
🥸
***
Untungnya Jenna tidak berpapasan dengan Zayn, malas sekali rasanya. Jenna teringat ciumannya dengan Zayn beberapa menit yang lalu. Ia pun mengusap usap bibirnya. Berharap bekas ciuman tadi pergi.
"Bego deh. Gak boleh murahan Jenn, masa di cium cium gitu mau. Untung tadi udah mandi jadi ilang bekasnya," ucap Jenna. Dia pun kembali berjalan menuju ke hotelnya. Perutnya sudah lapar bodohnya dia juga belum mengabari maminya. Bisa bisa Jenna dapat kultum dari maminya.
Sementara itu, Zayn tahu Jenna baru saja keluar dari mini market. Ia tahu Jenna melihatnya berjalan dengan wanita disampingnya ini. Bahkan Zayn melihat Jenna yang mengusap usap bibirnya. Mungkin Jenna kesal karena Zayn tadi menciumnya dan saat ini ia bersama wanita lain.
"Tunggu saya, saya akan kembali melahap bibir kamu," ucap Zayn.
"Kak Zayn ngomong apa?"
"Enggak dek. Ada yang cemburu sama kamu," ucap Zayn.
"Lah, siapa? Masa iya aku sama om om kayak kakak," ucapnya. Dia adalah Rara, sepupu Zayn. Rara adalah anak adik dari mamanya yang ketiga.
"Oh, jangan jangan cewek tadi ya? Kak Zayn kok gak jelasin sih? Nanti Rara malu kalo ketemu lagi sama dia," ucap Rara.
"Santai aja, nanti kakak jelasin ke dia kok. Kamu masuk gih, salamin sama mama papa kamu. Maaf kakak gak mampir," ucap Zayn.
"Iya gak papa. Kakak jelasin sama cewek kakak gih, kalo masalahnya manjang kan berabe," ucap Rara.
"Iya," ucap Zayn. Pria itu pun pergi dari sana menuju ke hotel lagi.
Rara berkunjung untuk menemui kakak sepupunya. Sudah lama mereka tidak bertemu. Rara dan keluarganya berdomisili di Bali karena papanya orang Bali. Tadi Zayn mengantarkan Rara ke rumahnya yang berada tak jauh dari mini market tempat Jenna jajan tadi.
Sementara di dalam hotel, Jenna sudah melahap habis ayam betutu yang tadi dibeli olehnya. Rasanya sangat enak sekali. Ayamnya habis hanya saja tersisa nasi dan sate lilitnya. Perutnya masih sanggup menampung makanan, hanya saja Jenna ingin memakan sosis yang tadi ia beli.
__ADS_1
Ia juga menyalakan tv di depannya. Jenna makan di kursi depan kasurnya. Di meja, terhidang banyak makanan dan minumannya. Jenna juga membeli minuman soda tadi.
Saat sedang asik makan sisa ayam betutu, pintu hotelnya terbuka. Tidak perlu bertanya dia siapa, sudah pasti itu Zayn. Jenna tidak menolehkan kepalanya sedikit pun ke arah sampingnya. Sementara Zayn berjalan dan duduk di sebelah Jenna.
Tentu saja ia bisa dengan mudah masuk, dia pemilik hotel ini.
"Kenapa saya gak dibelikan makanan?" Tanya Zayn.
"Udah gede, mandiri dikit," ucap Jenna ketus.
"Kamu marah karena saya sama cewek tadi? Dia-,"
"Gak usah dibahas. Gak perlu dijelasin juga, toh Jenna bukan siapa siapa om. Kita kenal karena kecelakaan. Dan sialnya malah harus bekerja sama," ucap Jenna. Matanya tidak teralih sedikit pun dari tv.
Zayn hanya menghela nafasnya. Jenna benar benar marah padanya. Ia tak ambil pusing, ia memilih memakan makanan sisa Jenna. Toh nasinya masih banyak, ada sate lilit juga sebagai lauknya.
Jenna terkejut saat Zayn mau memakan makanan bekasnya. Meskipun bekas tapi Jenna tidak mengacak acak nasi dan satenya. Jadi masih layak di makan, tapi olehnya bukan oleh Zayn.
"Apa salahnya makan bekas calon istri. Lagi pula ini bukan bekas, ini masih layak di makan," ucap Zayn.
"Terserah."
Jenna kembali fokus pada tv dan mengambil sosis yang tadi ia beli. Aroma sosisnya sangat wangi sekali. Pasti rasanya enak.
Jenna pun menggigit ujung sosisnya. Ia mengigitnya cukup kuat sehingga isi keju di dalam sosis itu muncrat. Keju dari dalam sosis itu meleleh melewati mulut Jenna ke dagu sampai menetes ke bajunya.
"Ish, kan lengket," gerutu Jenna. Ia pun mengambil tissue dan mengelapnya. Sejak tadi tatapan Zayn terus ke arah Jenna saat keju di dalam sosis itu muncrat keluar. Pikiran Zayn langsung dibuat travelling. Apalagi warna kejunya putih.
Zayn berdehem dan kembali melirik ke arah tv. Gila, pikirannya sudah tidak suci lagi. Ia bahkan membayangkan jika cairan putih itu adalah cairannya yang keluar saat dan Jenna-
__ADS_1
Zayn menggelengkan kepalanya. Tidak tidak, itu keju.
Jenna sendiri tidak memperhatikan pria itu. Ia dengan santainya memakai sosis itu sampai habis kedua duanya. Jenna mengumpulkan sampahnya dan menyimpannya di depan pintu hotel karena nanti akan ada yang mengambilnya. Sementara piring bekas ia dan Zayn makan hendak ia cuci namun Zayn melarangnya dan menyimpannya di depan pintu. Biarkan pelayannya yang bekerja. Toh dia sudah menggaji mereka.
Zayn selesai makan langsung berkutat dengan ipad miliknya. Sedangkan Jenna baru selesai ganti baju lagi. Aroma keju di bajunya tadi sangat tidak nyaman untuk hidungnya.
"Om, keluar. Masuk ke kamar om sendiri, Jenna mau tidur," ucap Jenna.
"Kamu ngusir saya?" Tanya Zayn.
"Iya. Kurang jelas?" Ucap Jenna.
"Saya akan tetap disini dan saya akan tidur dengan kamu lagi," ucap Zayn.
"Jenna bukan pacar atau pun istri om. Om gak bisa seenaknya kayak gitu," ucap Jenna.
"Saya bisa Jenna. Duduk disini, ada beberapa hal menyangkut pekerjaan yang akan saya sampaikan. Besok kita ke lapangan langsung untuk meninjaunya," ucap Zayn.
"Ini bukan waktunya bekerja dan waktunya istirahat. Jenna akan bekerja sesuai dengan jam kerja. Tidak lebih dari itu," ucap Jenna. Wanita itu pun naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut tebal.
Zayn lupa jika Jenna adalah wanita yang keras kepala. Bodohnya dia juga yang bekerja diluar jam kerja. Wajar saja, karena Zayn memang sudah terbiasa seperti itu. Zayn pun menutup ipadnya dan naik ke tempat tidur yang sudah ditiduri oleh Jenna.
"Om udah pesen kamar sendiri kan? Kenapa gak disana aja? Tolong hargai privasi Jenna, jangan karena hotel ini milik om, om bisa seenaknya," sarkas Jenna. Jujur saja ia sudah sangat kesal sekali.
Zayn tidak mendengarkan ucapan Jenna. Pria itu malah masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuh Jenna dari belakang.
"Om, Jenna bisa marah ya. Lepas gak, pergi!" Usir Jenna.
"Marah aja, bukannya kamu udah marah sejak tadi lihat saya sama cewek lain? Harus kamu tahu cewek tadi adik sepupu saya. Dia anak adiknya mama yang ketiga. Dia tinggal disini karena papanya orang sini. Tadi saya antarkan dia pulang. Tolong jangan salah paham," ucap Zayn.
__ADS_1
"Lepas ih," ucap Jenna kekeuh.
Tbc.