One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
25. Pembuat Onar


__ADS_3

✊️✊️


***


Jenna yang tadinya lapar dan sangat menginginkan ramen dan udang tempura kini selera makannya menjadi hilang saat melihat dua orang yang sangat dia benci muncul di hadapannya.


Jadi tujuan Mario kemarin kembali mendekatinya dan menjelaskan semuanya itu hanya omong kosong saja?


Jenna tersenyum remeh. Ternyata Mario tidak akan berubah. Pria itu akan tetap terjun ke lubang yang sama. Padahal Jenna akan memaafkannya kemarin tapi setelah melihat kejadian ini, ia jadi enggan memaafkannya. Untuk apa, lagi pula Jenna tidak akan pernah memberikan kesempatan kedua untuk Mario.


Jenna menggeser mangkuk berisi ramen miliknya. Padahal ramen itu masih banyak. Zayn mengernyit heran, bukannya tadi wanita ini sangat lahap memakan ramen ini? Kenapa sekarang tiba tiba berhenti.


"Kenapa? Ramen kamu masih banyak," ucap Zayn.


"Udah gak ada selera lagi om," ucap Jenna.


"Mau pesan makanan yang lain?" Tanya Zayn.


"Gak usah om, Jenna udah kenyang. Om lanjut aja makannya, Jenna tungguin kok," ucap Jenna.


Zayn tersenyum, "Baiklah."


Jenna terus memperhatikan interaksi Yura dan Mario. Mereka terlihat bahagia sekali. Sebenarnya dada Jenna sedikit sesak melihat itu semua. Namun apa boleh buat, mungkin memang seharusnya Jenna melihat itu semua hari ini.


Jenna selalu menghindar saat Mario datang kepadanya. Bahkan Jenna tidak mau bertemu lagi dengan pria itu. Pria yang sudah menghancurkan kepercayaannya terhadap pria lain.


Sementara itu, baik Mario atau pun Yura, mereka berdua sama sama tidak menyadari jika ada yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


Mereka berdua asik dengan dunianya sendiri. Mario yang kemarin menolak Yura dan ingin kembali kepada Jenna pun kini luluh setelah miliknya kembali memasuki milik Yura. Bahkan mereka melakukannya dalam waktu yang lama kemarin. Mario sungguh senang sekali.


Perihal Jenna, Mario akan tetap kembali pada wanita itu. Ia tidak akan melepaskan Jenna begitu saja. Wanita itu cantik, pintar, dan juga memiliki aset dan kekayaan yang banyak dari orang tuanya. Mario sudah membuat rencana, ia akan memaksa Jenna untuk tidur dengannya. Dengan begitu orang tua Jenna pasti akan meminta pertanggung jawaban sehingga Mario akan menikah dengan Jenna. Dan saat itu tiba, Mario akan memaksa Jenna untuk memberikannya aset. Entah itu apartement, saham, atau sejumlah uang.


"Yo, makan dong. Ngelamun mulu," ucap Yura.


"Iya beb. Aku makan kok," ucap Mario. Yura tersenyum senang saat Mario luluh karenanya. Tentu saja karena ini semua memang sudah direncanakan Yura tempo hari. Ia sungguh sangat mencintai Mario. Bahkan ia rela operasi agar saat Mario memasukinya ia masih terlihat virgin. Padahal aslinya tidak. Yura sudah sering bermain dengan pria lain di club. Ia bahkan tidak ingat siapa yang mengambil virginnya saat itu.


"Seneng banget akhirnya kita kayak gini lagi. Rasanya udah lama kita gak berduaan kayak gini," ucap Yura.


"Ya mau gimana lagi, papa kamu nyari aku. Aku takut dibunuh sama dia. Jadi ya aku pergi untuk sementara waktu," ucap Mario.


"Aku kira kamu bakalan balik sama si Jenna lagi. Tapi untungnya enggak," ucap Yura.


"Belum, bukan enggak," ucap Mario. Gerakan tangan Yura terhenti saat mendengar ucapan Mario. Jadi maksudnya pria ini akan kembali pada Jenna?


"Apa bagusnya sih dia? Jelek iya," ucap Yura.


"Jangan harap kamu bisa sama dia lagi," ancam Yura. Mario pun mengangguk saja. Bukan karena ia takut tapi karena ia malu jika Yura membuat kegaduhan disini. Jadi lebih baik ia mengalah dulu saja.


Yura dan Mario kembali melanjutkan acara makan mereka. Dan Zayn sudah tahu kenapa Jenna tidak mood makan lagi. Saat Yura menggebrak meja tadi, Zayn menolehkan pandangannya. Ia tidak habis pikir dengan wanita itu. Apa tidak malu membuat keributan seperti tadi?


"Kita kembali ke kantor saja," ucap Zayn.


"Makanan om belum habis," ucap Jenna.


"Saya bisa makan lagi nanti," ucap Zayn. Jenna mengangguk. Ia membereskan ponsel dan mengeluarkan dompetnya untuk membayar makanannya namun Zayn melarangnya. Dia bilang dia yang mengajak Jenna kemari. Jadi biarkan Zayn yang membayarnya.

__ADS_1


Zayn pun pergi meninggalkan Jenna menuju ke meja kasir untuk membayar bill. Saat Jenna sedang diam menunggu Zayn, tiba tiba terdengar kegaduhan dari arah meja Yura dan Mario. Disana Jenna melihat ada pria yang kemarin ia lihat di mall sedang belanja bersama Yura.


"Kasian, ke gep om om-nya," gumam Jenna. Ia hanya diam dan melihat ke arah sana. Dimana Mario sedang di bogem oleh pria itu. Yura berusaha melepaskannya namun tentu saja tenaga pria bukanlah tandingannya.


Beberapa orang dan pelayan laki laki datang untuk memisahkan mereka. Namun sepertinya om om itu sudah kesetanan. Ia berusaha melepaskan diri dan kembali membogem Mario.


"Ayo," ucap Zayn.


"Nanti dulu om, jalan keluarnya kehalang mereka tuh," ucap Jenna.


Zayn melirik ke arah yang dimaksud Jenna. Pria itu lagi. Tidak dimana, tidak dimana selalu saja membuat keributan.


Akhirnya om om itu melepaskan Mario dan pergi begitu saja meninggalkan Mario dan Yura. Terlihat Yura membantu Mario berjalan keluar restoran. Begitu juga dengan Zayn dan Jenna. Mereka berdua keluar karena sudah harus kembali ke kantor.


Di depan resto, Mario berhenti karena ia kesakitan akibat tendangan pria buncit itu pada tulang betisnya. Yura juga dengan telaten memberikan Mario air mineral agar Mario lebih tenang.


Jenna keluar bersama dengan Zayn tanpa menatap Mario dan Yura yang ada di sebelah kiri. Jenna berjalan begitu saja seolah tidak melihat mereka. Tiba tiba Mario mengejarnya dan menarik tangan Jenna. Sontak saja Zayn menepis tangan itu dan menarik Jenna ke dekatnya.


"Jenn, maafin aku," ucap Mario.


"Yo, kamu gimana sih?! Kok malah minta maaf. Dia yang salah," ucap Yura.


"Diam Yura."


Jenna menatap jengah kedua orang di depannya ini. Rasanya kesal bukan main saat harus melihat dua manusia memuakan ini.


"Wow, ternyata cowok lo baru lagi. Sabi gue deketin," ucap Yura menatap genit ke arah Zayn. Sedangkan Zayn tidak menganggapnya. Pria itu diam saja karena tidak sudi meladeni wanita seperti ini.

__ADS_1


"Murah*n banget. Dibandrol berapa? Kemarin gue liat lo jalan sama cowok lain. Terus hari berikutnya jalan sama om om perut buncit yang tadi hajar kalian di dalam resto. Tahu gak, dia udah beristri anaknya lima lagi," ucap Jenna. Setelah mengatakan itu, ia pun segera pergi dari sana. Malas sekali harus melihat wajah wajah menyebalkan ini jika terlalu lama.


Tbc.


__ADS_2