One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
249. Tiba Tiba Sakit


__ADS_3

***


Zayn mengernyit saat mendengar ringisan keluar dari mulut istrinya. Bahkan Zayn juga melihat wajah istrinya yang memerah serta keringat dingin yang mengucur dari dahinya. Wajah istrinya tiba tiba berubah menjadi pucat.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Zayn. Jenna menggelengkan kepalanya, dia juga tidak tahu kenapa perutnya tiba tiba sakit seperti ini. Parahnya lagi perutnya terasa diperas kuat seperti melilit. Seingatnya tadi dia tidak makan makanan yang pedas, tapi kenapa tiba tiba seperti ini?


"Jo, putar arah, ke rumah sakit sekarang juga," titah Zayn.


"Baik tuan," ucap Jo. Pria itu lantas memutar kemudinya dan berbalik arah menuju ke rumah sakit.


Selama perjalanan menuju kke rumah sakit, Jenna tidak henti hentinya meremas kuat perutnya bahkan menekannya kuat. Perutnya benar benar sangat sakit sekali. Rasanya seperti dia akan kehilangan nyawwanya saat ini juga.


"JO, CEPATLAH! ISTRI KU KESAKITAN," teriak Zayn pada supirnya. Jo hanya mengangguk sebagai jawabannya. Dia juga sedang berusaha membawa mobilnya dengan kecepatan penuh. Selain berusaha cepat dalam membawa mobil, Jo juga berusaha berkendara dengan baik dan aman agar dia tidak membawa kedua majikannya ini pada kecelakaan.


"Jangan ditekan sayang," ucap Zayn. Pria itu khawatir sekali melihat keadaan istrinya yang jelas tidak baik baik saja. Apalagi keringat terus mengucur dari dahinya, belum lagi istrinya menangis saat ini. Sepertinya rasa sakitnya benar benar sangat sakit, buktinya istrinya ini tidak bisa menahannya.


"Sayang please, bertahan. Sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit," ucap Zayn.


"S-sak-it bang-et m-mas-shh," ucap Jenna terbata bata. Dia bahkan sudah tidak mempedulikan air matanya yang keluar dengan sendirinya. perutnya benar benar sangat sakit sekali.


Zayn tidak lagi berbicara, pria itu keluar lebih dulu dari dalam mobil baru mengeluarkan Jenna dari dalam mobil. Sedangkan Jo, pria itu pergi memanggil petugas kesehatan untuk membwa brankar agar majiikannya bisa dibawa dengan cepat dan segera diperiksa.


"CEPATLAH DOKTER, ISTRI SAYA KESAKITAN," ucap Zayn berteriak. Pria itu setengah berlari membawa istrinya masuk ke dalam rumah sakit. Jenna digendong oleh Zayn. Wanita itu sudah tidakk mengatakan apa apa lagi, dia hanya diam dengan deraian air mata yang terus keluar tanpa mau berhenti. Tubuhnya tiba tiba lemas seperti tidak memiliki tenaga lagi.

__ADS_1


"DOKTER!!!' Teriak Zayn.


Ebtah menngapa rasanya hari ini saat dia membutuhkan seorang dokterdatang, dokter tersebut sangat lama sekali untuk datang. Apa mereka tidak tahu jika saat ini istrinya sedang kesakitan dan terlihat seperti sedang sekarat?


Akhirnya tak berselang lama dokter pun datang dengan beberapa suster sembari membaa brankar. Zayn dengan cepat dan perlahan menurunkan Jenna ke atas brankar tersebut. Tubuh istrinya yang sudah terbaring diatas brankar lalu dibawa menuju ke satu ruangan. Semua perawat dengan gerak cepat langsung mendorong brankar yang ditiduri oleh Jenna.


"Maaf pak, bapak harus menunggu di sini sampai pasien selesai di periksa," ucap seorang suster saat Zayn akan masuk ke dalam ruangan yang dimasuki oleh brankar istrinya.


"Saya suaminya, saya berhak ikut masuk," ucap Zayn.


"Kami tahu pak, tapi kami melakukan ini semua demi kelancaran pemeriksaan istri anda," ucap seorang suster.


"Saya tetap ingin masuk," ucap Zayn.


"Pak, saya mohon dengan sangat. Kami melakukan ini demi keselamatan dan kelancaran pemeriksaan istri bapak," ucap suster.


Anatar syok dan terkejut. Semuaa perasaan itu bercampur aduk dalam benaknya. Dia syok sekaligus terkejut dengan keadaan istrinya yang tiba tiba seperti itu. Bukannya pagi tadi istrinya tiidak makan yang pedah apalagi makan yang aneh aneh? Tapi kenapa tiba tiba istrnya itu sakit perut. Bahkan terlihat sangat kesakitan.


Apa mungkin karena makanan yang dikonsumsinya hari ini? Bisa saja iya.


Zayn mengeluarkan ponselnya dan menghubungi asistennya.


"Datangi restoran yang tadi aku dan istri ku kunjungi. Periksa restroran itu apalagi bahan makanan yang mereka gunakan. Aku ingin kabarnya hari ini juga," titah Zayn.

__ADS_1


***


Pemeriksaan Jenna berlangsung lancar meskipun membutuhkan waktu yang cukup laa. Sekitar dua jam lamanya Zayn menunggu dokter keluar dari dalam ruangan rawat istrinya. Setelah dokter keluar, bukannya mendapatkan jawaban atas pertanyaan istrinya itu kenapa dan sakit apa, dokter tersebut malah mengatakan mereka masih mengobservasinya dan juga hasil lab-nya akan segera keluar.


Zayn tidak ambil pusing, pria itu tidak lagi mendesak dan memilih masuk ke dalam ruangan rawat istrinya. kedua orang tua mereka juga ssudah dikabari terkait keadaan Jenna dan sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, tempat dimana Jenna dirawat.


Zayn berjalan perlahan saat melihat istrinya yang tertidur. Mata cantiknya terpejam, selang infusan dan lat bantu nafas juga terpasang di tubuhnya. Apa sakit istrinya ini sangat parah? Setahunya, Jenna tdak memiliki riwayat penyakit serius apapun. Tapi kenapa hari ini wanita ini memakai peralatan medis?


Kaki Zayn terasa lemas melihat keadaan isstrinya yang bisa dikatakan tidak baik baik saja itu. Bibirnya yang selalu berwarna merah plum kini berubah jadi pucat pasi.


"Sayang," ucap Zayn. Pria itu mengambil duduk di sebelah brankar Jenna. Zayn duduk di kursi yang tersedia disana. pria itu mengambil tangan Jenna dan menggenggamnya dengan kedua tangannya.


"Wake up mommy," bisik Zayn.


"Aku gak suka lihat kamu kayak gini, aku lebih suka lihat kamu yang cerewet apalagi banyak makan. Aku bener bener gaak suka lihat kamu yang kayak gini. Wake up mommy, wak up."


Sekeras apapun Zayn mencoba membangunkan istrinya, untuk saat ini tidak akan berhasil. Sebab Jenna masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Bahkan mungkin dengan cara apapaun Jenna tidak akan bangun. Entah kapan wanita itu akan bangun, yang jelas Zayn tidak tahu. Hanya saja semoga istrinya ini cepat sadar.


Satu jam yang lalu, Zayn dihubungi oleh asistennya, Math. Pria itu mengatakan memang ada bahan mencurigakan yang dipakai oleh pihak restoran pada beberapa makanan, contohnya cheese cake. Dan Zayn ingat betul jika istrinya ini memesan dan memakan cheese cake disana. Semuanya masihi belum dipastikan, sebab bahan yang dicurigai masih dalam proses pemeriksaan. Entah itu racun atau apa, Zayn tidak tahu. Yang jelas bahan itu adalah bahan yang sudah membuat istrinya kesakitan bahkan harus masuk rumah sakit.


"Cepatlah bangun sayang. Jangan buat aku khawatir," ucap Zayn. Sebagai suami jelas saja dia pasti berharap jika istrinya ini segera bangun dari tidurnya.


tbc.

__ADS_1


makin kesini makin sepi bahkan yang baca cuma hitungan jari. dari awal aku ngetik novel ini, aku udah siap terima resiko apapun termasuk sepi pembaca apalagi sepi komentar. novel yang awalnya aku idamkan akan booming nyatanya malah nihil. selain bilang gak papa emang mau bilang apalagi? saangat mungkin juga ceritaya gak nyambung, penulisan yang salah, alur yang melenceng dan masih banyak lagi. tapi aku bertahan karena ini hobby aku. gak enak banget saolnya kalo terus terusan berisik di kepala tapi gk disalurkan.


thanks buat yang udah baca. satu vote kalian sangat berrati untuk aku sebagai author :)


__ADS_2