One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
232. Go Home


__ADS_3

***


Tidak terasa satu hari berlalu begitu cepat, Jenna dan Zayn sudah harus kembali ke tanah air untuk melangsungkan pernikahan keduanya. Memang masih ada beberapa hari lagi, namun keduanya memang sudah harus pulang dan tidak boleh kemana mana sebelum mereka benar benar melakukan pernikahan. Terutama kedua orang tua dari kedua pihak terus mendesak mereka untuk segera pulang. Wajar saja, ini semua demi kebaikan keduanya.


Banyak sekali cobaan dan rintangan yang harus dilewati saat akan mendekati hari H pernikahan. Sama halnya seperti apa yang dirasakan oleh Jenna begitu juga Zayn. Namun yang paling merasakan adalah Jenna. Sebab Zayn terus diganggu oleh mantannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Eliza. Jenna tentu saja tidak suka, namun dia juga tidak bisa terus menerus mengeluarkan otot dan ucapannya untuk melarang Eliza mendekat.


Untunglah Mario tidak berulah apalagi keluarga Yura. Bayangkan jika itu terjadi. Mungkin Jenna akan benar benar stress sebelum menikah dengan Zayn. Namun untungnya Zayn selalu sabar menghadapi dumelan juga amukan Jenna yang cemburu. Dia tidak marah, justru Zayn sangat senang sebab dengan begitu Jenna benar benar mencintainya.


Ingat, betapa sulitnya untuk mendapatkan Jenna. Bahkan banyak effort yang Zayn lakukan. Tenaga dan uang bukan lagi, dia bahkan entah menghabiskan berapa puluh juta. Namun itu semua rasanya sebanding dengan apa yang dia dapatkan. Jenna wanita istimewa, jackpotnya lagi dia yang pertama untuk Jenna.


Penerbangan dari Paris menghabiskan waktu cukup lama, namun keduanya sudah bisa bernafas lega sebab keduanya sudah kembali menapakan kedua kakinya diatas tanah. Yang artinya penerbagan keduanya berjalan lancar tanpa hambatan apa apa.


"Mama minta kamu langsung pulang ke rumah, jangan ke apartement. Aku juga mau langsung pulang ke rumah. Takut mami Jeni ngamuk lagi gara gara aku pergi terus," ucap Jenna.


"Jadi maksud kamu kita pisah disini? Really Jennai? Kamu tahu kan aku paling gak suka jauh jauh dari kamu?" Tanya Zayn.


"Ya elah mas, cuma dua hari aja. Abis itu kan kita nikah, bisa tinggal serumah selamanya juga. Masa cuma dua hari aja kamu udah keok duluan," ucap Jenna meledek.


"Keok? Apa keok?" Tanya Zayn.


"K.O mas, maksudnya gitu."


"Pokoknya gak mau sayang. Aku gak mau jauh jauh dari kamu," ucap Zayn.


"Ngotot banget sih mas, cuma dua hari loh. Kemarin juga kan aku udah dihajar habis habisan kamu. Gak inget? Pantai, sauna, kolam, sama kasur?" Tanya Jenna.

__ADS_1


Memang iya, Zayn tentu saja tidak mungkin melupakan itu semua. Kenangan seindah itu masa iya dia lupakan begitu saja. Apalagi itu adalah kenangan terindahnya setiap bersama dengan Jenna. Miliknya benar benar dimanjakan.


"Tapi aku gak mau pisah sayang," ucap Zayn. Keduanya baru mendarat di bandara. Para bodyguard sedang berjaga disana. Sudah ada dua mobil jemputan untuk keduanya, karena keduanya akan berpisah disana. Itu perintah dari Rendra dan Adam. Papa Zayn dan papi Jenna. Jika kedua kepala keluarga itu sudah menurunkan perintah, tidan ada yang berani membantah. Kecuali Zayn, mungkin.


Para bodyguard itu hanya diam saja seolah tidak terjadi apa apa. Wajah mereka semua sangat datar dan flat.


"Udah mas, jangan kekanakan deh. Kita masih komunikasi, gak ada batasan soal itu. Cuma gak ketemu aja dua hari ini. Please, jangan lagi memberontak dengan tidak mendengarkan ucapan mama kamu. Dia wanita yang sudah mengandung kamu loh, masa kamu abai sama perintah beliau. Oke?" Ucap Jenna. Wanita itu terus mencoba memberi pengertian pada Zayn. Karena pria ini akan menjadi seperti bocah dan seperti kehilangan sifat kedewasaannya ketika bersama dengan Jenna.


Jenna tidak marah dengan sikap Zayn yang seperti itu. Hanya saja dia selalu kesal, Zayn sangat keras kepala dan tidak pernah mau mendengarkan ucapan siapa pun termasuk kedua orang tuanya. Pria itu memang selalu seperti itu. Entah apa penyebabnya. Mungkin karena kekuasaannya saat ini.


"Sayang," ucap Zayn. Pria itu masih merengek dan tidak mau melepaskan Jenna. Bahkan pria itu memeluk sebelah lengan Jenna. Bergelendot layaknya anak kecil yang tidak mau ditinggal pergi mamanya.


"Kamu gak malu sama bawahan bawahan kamu? Lihat, disini banyak bawahan kamu loh mas," ucap Jenna.


"Gak nyambung. Udah lepas mas, kasihan supir udah nunggu aku," ucap Jenna.


"Kamu jahat tahu gak yang. Masa aku digituin sama kamu," ucap Zayn.


"Peduli apa aku? Harusnya aku yang ngedumel sama kamu, belum nikah aja kamu udah celup celup sama aku. Sialnya lagi aku selalu gak bisa nolak-,"


"Ya kan kamu menikmatinya juga sayang," serobot Zayn memotong ucapan Jenna.


Plakk...


"Ngomongnya bener bener buat aku kesel setengah mampus tahu gak?! Lepas ah," ucap Jenna. Wanita itu terus melepaskan paksa tangan Zayn. Bahkan Jenna tidak segan segan mencubit tangan Zayn. Bukan hanya sekali, namun berkali kali. Namun Zayn masih tetap memeluk lengannya. Rasanya Jenna seperti ketempelan saja oleh Zayn.

__ADS_1


"Mas, aku bisa marah loh. Ancaman aku bukan hanya sekedar ancaman. Aku bisa aja loh gak kasih kamu jatah malam pertama setelah pernikahan, bahkan itu gak hanya malam pertama aja. Malam malam berikutnya juga. Bayangin kalo aku ngambek dan gak kasih kamu jatah, meriang punya kamu," ucap Jenna pelan.


Zayn mendengarnya dan langsung melotot. "Gila kamu? Aku nikahin kamu itu biar kamu selalu puasin aku. Aku nikahin kamu juga mau kamu selalu sama aku. Sekarang kamu ancam ancam aku? Kamu berani sayang?"


"Berani lah, masa iya enggak. Udah lepas mas, aku mau pulang. Mau bobo," ucap Jenna.


"Bobo sama aku di apartement ya? Please," ucap Zayn.


"Aku beneran marah loh mas. Kamu gak pernah lihat aku marah kan?" Tanya Jenna.


Zayn menghela nafasnya. Perdebatannya kali ini benar benar tidak mempan, bahkan dia tidak bisa menang. Wanitanya benar benar sudah di doktrin mamanya untuk tidak tinggal bersama dengannya sebelum ijab kabul.


"Ya udah boleh," ucap Zayn akhirnya.


"Nice boy. Gitu dong dari tadi," ucap Jenna tersenyum. Bahkan wanita itu mengacak acak rambut Zayn seperti anak kecil.


"Tapi kiss dulu, jangan cuma kiss. Harus ada ******n juga. Pokoknya harus," ucap Zayn.


Astaga, Jenna hanya mampu menghela nafasnya. Jika tidak dituruti, Zayn pasti akan membawanya kabur lagi ke apartement.


"Okey, masuk jet kamu lagi. Sepuas kamu, setelah itu biarin aku pulang. Hanya kiss, no s*x. Ingat itu mas," ucap Jenna.


Tbc.


Ramein napa si🫂

__ADS_1


__ADS_2