One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
22. Sekali Selingkuh Akan Tetap Selingkuh


__ADS_3

***


Jenna terkejut saat Zayn tiba tiba mengecupnya. Wanita itu pun mendorong tubuh Zayn agar menjauh darinya. Takutnya maminya tiba tiba masuk dan akan salah paham.


"Saya pergi dulu. Semoga taruhan dimenangkan oleh kamu, baby girl," ucap Zayn. Pria itu pun pergi begitu saja dari kamar Jenna. Sedangkan Jenna sangat bernafas lega sekali karena akhirnya pria itu pergi juga.


Tak berselang lama, makanan Jenna datang. Makanan itu dibawakan oleh pelayan rumahnya. Jenna sudah bisa menebak jika maminya pasti sedang menemani papinya makan.


Jenna tak ambil pusing, ia lantas memakan makananya sampai habis. Perutnya sudah lapar sekali saat ini.


Sementara itu, di tempat lain Yura sedang berusaha mencari keberadaan Mario. Kemarin saat di mobil tak sengaja Yura melihat Mario. Yura ingin menegurnya namun saat itu ia sedang bersama om Beno. Ia tidak bisa menegurnya karena om Beno pasti akan menginterogasinya. Dari pada pemasukannya terhambat, jadi Yura mengurungkan niatnya itu.


Saat ini Yura sedang berdiri di depan apartement Mario. Tadi ia bertanya pada penjaga di depan, bertanya tentang Mario. Mereka bilang Mario belum keluar dari unitnya. Yura sengaja jika mengetuk pintu, takutnya Mario malah diam saja jika tahu dia yang datang. Jelas jelas Yura sangat merindukan Mario. Ia harus bersabar sampai pintunya terbuka.


Sudah kurang lebih dua jam lamanya Yura berdiri sampai duduk di depan unit Mario namun pemuda itu belum kunjung membuka pintunya. Yura ingin sekali pergi saja dari sini dan menemui om Beno. Namun ia sudah bosan dengan om om itu.


Ditengah kebosanannya itu, tiba tiba pintu apartement Mario terbuka, keluarlah Mario dari sana. Yura buru buru berdiri dan mencekal tangan Mario. Tentu saja Mario terkejut.


"Yura," panggil Mario.


"Kamu kemana aja sih Yo? Dari seminggu yang lalu kamu ngilang. Kan aku kangen," ucap Yura manja. Wanita itu bergelendot manja di tangan Mario.


"Lepas Yu, kita gak bisa kayak dulu lagi. Gue lebih suka sama Jenna dibandingkan dengan lo," ucap Mario.

__ADS_1


"Apa sih yang lo lihat dari si Jenna itu?! Udah jelas jelas dia mutusin hubungan kalian berdua. Dari pada lo ngemis ngemis sama si Jenna, mendingan kita cek in aja," ajak Yura. Wanita itu tentu saja memiliki niat lain untuk menemui Mario. Dirinya menginginkan sentuhan Mario. Sudah satu minggu lamanya Mario tidak menyentuhnya. Dan lagi Yura merindukan milik Mario yang mampu membuatnya merasa puas.


"Jangan gila lo! Gue udah gak mau ngelakuin itu sama lo. Lo pergi sama om om lo aja sana," ucap Mario. Tentu saja pria ini tahu jika Yura tidak hanya bermain dengannya tapi juga bermain dengan pria lain.


Mario menjadikan Yura sebagai teman s*x-nya. Ia tidak pernah memiliki perasaan apapun pada wanita ini. Saat itu Mario mendapat penolakan dari Jenna untuk memenuhi hasratnya, hingga datanglah Yura dan mereka sering bermain selama satu tahun lamanya.


"Aku maunya sama kamu. Sama mereka gak enak, udah alot mana kecil lagi. Gak puas. Mau ya?" Ajak Yura. Wanita itu tentu saja tidak suka di tolak. Makanya sejak Mario menolaknya tadi, Yura dengan sengaja menempel nempelkan squishy miliknya sehingga bersentuhan dengan Mario. Tangan kanannya juga sejak tadi mengelus milik Mario yang masih terbungkus celana levis.


Murahan? Sudah jelas. Tidak perlu bertanya lagi. Entah mengapa Yura seperti ini. Yang jelas dia menginginkan kenikmatan itu. Selain mendapatkan kenikmatan, dia juga bisa mendapatkan uang banyak dari hasil melayani pria hidung belang di club. Sedangkan bersama Mario, Yura hanya menginginkan kepuasan. Karena hanya bersama Mario, Yura merasakan hal itu.


Yura tersenyum penuh kemenangan saat Mario memejamkan matanya akibat ulah tangannya pada milik Mario. Meskipun sudah terbalut celana, tapi Yura dapat merasakan jika milik Mario sudah menegang. Yura pun berinisiatif mendorong tubuh Mario masuk kembali ke dalam apartement. Yura juga mengunci pintu apartement itu agar tidak ada yang mengganggu akitivitasnya dengan Mario.


Kejadian selanjutnya, hanya Yura dan Mario yang tahu. Bahkan Yura berniat ingin bermain selama yang ia mau. Entah sampai malam atau sampai pagi. Tenang saja, Yura sudah ijin jika dia akan menginap di rumah temannya.


***


Sore harinya, Jenna keluar dari dalam kamarnya. Ia berjalan terpincang pincang karena kakinya belum sembuh total. Sebenarnya ia malas keluar, tapi di dalam kamar saja sejak siang tadi membuatnya bosan.


Rumahnya sepi. Papinya mungkin sudah kembali ke kantor dan maminya mungkin pergi ke butik miliknya. Di rumah hanya ada beberapa pelayan saja. Jenna menuruni tangga dengan cara meloncat satu kaki. Sedangkan satu kakinya lagi ia angkat karena jika ditekan ke atas ubin, akan terasa sakit.


"Ya allah non, mau kemana? Kok keluar kamar?" Tanya bi Uci. Wanita paruh baya itu langsung naik ke atas tangga untuk membantu anak majikannya.


"Bosen bi di kamar mulu. Jenna mau lihat udara segar diluar," ucap Jenna.

__ADS_1


"Tapi kan kondisi non masih kurang baik. Lihat tuh kakinya, bengkak kan?" Tanya bi Uci.


"Ya emang bengkak bi. Namanya juga keseleo," ucap Jenna. Wanita itu pun terus meloncat dengan ditemani bi Uci disampingnya. Jaga jaga takutngya Jenna malah nyungseb.


"Bi, nanti tolong ambilin go food Jenna ya. Ini uangnya," ucap Jenna.


Bi Uci menerima uang itu dan membantu Jenna duduk di ruang tv.


"Iya non. Kalo mau apa apa panggil bibi aja. Nanti non jatoh bibi yang kena marah," ucapnya.


"Iya bi."


Bi Uci melanjutkan kembali pekerjaannya. Meninggalkan Jenna yang sedang duduk rebahan di depan ruang tv. Tv sudah menyala sejak Jenna duduk. Aneh, padahal di kamar miliknya ada tv tapi dia menginginkan nonton disini.


Jenna menonton tv sendirian. Ia sedang menunggu makanannya tiba. Sudah sore hari seperti ini enaknya nyemil. Jadi tadi Jenna memesan makanan melalui aplikasi online.


"Non, ini makanannya," ucap bi Uci.


"Ambil yang di tangan kiri bibi. Bagiin sama pelayan lain termasuk mang Ucup juga. Anggap aja Jenna lagi baik," ucap Jenna.


"Non Jenna kan selalu baik non. Makasih ya, bibi bagi bagi dulu sama yang lain," ucapnya. Jenna hanya mengangguk sekilas dan memakan makanan yang ia pesan.


Chicken katsu dan beef saikoro kesukaannya. Ia juga memesan beberapa makanan korea seperti sashimi dan udang tempura. Ramen juga ia pesan. Sebenarnya ia hanya random memilih makanan ini. Apa yang terlihat bagus dan menarik ia pesan saja tanpa memikirkan harganya. Untuk apa? Semahal apapun jika Jenna mau, Jenna akan membelinya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2