
***
Sayup sayup Jenna mendengar percakapan yang sepertinya tidak jauh dari dekatnya. Tidunya cukup terganggu karena suara itu. Jenna tidak tahu ini sudah jam berapa, rasanya dia masih mengantuk. Namun terpaksa dia harus bangun.
"Lihatlah, gara gara mama wanita ku bangun. Sudah tutup teleponnya," gerutu Zayn. Pria itu mendekat ke arah Jenna dan mengecup bibir wanita itu. Jenna yang tidak siap hanya diam saja. Sebab dia baru saja membuka matanya dan Zayn langsung menyerang bibirnya. Tentu saja Jenna tidak siap.
Sementara itu di sebrang telepon, Lita berdecak kesal. Anaknya itu benar benar memiliki sifat dan sikap seperti suaminya saat mendekatinya dulu. Wajar saja, aliran darah yang mengalir dalam tubuh Zayn ada darah suaminya. Tapi tidak usah sampai sesama itu kan?!
"ZAYN, MAMA MARAH YA KALO KAMU APA APAIN JENNA. INGET KALIAN ITU MAU NIKAH, JANGAN ANEH ANEH!! KAMU JANGAN CELUP CELUP TERUS SAMA JENNA. KASIHAN ANAK CEWEK MAMA!!" Teriak Lita.
Suara melengking itu benar benar memekan telinga. Untungnya Zayn tidak ada di dekat mamanya. Jika saja dekat mungkin telinganya akan pengang mendengar teriakan itu.
"Jennai sayang, kamu gak di apa apain anak bandel tante kan?" Tanya Lita.
Jenna bangun dan merebut ponsel milik Zayn lalu menempelkannya pada telinganya. Sedikit tersenyum, Jenna senang karena mama mertuanya sangat baik. Semoga saja ke depannya tetap baik seperti ini.
"Baik ma, mama sendiri apa kabar? Udah cukup lama juga Jenna gak nemuin mama ya? Kita sama sama sibuk, maaf ya ma," ucap Jenna pelan.
"No, it's okay honey. Mama baik baim saja. Mama tahu kamu pasti sangat sibuk. Menjadi asisten CEO juga sama sibuknya seperti CEO, sayang. Jaga kesehatan kamu ya? Pernikahan tinggal tiga hari ini. Semua disini sudah selesai tinggal menunggu kalian pulang. Tolong, pulang besok ya? Kamu harus ukur bentuk baju, pas atau tidaknya. Mama mau kamu tampil sangat sangat cantik di pernikahan nanti," ucap Lita.
"Okay mama. Ngomong ngomon, undangan sudah di sebar?" Tanya Jenna.
"Undangan untuk keluarga? Sudah sayang," ucap Lita.
"Syukurlah, Jenna tidak mau ada orang lain meskipun itu rekan bisnis papa atau papi. Bahka rekan bisnis mas Zayn, Jenna hanya takut ma," ucap Jenna.
Zayn tentu saja tidak diam, setelah ponsel di ambil oleh Jenna, pria itu langsung tiduran di atas paha polos Jenna sebab kemeja milik Jenna tersingkap.
__ADS_1
"Mama paham kekhawatiran kamu sayang. Maafin anak bandel mama ya? Gara gara ulah dia, kamu jadi kena imbasnya sekarang. Mau deketin kamu aja so soan drama dulu, mana keluar duit gede buat ngasih jal*ng gak tahu diri itu," gerutu Lita.
Jenna terkekeh mendengarnya. Lita dan Zayn bahkan Rendra memang sama sama sangat tidak menyukai Eliza. Selain karena wanita itu gila harta dan tahta, Eliza juga cukup licik.
"Iya mama. Its okay, mas Zayn emang bandel. Nanti malam pertama pernikahan gak Jenna kasih jatah sebagai balasannya. Mungkin sampai satu bulan," ucap Jenna.
Tawa Lita menggelegar mendengarnya, Jenna bisa mendengarnya bahkan wanita itu ikut ikutan tersenyum. Jelas saja, dia juga ingin tertawa namun dia tahan. Sementara Zayn langsung melotot. Bahkan pria itu langsung bangkit dan mendorong tubuh Jenna sehingga wanita itu kembali tertidur. Zayn lantas mengukungnya saat itu juga.
"Kamu berani kayak gitu sama aku? Oke, kalo itu mau kamu. Tapi sebelum adanya pernikahan, jangan harap kamu akan bisa turun dari atas kasur ini. Bahkan aku bisa saja membatalkan pernikahan dan membuat kamu hamil," ancam Zayn.
Bukannya takut, Jenna justru tersenyum dan mengangkat sebelah tangannya dan menangkup pipi Zayn.
"Ma, udah dulu gak papa? Anak mama ngambek sama Jenna," ucap Jenna. Matanya menatap mata jernih milik Zayn. Keduanya tenggelam dalam pandangan itu. Namun Jenna masih sadar sebab dia masih menelepon dengan Lita.
"Oke oke sayang. Gak papa, mama juga sakit perut dari tadi ngetawain Zayn. Kebayang wajah frustasi dia kalo gak kamu kasih jatah. Dia gak bisa jajan diluar, dia cuma mau sama kamu," ucap Lita.
"Ya udah ma, Jenna tutup ya?" Ucap Jenna.
Tut.
Sambungam telepon terputus, Jenna menyimpan ponselnya begitu saja dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Zayn.
"Kamu sayang sama aku?" Tanya Jenna.
"Sejuta kali pun kamu bertanya itu, jawaban ku tetap sama dan tidak akan berubah sayang. Aku bahkan sangat mencintai dan menyayangi kamu melebihi rasa sayang pada diri ku," ucap Zayn.
"Apa kamu bisa memberikan semua aset kamu?" Tanya Jenna.
__ADS_1
"Bisa. Bahkan detik ini juga," ucap Zayn tanpa pikir panjang.
"Ah, gak asik kamu. Larang dong, aset kamu kan banyak mas!" Ucap Jenna.
"Sebanyak apapun aset ku, itu tidak sebanding dengan kamu. Apapun yang kamu mau pasti aku wujudkan saat aku bisa. Aset bahkan nyawa sekali pun," ucap Zayn.
"Sesayang itu kamu sama aku?" Tanya Jenna.
"Iya. Bahkan aku tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata kata. Sebab kamu benar benar sangat sangat sempurna untuk aku yang tidak sempurna ini," ucap Zayn.
"Gak ada manusia yang sempurna mas," ucap Jenna.
"Ada, menurut ku ada setelah aku bertemu kamu. Kamu adalah sempurna yang tuhan anugerahkan untuk ku. Kamu tahu, aku sangat sangat berterima kasih sebab tuhan memberikan kamu kepada ku, tidak pada yang lain," ucap Zayn.
Sejak awal Zayn memang sudah benar benar tunduk dan tidak lagi melirik pada wanita lain di luar sana. Namun yang Jenna herankan, kenapa? Kenapa dia? Bahkan masih ada wanita cantik di luar sana. Namun Zayn tetap memilihnya.
"Makanya kamu jangan pernah punya pikiran buat kabur dari kehidupan aku. Aku gak akan pernah lepasin kamu," ucap Zayn lagi.
"Padahal aku mau nyari duda kaya biar makin banyak uang aku," ucap Jenna.
"Berhenti bercanda. Semalam kamu marah sama aku, apa sekarang kamu sudah memaafkan aku? Memaafkan milik ku yang sudah nakal ini dengan mulut wanuta jal*ng itu?" Tanya Zayn.
Jenna menatap Zayn dan nampak berpikir. Tiba tiba Zayn meringis dan menggeram.
"Arghhh, sayang."
"Kurang ya? Aku rem*s kuat ya? Sekalian buat kasih pelajaran sama batang kamu ini. Jangan murahan, harus mahal kayak aku. Aku baru sama kamu loh di celupnya. Belum sama yang la-,"
__ADS_1
"GAK ADA YANG LAIN!! STOP IT MOMMY," teriak Zayn. Pria itu tidak melawan dan hanya menahan rasa sakit sekaligus sedikit nikmat saat miliknya dipermainkan tangan kecil itu. Pandai sekali mencari kesempatan untuk balas dendam. Zayn kira Jenna terlihat baik baik karena memang sudah melupakan kejadian semalam. Tapi ternyata salah. Malah miliknya yang jadi sasaran amukan wanita cantik ini.
Tbc.