
***
Sialan!!! Jenna harus banyak banyak bersabar ketika menghadapi sikap Zayn yang sangat menyebalkan seperti ini. Sudah tahu Jenna saltimg akibatnya, dan pria ini masih bertanya?! Hellow, apa Jenna harus menjedotkan kepalanya agar pria ini tidak selalu bersikap seperti ini?
Jenna tidak ambil pusing juga tidak menjawab ucapan Zayn. Wanita itu memilih diam setelah memberitahu kedua orang tua mereka jika Jenna dan Zayn sudah memilih model dekorasi, cincin, juga warna gaun. Sisanya akan dilanjutkan oleh Jeni dan Lita. Mereka sepakat untuk mengikuti warna yang disesuaikan dengan dreescode tamu udangan, yaitu putih. Toh warna itu akan sangat cocok sekali dengan warna gaun dan jas yang akan digunakan oleh Jenna dan Zayn.
Namun sampai saat ini, Jenna masih bingung dengan tamu undangan yang cukup banyak. Apa mungkin semua rekan bisnis di undang? Kenapa harus, harusnya nanti saja di pesta pernikahannya.
"Mas," panggil Jenna.
"Apa sayang?" Tanya Zayn. Pria itu menolehkan kepalanya melihat ke arah Jenna. Jenna yang mudah salting dan mleyot pun langsung menurunkan pandangannya.
"Jangan lihat kayak gitu mas! Jenna lemah soal di tatap teduh kayak gitu. Jenna orangnya gampang meleyot," ucap Jenna.
Zayn terkekeh dan menarik Jenna ke dalam pelukannya. "Kan emang seharusnya aku natap kamu kayak gitu sayang. Tatapan teduh penuh kasih sayang, tidak ada orang lain yang mendapatkan tatapan seperti ini selain kamu. Kamu special, sudah seharusnya aku seperti itu. Memangnya kamu mau di tatap tajam oleh ku?" Tanyanya.
"Ya enggak mau lah. Udah skip, aku mau nanya soal tamu undangan. Apa sebanyak itu? Buat apa sih mas, aku maunya sedikit privat acara kita. Aku gak mau nantinya Eliza atau Mario atau Yura sama papanya ganggu acara aku," ucap Jenna.
"Yura dan keluarga kemungkinan datang, mereka masih dianggap keluarga Wicaksono karena nama belakang yang ada pada Hendri. Meskipun Yura tidak memilikinya, tapi dia anaknya Hendri. Begitu pun dengan istrinya. Aku paham kecemasan kamu, tapi kamu tenang aja. Itu semua sudah aku atur, lagian Ryan dan Ghani juga pasti akan membantu," ucap Zayn.
"Iya sih mas. Aku cuma takut aja, masa acara aku gagal! Aku gak mau ya mas," ucap Jenna.
"Enggak akan sayang. Aku jamin itu," ucap Zayn.
Oke, Jenna akan percaya pada Zayn karena selama ini pria ini sudah membuktikannya. Membuktikan jika dia layak untuk Jenna. Jenna harus mempercayainya. Karena tidak mungkin jika Zayn tidak mengusahakan yang terbaik untuknya.
__ADS_1
"Siang ini kamu mau perawatan enggak? Aku anter," ucap Zayn.
"Enggak, aku mau tidur aja. Males perawatan, nanti aja pas dua hari lagi mau tunangan. Lagian kan aku udah cantik," ucap Jenna pede.
"Itu tahu. Jadi stop insec sama cewek lain diluaran sana. Menurut aku, kamu cantik dengan cara kamu sendiri. Kamu cantik dari fisik juga hati. Karena cantik yang paling penting adalah cantik disini," ucap Zayn. Pria itu menunjuk area hati Jenna. Namun tidak sampai bersentuhan.
Benar juga. Kebaikan yang berasal dari hati yang paling dipentingkan. Percuma cantik fisik jika hatinya memiliki sifat iri dan dengki.
"Makasih ya udah yakinin aku kalo enggak semua cowok itu brengsek. Makasih banyak mas," ucap Jenna.
"Berhenti berterima kasih sayang. Kamu sudah berapa puluh kali berterima kasih, aku justru senang karena berhasil mematahkan asumsi yang ada pada diri kamu. Asumsi jika semua cowok brengsek," ucap Zayn.
Awalnya memang sangat sulit sekali baginya untuk meyakinkan Jenna tentang hal itu. Jenna terlalu takut kembali disakiti. Mungkin karena patah hati hebat yang dia rasakan. Zayn benar benar sangat berusaha sejak dia mulai tertarik dengan Jenna. Ia kira ketertarikan ini hanyalah rasa sesaat saja. Nyatanya tidak. Zayn benar benar merasakan apa yang namanya jatuh cinta lagi.
Ia dan Jenna sama. Sama sama patah hati karena cinta. Makanya Zayn mengerti seperti apa rasanya. Sebisa mungkin dia tidak akan menciptakan luka apapun untuk Jenna. Dia menyayangi Jenna sepenuh hatinya, dan dia berharap jika Jenna juga melakukan hal yang sama. Melihat dari sikapnya saja sudah membuatnya yakin jika Jenna memang menyukainya.
"Haha, mana bisa sayang," ucap Zayn sedikit ngegas.
"Loh, kan udah. Udah lebih dari satu kali juga, harusnya udah kenyang," ucap Jenna.
"Melakukan hal seperti itu tidak akan ada kenyangnya sayang. Bahkan aku tidak akan melepaskan kamu nanti, jadi jangan harap tiga sampai lima hari setelah menikah kamu akan lepas dari kamar. Aku tidak bisa menjaminnya," ucap Zayn tersenyum miring.
"Mass," erang Jenna. Bisa bisa Jenna langsung hamil jika seperti itu caranya. Jenna bukan tidak mau hamil anak Zayn, dia hanya ingin menundanya lebih dulu. Ia ingin puas menghabiskan waktunya bersama dengan Zayn lebih dulu sebelum adanya baby.
"Harus sayang. Jangan menolaknya, kamu menikahi pria mesum dan hyper diwaktu tertentu," ucap Zayn.
__ADS_1
"Aku bisa cepet hamil kalo gitu caranya!" Ucap Jenna kesal.
"Memangnya kenapa kalo kamu hamil? Belum siap?" Tanya Zayn.
"Iya. Lagi pula aku masih mau main main dulu sama kamu, banyak negara yang belum aku jelajahi. Dulu aku travelling sendirian, sekarang kan ada kamu. Jadi ya itu alasannya selain belum siap," ucap Jenna.
"Baiklah sayang, sebelum akad nanti kita harus program keluarga berencana. Supaya kehamilan kamu nantinya juga bisa terkontrol oleh dokter kehamilan," ucap Zayn.
"Iya mas. Mami juga menyarankan hal itu," ucap Jenna.
"Mami Jeni memang terbaik sih. Sama kayak mama Lita, ya meskipun kadang kadang mama Lita nyebelin," ucap Zayn.
"Dia mama kamu mas," ucap Jenna.
"Ya memang. Tapi kadang dia menyebalkan. Apalagi papa. Pria itu benar benar membuat ku tidak merasakan kasih sayang penuh saat kecil, ditambah juga aku tidak pernah merasakan asi," ucap Zayn.
Jenna sudah tahu akar masalahnya kenapa Zayn tidak minum asi saat bayi. Kasihan juga, tapi mau bagaimana lagi. Dia memang calon ibu tapi payudar*nya tidak mengeluarkan asi. Jadi bingung juga.
"Nanti deh kalo aku udah mau punya anak, kamu minum asi aku setelah di pompa. Biar kamu tahu rasanya asi kayak gimana," ucap Jenna.
"Emang kamu gak tahu rasanya asi?" Tanya Zayn
"Mas, aku minum asi waktu kecil, mana mungkin aku mengingatnya. Lagi pula itu sudah lama," ucap Jenna.
Benar juga. Kenapa Zayn tidan terpikirkan kesana?
__ADS_1
"Ya udah, gak perlu pompa. Aku bisa minum dari sumbernya langsung," ucap Zayn sembari merem*s pelan buah dad* milik Jenna.
Tbc.