One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
172. Engangement


__ADS_3

***


Jam yang sudah ditentukan pun tiba. Semua tamu undangan sudah berada di dalam ballrom hotel. Mereka semua memakai pakaian serba putih, sesuai dengan tema dress code yang Jenna tentukan. Beberapa tamu sudah duduk di kursi yang disediakan sembari mengobrol santai dengan tema perusahaan. Hal itu sepertinya sudah mutlak, para petinggi bisnis sudah pasti ketika bertemu akan membahas hal seperti itu.


Sementara itu dilain sisi, Jenna sudah siap. Dress berwarna navy yang sangat cantik sudah melekat di tubuhnya. Dress itu mengekspos bagian atas tubuh Jenna. Bahunya terbuka, hanya ada dua tali yang melingkar di sisi kiri dan kanan bahu tangannya. Dressnya berbentuk duyung ke bawah. Namun ada sobekan yang disengaja dari kaki bagian kiri. Sobekan itu sampai ke bagian bawah lutut. Untuk taatanan rambutnya, Jenna sengaja minta di gerai. Namun ditata sedemikian rupa sehingga sangat cantik. Jenna memakai aksesoris rambut berbentuk bunga. Make up-nya sendiri dibuat ala ala wanita Korea.


Sedangkan Zayn, pria itu sudah memakai kemeja putih dengan tuxedo dan jas berwarna navy senada dengan celananya. Pria itu memakai dasi kupu kupu. Sangat tampan sekali, karena dasarnya Zayn memang sudah tampan. Tentu saja memakai pakaian apapun akan terlihat cocok.


Zayn berdiri diluar ruangan yang ditempati Jenna. Pria itu sedang menunggu kekasihnya keluar. Karena Zayn berniat akan masuk ke dalam ballrom hotel bersama sama.


"Stay calm dude," ucap Ghani. Pria yang awalnya mengincar Jenna kini sudah melepaskannya. Karena dia tahu jika Jenna memang hanya untuk Zayn. Ghani memang hanya bermain main saja. Dia tidak pernah serius dengan seorang wanita. Entah kapan dia akan serius.


"Lo berdua udah beresin wartawan sama Eliza kan? Hendri datang?" Tanya Zayn.


"Wartawan udah gue halau di depan sama banyak bodyguard. Mereka emang hampir nerobos pagar pembatas, tapi untungnya aman terkendali. Eliza sendiri masih belum tahu sampai saat ini. Mungkin nanti setelah wartawan meliput dan menayangkannya di tv atau sosial media, dia baru akan tahu," ucap Ghani.


"Keluarga Hendri datang, lengkap. Gue udah taruh dua bodyguard buat ngawasin mereka. Di alat pemindaian, Hendri dan keluarganya lolos. Artinya dia memang tidak membawa benda berbahaya," ucap Ryan.


"Nice. Thanks buat bantuan lo berdua," ucap Zayn.

__ADS_1


"Kita ini udah temenan lama. Wajar buat saling bantu," ucap Ghani.


Benar. Pertemanan mereka memang sudah lama. Wajar saja jika pertemanan mereka memang sudah sangat dekat. Terlebih memang mereka memiliki hubungan yang baik dalam pertemanan. Tidak pernah ada pertikaian, paling paling hanya becandaan saja.


Tak lama, pintu ruangan tempat Jenna berganti baju dan dandan itu pun terbuka. Yang keluar lebih dulu adalah Lita, disambung oleh Jeni baru Jenna dan Ale.


Zayn seketika terdiam melihat wanitanya. Pantas saja Jenna tidak mau mencoba dressnya di depannya. Ternyata dressnya memang cantik. Hanya saja bahunya terekspos dan bagian bawahnya sengaja dirobek. Untungnya hanya sampai bawa lutut.


Ale memberikan Jenna pada Zayn karena dia sudah ditarik oleh Ryan. Ryan dan Ale jalan lebih dupu diikuti oleh Ghani dengan wanita yang tidak dikenal oleh Ryan dan Zayn. Sementara Jenna hanya menundukan kepalanya karena ditatap oleh Zayn sejak tadi.


"Jangan menunduk, nanti mahkota kamu jatuh," ucap Zayn.


"Ya jangan di tatap mulu. Ayo jalan," ucap Jenna.


"Manis. Tapi rasanya kurang," ucap Zayn.


"Kok gitu," ucap Jenna keheranan.


"Karena aku hanya mengecupnya, tidak melum*tanya. Rasanya sudah pasti kurang," ucap Zayn.

__ADS_1


"Massss," geram Jenna. Zayn hanya terkekeh melihat tingkah wanitanya. Mereka berdua pun segera berjalan setelah di interupsi oleh mami Jeni. Mereka berjalan masuk ke dalam ballrom hotel.


Pengatur acara langsung meminta Jenna dan Zayn untuk naik ke atas tempat dekorasi. Mereka diminta duduk disana. Tak lama setelah Jenna dan Zayn datang acara pun dimulai. Pembukaan dilanjut dengan susunan acara lainnya sampai menuju ke acara dimana Jenna dan Zayn harus tukar cincin.


"Baiklah, kita sampai pada acara puncak yang sudah ditunggu tunggu. Namun sebelum mereka saling mengikat dengan cincin, bagaimana jika mereka kita minta untuk saling mengungkapkan perasaan masing masing? Sepertinya itu akan lebih seru," ucap pengatur acara. Riuhan tepuk tangan dan suara setuju terdengar dari para tamu undangan. Acara ini memang tidak ada di susunan, bahkan Jenna atau pun Zayn tidak persiapan lebih dulu.


"Bagaimana jika kita mulai ini dari tuan muda Zayn Nagendra Arcellio? Sepertinya beliau yang paling siap," ucap pengatur acara. Dia memberika mic pada Zayn.


Zayn menerimanya dan menatap Jenna. Sebelah tangannya yang menganggur memegang tangan Jenna.


"Jennaira Adam Aracelli, wanita cantik yang dengan tidak sengaja aku kenal namun kini malah menjadi calon istri ku. Mungkin orang orang mengira jika kita memang baru baru saat ini mengenal, tetapi sebenarnya saya sudah mengenal Jenna cukup lama. Karena dia adalah anak dari sahabat mama dan papa saya. Namun kami belum terlalu dekat saat itu. Hanya saling mengenal saja. Sampai lambat laun, kami pun bertemu dan saya langsung memiliki ketertarikan padanya. Saat itu saya langsung mengklaim bahwa dia milik saya," ucap Zayn. Pria itu menatap manik mata Jenna. Keduanya tenggelam dalam tatapan masing masing.


"Jennaira Adam, mungkin pertemuan dan perkenalan awal kita tidak terlalu baik. Maafkan aku yang memulai hubungan ini dengan terburu buru dan mungkin terlalu memaksa. Tapi kamu harus tahu bahwa aku benar benar sangat mencintai kamu. So, mau kah kamu menjadi istri ku? Menemani hari hari ku, menemani ku menghabiskan sisa umur ku," ucap Zayn.


Jenna tersenyum dan mengangguk. Ia mengangkay mic kemudian berbicara.


"Tuan Zayn Nagendra. Seperti itulah aku mengenal nama mu. Nama yang hanya aku ingat inisialnya saja. Terimakasih sudah membuktikan jika kamu memang berbeda dengan pria pria sebelumnya yang mengenal ku. Bisa dibilang aku benar benar beruntung karena dengan ketidaksengajaan itu aku bertemu dengan kamu. Maafkan aku, awalnya aku memang menolak kehadiran kamu. Tapi seiring berjalannya waktu, dengan kesabaran mu, kamu membuktikan bahwa kamu memang benar benar mencintai ku dan rela menunggu ku. Aku, menerima mu," ucap Jenna.


Sorak tepuk tangan kembali menggema. Sepertinya semua tamu undangan terlihat sangat menikmatinya. Tak lama setelah Jenna dan Zayn berbicara, seorang wanita masuk membawakan cincin untuk mereka. Zayn yang lebih dulu memasangkan cincin berlian itu baru Jenna.

__ADS_1


Kedua orang tua mereka terlihat bahagia melihat anak anak mereka akhirnya memiliki hubungan dengan ikatan yang sudah jelas.


Tbc.


__ADS_2