One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
134. Everthing For You


__ADS_3

***


Lagi dan lagi Ale selalu dalam pilihan yang membingungkan. Bagaimana tidak, Ryan kembali mmemberinya pilihan gila yang tidak masuk di akal. Pilihan pertama, Ale harus ikut dengannya ke pesta dan mengatakan jika dia adalah kekasih Ryan dan yangg kedua, Ale tidak perlu datang ke pesta itu tapi harus melayani nafsu bejatnya.


Tentu saja Ale akan memilih opsi pertama. Bagaimana pun dia tidak mau lepas virgin sebelum waktunya.


"Nice girl, sekarang kamu ikut aku untuk memilih gaun yang sudah aku siapkan sebelumny," ucap Ryan.


"Gaun ku masih banyak," ucap Ale. Mereka masih dalam posisi tidur karena baru terbangun setelah matahari cukup tinggi berada diatas langit.


"No babe, gaun yang kamu pakai harus matching dengan jas yang aku pakai," ucap Ryan.


"Ryan, bukankah sudah aku bilang aku datang ke pesta itu karena ingin menyelamatkan diri ku saja? Jangan berharap lebih dengan mengklaim aku milik mu," ucap Ale.


Ryan terkekeh, "Kamu memang milik ku Alesha. Jika saja aku tidak menghormati kamu, mungkin saat ini kamu sudah tidak peraw*n lagi."


"Jangan gila!! Aku tidak mau melakukan hubungan itu sebelum adanya pernikahan. Lagi pula aku menjaga kehormatan ini untuk suami ku nanti," ucap Ale.


"Aku yang akan menjadi suami kamu babe, sudah ayo cepat bangun. Kita harus segera pergi," ucap Ryan.


"Demi apapun aku malas Ryan," ucap Ale. Ia menggulingkan tubuhnya ke samping hingga tengkurap. Ale benar benar malas sekali hari ini. Dia hanya ingin diam dan diam saja.


"Dari kemarin kamu sudah banyak tertidur. Apa itu tidak cukup?" Tanya Ryan.


"Tidak. Aku masih ingin tidur Ryan, jadi tidak perlu membeli gaun yang kamu inginkan. Tinggal katakan malam nanti aku harus pakai gaun apa, semua warna aku punya," ucap Ale.


Ryan terdiam. Ia pun memeluk tubuh Ale dan mengecupi kepala wanita ini. Nyaman selalu ia rasakan saat berada dekat dengan wanita ini. Makanya Ryan ingin Ale menjadi miliknya.


"Berbalik lah," ucap Ryan.


"Enggak mau, enakan gini," ucap Ale.


"Apa kamu sudah pernah punya pacar sebelum bertemu saya?" Tanya Ryan.


"Udah," jawab Ale.


"Kamu melakukan kiss dengan dia?" Tanya Ryan.

__ADS_1


"Tidak. First kiss ku diambil oleh mu waktu itu," ucap Ale. Diam diam Ryan tersenyum.


"Benarkah? Lalu kegiatan apa yang kamu lakukan dengan pacar mu itu jika tidak ada aktivitas seperti kiss," ucap Ryan.


"Pacaran biasa layaknya sepasang kekasih," ucap Ale.


"Jadi kamu belum pernah merasakan nikmatnya rem*san di area dada? Atau rabaan di bagian sensitif mu?" Tanya Ryan.


"Gila aja. Ya enggak lah! Masa iya banting harga sampe harus di rem*s sama cowok," ucap Ale.


"Itu nikmat Ale sayang, kamu harus merasakannya. Aku yakin kamu akan ketagihan," ucap Ryan.


"Tidak, terimakasih. Saya tidak mau melakukan itu jika tidak dengan suami saya. Meskipun katanya itu nikmat," ucap Ale.


"Aku ingin merem*snya. Apa boleh?" Tanya Ryan.


"Enggak! Jang-ah," ucap Ale tertahan. Ia memejamkan matanya dan berusaha menahan tangan Ryan yang dengan nakalnya bergerilya di area dadanya. Bahkan tubuh Ale ditahan agar tidak banyak bergerak. Masih dengan posisi yang sama.


"Nikmati ini babe, milik mu ini akan membesar. Aku yakin itu," ucap Ryan tersenyun licik.


***


Sejak tadi Jenna terus ditawari berbagai macam tas branded, namun Jenna menolaknya karena tidak ada yang ia inginkan disini. Ia sedang mencari hand bag, namun belum menemukan model yang cantik.


"Sayang, ambil aja sih tas-nya. Uang aku gak akan habis meskipun kamu membeli semuanya," ucap Zayn.


Sombong sekali. Tapi kenyataanya memang seperti itu sih.


"Enggak mas, itu mubadzir. Aku beli apa yang aku butuhkan untuk sekarang, lagian tas aku udah banyak di rumah. Cuma gak ada hand bag aja," ucap Jenna.


"Jadi cewek jangan irit irit banget ya? Hamburin uang aku, aku calon suami kamu. Itung itung kamu latihan, karena setelah menikah nanti kamu harus menghabiskan uang yang aku kasih setiap bulannya," ucap Zayn.


Benar benar pria romantis. Dia bahkan tidak memikirkan bagaimana lelahnya mencari uang, dan dengan entengnya dia malah bilang agar Jenna tidak irit dan banyak mengeluarkan uang.


Jadi seperti ini rasanya di treat like a queen?


Jenna baru merasakannya. Bahkan selain menjadi queen-nya Zayn, Jenna juga sudah dimiliki seutuhnya oleh pria ini. Ingin mengumpat, tapi semuanya sudah terjadi.

__ADS_1


"Enggak sayang, udah ah ayo kita cari hand bag lain," ucap Jenna.


"Kamu des*h? Kok cuma sekali?" Tanya Zayn.


"Ih, bukan mas. Enggak gitu konsepnya," ucap Jenna.


Zayn terkekeh dan menarik lembut pinggang Jenna. "Becanda sayang. Ya udah ayo kita cari lagi tas yang kamu mau. Toko itu belum kamu lihat kan?"


"Iya belum. Disana tas-nya mahal mahal," ucap Jenna.


"Ada harga ada kualitas sayang," ucap Zayn.


"Ya iya sih mas. Buat investasi juga," ucap Jenna.


"Itu tahu. Udah ayo ah kesana, jangan kebanyakan mikir. Uang aku udah gatel pengen di keluarin," ucap Zayn.


Jenna mendelik. Ada ada saja pria ini. Masa iya uang bisa gatal jika tidak dikeluarkan. Bilang saja ingin mentraktir Jenna. Karena memang selama ini Jenna selalu menolak barang barang branded yang ingin dibelikan oleh Zayn. Jenna bahagia sekali, Zayn benar benar membuktikan ketulusannya.


Mereka berdua masuk ke dalam toko tersebut. Beberapa pelayan langsung menyambutnya dan bertanya siapa tahu ada yang bisa dibantu. Jenna mengatakan ingin tas hand bag, pelayan itu mengantarkannya pada rak yang berisi pajangan hand bag.


"Ini beberapa koleksi hand bag terbaru nona, silahkan dilihat lihat siapa tahu ada yang cocok," ucap pelayan toko. Jenna mengangguk dan mulai mencari carinya dengan ditemani oleh Zayn.


"Sayang, ini bagus," ucap Zayn. Ia menunjuk sebuah hand bag berukuran sedang. Hand bag itu berwarna silver dengan hiasan kerlap kerlip yang cantik. Mewah, elegan namun desainnya masih simpel.


"Mbak, mau lihat yang ini," ucap Jenna. Pelayan toko itu mengangguk dan memberikan sarung tangan khusus pada Jenna agar wanita itu bisa merabanya.


Bahan dan materialnya oke, harganya juga sangat sangat oke. Yap, hampir puluhan juta karena ini brand luar. But, its okay. Zayn bilang ada harga ads kualitas.


"Bagus yang ini. Boleh?" Tanya Jenna.


"Boleh sayang, suruh pelayannya packing biar aku yang bayar," ucap Zayn tersenyum.


"Yeay, uang kamu habis banyak loh sama aku hari ini," ucap Jenna.


"Everything for you darl."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2