
komen dong
***
Jenna tidak memiliki solusi lain selain terpaksa menutup meetingnya siang ini karena ia merasa ada yang keliru. Ia harus memastikannya terlebih dahulu. Kenapa tiba tida penerima dana jadi diubah? Jenna benar benar harus memastikannya sendiri. Namun sejak tadi Hendri terus memaksa untuk segera memulainya. Jenna agak bingung, antara mengikuti kemauan Hendri atau tidak. Selain Hendri, pihak donatur lain juga memberikan semua keputusannya pada Jenna. Karena disini Jenna pengganti Adam, papinya.
"Baiklah, sesuai dengan keinginan tuan Hendri. Acara akan digelar pada waktu yang sudah ditentukan. Sekitar satu minggu lagi, saya menunggu data siapa penerima ini pengganti panti yang biasa menerima ini," ucap Jenna.
"Nice girl. Om akan segera mengirimkan berkasnya ke kantor kamu," ucap Hendri.
"Oh ya, disini juga saya ingin memperkenalkan anak saya yang cantik ini. Dia Yura Karlina, dia akan mulai belajar tentang bisnis," ucap Hendri.
"Mohon bimbingannya ya semuanya," ucap Yura manis. Lebih tepatnya so manis, Jenna sampai mual sekali melihatnya.
"Lanjutkan sesi perkenalannya. Saya permisi dulu semuanya, sampai bertemu tiga hari lagi," ucap Jenna tersenyum.
"Baik nona Adam," ucap semuanya. Jenna pun keluar dari sana. Ia sudah bosan dengan sikap anak dan ayah itu.
Jenna kembali ke ruangannya. Jadwal terakhirnya hanya ikut makan malam dengan kakek dan neneknya. Tumben sekali acara itu sampai di agenda kan. Biasanya mereka akan menghubungi Jenna dulu.
"Nona, anda mau minum? Kopi barang kali," ucap Anya.
"Tidak perlu, terimakasih. Tolong panggilkan paman Vier saja, aku ingin bertemu dengannya disini," ucap Jenna.
"Baik nona." Anya pun langsung berjalan keluar ruangan Jenna untuk memanggil Vier. Vier adalah asisten papinya. Kebetulan dia tidak diminta pergi ke Batam bersama papinya. Dia diminta untuk membantu Jenna disini.
Senyum Jenna tiba tiba terbit saat melihat siapa yang mengiriminya video call. Jenna segera mengangkatnya.
"Hai sayang, sudah makan siang?" Tanya Zayn.
Jenna menggelengkan kepalanya, "Kapan pulang?"
Zayn terkekeh, "Aku baru satu hari disini sayang. Kenapa belum makan? Bukannya waktu di Indonesia sekarang sudah masuk waktu makan siang?"
"Aku baru selesai meeting. Meeting tadi membuat ku tidak berselera makan," ucap Jenna.
"Loh, kenapa?" Tanya Zayn.
__ADS_1
Tiba tiba pintu ruangan Jenna diketuk. Masuklah Vier setelah dipersilahkan oleh Jenna.
"Sebentar sayang," ucap Jenna.
"Oke," ucap Zayn.
Panggilan video tetap terhubung namun keduanya sama sama diam dan fokus kembali pada kegiatan masing masing.
"Ada apa nona?" Tanya Vier.
"Begini om, Jenna mau minta tolong carikan informasi mengenai panti penerima dana tetap dari acara amal yang sering kita laksanakan setiap tahunnya. Jenna mau rincian dana setiap tahunnya dan juga ingin melihat berkas asli penerima dana tersebut. Dan juga tolong cari tahu apakah benar yang menerima itu adalah kepala panti atau bukan," ucap Jenna.
"Baik, om akan mencari tahunya. Ada lagi?" Tanya Vier.
"Jangan sampai ini bocor ke luar dulu. Jenna hanya ingin memastikan beritanya, om Hendri bilang kalo dana yang setiap kali diberikan itu dikorupsi oleh kepala pantinya," ucap Jenna.
"Oke. Om akan segera mencarinya. Permisi," ucap Vier.
"Makasih om," ucap Jenna.
"Ada masalah?" Tanya Zayn.
"Sedikit. Uang donasi ke panti biasa akan dialihkam karean panti sudah tidak dihuni anak anak lagi. Penyebabnya karena selama ini uang donasi yang diberikan malah diambil sama kepala panti untuk dirinya sendiri," ucap Jenna.
"Kenapa bisa sampai seperti itu? Setahu ku, donasi uang diterima oleh kepala panti dan memang digunakan olehnya untuk kebutuhan panti," ucap Zayn.
"Entahlah mana yang benar. Aku harus mencari tahunya dulu," ucap Jenna.
"Ya sudah, lekaslah makan siang. Aku tidak ingin kamu sakit," ucap Zayn.
"Iya. Aku akan makan siang sebentar lagi. Oh iya, malam ini aku akan makan bersama oma dan opa," ucap Jenna.
"Baiklah, nikmati makan malam nanti. Ingat jangan terlalu keras bekerja. Aku usahakan akan pulang cepat," ucap Zayn.
"Iya. Hati hati disana," ucap Jenna. Zayn mengangguk dan panggilan video pun terputus. Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing masing di tempat berbeda dan juga negara yang berbeda.
***
__ADS_1
Sekitar pukul tujuh malam, Jenna menuju ke lokasi dimana makan malam yang dimaksud nenek dan kakeknya. Sebuah restoran bintang lima milik keluarga Nagendra. Kenapa mereka makan disini?
Jenna keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalamnya. Di pintu masuk, ia disambut beberapa pelayan yang membungkukan tubuhnya memberi hormat.
"Anda sudah ditunggu di ruangan privat nona. Mari saya antar," ucap pelayan itu.
Jenna menganggukan kepalanya dan mengikuti ke arah mana kakek dan neneknya berada. Gilanya mereka memesan privat room yang sangat mahal.
"Oma, opa," sapa Jenna. Ia memeluk Mira dan Malik.
"Cucu oma makin cantik aja," ucap Mira.
"Kan oma-nya juga cantik," ucap Jenna tersenyum.
"Apa kabar? Setelah bekerja kamu jarang sekali bermain ke rumah oma dan opa," ucap Malik. Mereka pun duduk di kursi yang tersedia.
"Kabar Jenna baik baik saja. Maaf, Jenna tidak bermaksud seperti itu opa. Jenna benar benar sibuk kemarin kemarin," ucap Jenna.
"Syukurlah. Bagaimana hubungan mu dengan Zayn?" Tanya Malik. Mereka berbicara sembari pelayan datang menghidangkan makanan pembuka untuk mereka.
"Ya berjalan semestinya opa. Memangnya kenapa?" Tanya Jenna.
"Nanti kita bicarakan. Sekarang kita makan dulu," ucap Mira memotong. Malik dan Jenna mengangguk. Mereka pun mulai memakan makanan yang dihidangkan. Makanannya enak, jelas saja harga makanannya juga selangit.
Entah kenapa perasaan Jenna tidak enak. Kakek dan neneknya tiba tiba memanggilnya. Ini tidak seperti biasanya. Apa ada sesuatu? Tapi apa?
"Oma dengar, Yura juga mulai kerja di kantor papanya?" Tanya Mira.
Jenna mengangguk, "Bahkan tadi om Hendri memperkenalkan dia di depan para donatur acara amal."
"Wah, kamu harus hati hati sayang. Yura kayaknya mau ganggu kamu lagi deh, gak mungkin dia tiba tiba mau ikutan kerja disana kalo enggak ada niat tertentu," ucap Mira. Ia memang sudah mengerti seperti apa watak Hendri dan keluarganya. Apalagi anaknya itu.
"Jenna selalu hati hati kok oma. Palingan dia mau ganggu Jenna soal Mario, padahal kan Jenna udah gak ada hubungan apa apa sama dia. Sekarang Jenna udah sama Zayn," ucap Jenna.
"Orang iri emang gitu Jenn. Hiraukan aja, oma pernah lihat dia sama om om masa. Mau oma tegur tapi dilarang opa kamu."
Tbc.
__ADS_1