnis sendiri. Aku yang akan menjadi investornya," ucap Zayn.
"Aku masih ingin sayang," ucap Zayn.
"Insaf mas. Udah cukup, kamu udah dua kali keluar loh. Masa gak cape cape," ucap Jenna.
"Iya juga ya, aku yang gerak tapi yang capek kamu. Kan aneh," ucap Zayn.
"Mass," erang Jenna kesal. Zayn terkekeh pelan dan mengecup pipi Jenna lalu memangku tubuh wanita itu dan berjalan masuk ke dalam resort. Untungnya tidak ada siapa pun disini. Bayangkan jika ada, Zayn berjalan tanpa sehelai benanh pun ditambah Jenna juga sama halnya. Benar benar pasangan gila.
__ADS_1
"Tubuh kamu kotor sayang," ucap Zayn.
"Kan emang kotor gara gara kamu. Aku di unboxing terus tapi gak dinikahin," ucap Jenna acuh.
"Lima hari lagi kita nikah sayang. Kamu milik ku seutuhnya," ucap Zayn.
"Aku kotor gara gara kamu, aku wanita kotor," ucap Jenna. Wanita itu berbicara namun matanya terpejam.
"Kamu wanita istimewa, kamu wanita special dan kamu adalah wanita ku. Jangan pernah mengatakan hal seperti itu, aku tidak suka sayang," ucap Zayn. Pria itu terus berjalan namun bukan ke kamar mereka namun ke dalam kolam hangat yang ada disana.
Jenna terperanjat kaget sampai membuka matanya saat ia masuk ke dalam air hangat itu. Jenna melemparkan tatapan tajamnya pada Zayn, pria itu hanya membalasnya dengan senyum dan kekehan.
"Tidak akan ada kata tidur sebelum aku benar benar menghajar kamu sayang," ucap Zayn. Pria itu duduk di dalam genangan air kolam yang hangat. Jenna juga duduk diatas pangkuan Zayn. Namun sebelum Jenna duduk, Zayn memasukan miliknya. Jenna hanya diam dan mendesis.
"Kamu juga belum puas kan?" Tanya Zayn berbisik. Jenna tersipu malu, dia memang belum puas. Namun dia malu untuk meminta hal lebih pada pria itu. Jenna memeluk tubuh Zayn dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang pria itu.
"Aku cuma gak mau ngabisin stok pengaman kamu," ucap Jenna.
Zayn terkekeh dan membasahi tubuh Jenna dengan air hangat kolam. Dia sengaja menyiapkan kolam ini, selain untuknya berendam, kolam itu dia gunakan untuk melakukan penyatuan dengan Jenna.
"Pengaman itu murah sayang. Aku sebenarnya ingin sekali tidak memakai pengaman itu, tapi aku tidak mau kamu hamil cepat."
__ADS_1
Tbc.