One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
144. Video Gila


__ADS_3

***


Setelah diantar oleh kekasihnya ke apartement, Jenna langsung memanfaatkan keadaan dengan menyeduh mie instan sebanyak dua bungkus. Karena menurutnya satu bungkus itu sangat sedikit. Belum lagi dia sangat lapar sekali. Untungnya tadi pagi sebelum tidur, Zayn meminta Jenna makan dulu, jadi rasa laparnya tidak terlalu dominan.


Jenna membawa mie instan goreng ke atas meja makan, niatnya dia akan makan disana. Aroma semerbak harum wangi dari mie itu menyeruak, merangsek masuk ke dalam indera penciumannya. Jenna langsung menyuapkan mie itu ke dalam mulutnnya. Wah, rasanya seperti berada di atas awan. Ini enak sekali!


Saat sedang asik makan, tiba tiba ia teringat soal Ale. Tadi Zayn nengatakan saat Jenna bertanya, Ryan tidak mungkin akan melepaskan tangkapannya semalam. So, Ale juga sudah lepas virgin sama sepertinya? Kenapa dua sahabat ini memiliki nasib buruk yang sama? Jenna kira, setelah ia mengalaminya Ale sahabatnya tidak akan mengalami hal itu. Tapi ternyata takdir Ale juga sama sepertinya.


"Kasihan Ale, tapi gue juga kasihan. Intinya gue sama Ale sama sama harus dikasihanin. Kenal cowok yang umurnya beberapa tahun lebih tua dari kita, eh malah berujung diatas kasur," ucap Jenna.


Ia kembali memakan mie miliknya sampai benar benar habis. Jenna benar benar menghajar habis habisan mie itu agar terkoyak di dalam mulutnya dan masuk ke dalam perutnya. Selama ini Zayn selalu melarangnya memakan mie instan dan ramen instan. Jadi mumpung pria itu tidak ada, Jenna memakannya.


Tak lama setelah selesai makan, Jenna beranjak dari meja makan menuju ke depan tv. Bukan menontom tv tapi untuk rebahan kembali. Entah kenapa kepalanya kembali diserang oleh rasa pening. Apa mungkin gara gara semalam?


"Gila sih, om Zayn semalam bener bener kayak orang kesetanan. Dia dengan gilanya hajar gue tanpa berperasaan. Mana pantat gue di gampar lagi," ucap Jenna. Pikirannya kembali menerawang ke kejadian semalam dimana dirinya di unboxing kembali oleh pria yang sekarang menjadi kekasihnya itu.


"Kalo gue nikah sama dia, udah pasti tiap malem di garap," erangnya.


Jenna tidak mau ambil pusing, lebih baik ia kembali ke kamarnya dan segera tidur lagi. Karena rasa kantuk kembali hinggap padanya. Jenna melihat sebentar isi chatnya dengan Zayn, tidak ada notif apa apa. Sepertinya pria itu memang sibuk bekerja.


"Kasihan juga udah harus kerja. Tapi ya udah sih, itu kan kerjaannya dia. Gue gak ada niatan buat bantu, salah dia garap gue sampe tepar. Rasain karma dari itu semua langsung harus masuk kantor lagi," ucap Jenna terkikik geli memikirkan bagaimana pusingnya seorang Zayn yang tidak istirahat dengan cukup dan harus segera kembali ke kantor lagi.

__ADS_1


Benar benar seorang pekerja keras.


Jenna menggelengkan kepalanya. Kasihan sih, tapi ya biarkan saja. Biar Zayn juga merasakan peningnya.


***


Tepat pukul tiga dini hari, Zayn masih berkutat dengan komputer miliknya. Pria itu harus begadang karena harus menyusun proposal baru yang akan di presentasikan pagi ini. Ia harus banyak berterima kasih pada tuhan karena dikaruniai otak yang cerdas.


Zayn memijat kepalanya yang cukup pening. Sudah berjam jam berlalu dia masih berkutat dengan komputer. Tubuhnya yang masih lelah dan kurang tidur membuat kepalanya sedikit kleyengan. Namun kembali lagi mengingat ini adalah kewajibannya sebagai seorang bos.


Zayn melirik jam tangannya. Baru jam tiga dini hari, Jenna pasti sudah tertidur. Terakhit chatnya, dia mengatakan akan tidur dan tidak mau diganggu. Heran, memangnya siapa yang mau mengganggunya? Padahal disini dia masih memiliki beberapa pekerjaan.


Zayn memutuskan akan menghubungi Jenna di pagi hari saja dan dia memutuskan untuk kembali bekerja lagi.


"Kasihan mas Zayn, apa aku bawain makan pagi buat dia? Sekalian lihat dia juga buat cek kondisinya," ucap Jenna. Wanita itu pun menyingkap selimutnya dan hendak berjalan. Namun belum juga bangun dari tempat tidur, tiba tiba ponselnya berbunyi, pesan masuk dari Zayn. Jenna langsung melihat isi chat itu. Ternyata, isinya adalah video dimana Jenna dan Zayn sedang berhubungan intim di hotel malam tadi.


"GILAK!! NGAPAIN DI VIDEO SIH ANJIR," teriak Jenna tidak terima. Tentu saja dia tidak terima. Bagaimana bisa pria ini mengambilnya dan kapan caranya? Bukannya semalam mereka langsung melakukan hubungan intim? Lalu kapan Zayn mengambil videonya?


Om om berduitšŸ¤‘ :


"Tunggu aku pulang, aku benar benar ingin melakukannya lagi."

__ADS_1


^^^Jennaira Adam : ^^^


^^^"Bunuh Jenna aja sekalian."^^^


Begitulah kira kira isi chat dari Jenna dan Zayn. Jenna benar benar tidak habis pikir dengan laki laki itu, bagaimana dia bisa mendapatkan stamina sebanyak itu? Semalam saja Zayn terus saja memompanya dibawah sana tanpa mau berhenti. Paling paling berhenti saat Jenna merengek kelelahan.


Sementara itu di kantor, Zayn terkikik geli melihat balasan pesan dari kekasihnya. Dia memang sengaja mengirimkan video itu semata mata agar Jenna tahu jika semalam keduanya benar benar dominan dalam melakukan aktivitas s*x. Zayn senang tiada tara saat Jenna berinisiatif untuk naik ke atas tubuhnya dan bermain untuk mendapatkan kepuasan. Melihat video syur-nya dengan Jenna kembali membangkitkan miliknya. Bahkan hanya mendengar des*hannya saja sudah membuat Zayn kalang kabut. Untungnya di ruangan kerjanya ini hanya ada dia seorang.


Zayn baru saja menyusun proposal baru untuk klien kemarin. Sedangkan direktur senior itu sudah angkat kaki dari perusahaanya. Zayn memang tidak bisa mentoleransi lagi kesalahannya. Ini bukan kali pertama dia melakukan hal ini, sudah sangat sering. Seolah olah dia ingin menjatuhkan perusahaannya. Untungnya lagi, dia bisa mengurusnya dari kantor miliknya yang ada di Jakarta.


"Ke ruangan ku," ucap Zayn pada sebuah intercom yang ada di depan mejanya. Dia meminta Math masuk ke ruangannya. Tak lama pria yang menjadi asisten sekaligus sekretarisnya itu datang.


"Ada yang anda perlukan tuan?" Tanya Math.


Zayn menyodorkan sebuah flashdisk pada Math, "Ambil ini dan tolong susun serapi mungkin. Jika sudah selesai kirimkan melalui email."


"Apa ini proposal baru?" Tanya Math.


Zayn menganggukan kepalanya, "Iya. Aku sudah membuat kerangkanya, tolong kau susun dan kirim ke email ku. Aku akan mengeceknya lagi nanti, jika sudah bagus aku akan meminta mu untuk mencetaknya."


"Baik tuan, akan segera saya susun lalu mengirimkannya pada anda. Saya permisi dulu," ucap Math. Zayn hanya mengangguk sekilas.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2