
***
Yura tersenyum senang karena akhirnya dia bisa kembali memanjakan miliknya untuk dimasuki oleh Mario. Yura tahu, Mario tidak akan tahan dengan godaannya. Apalagi selama ini Mario tidak pernah melakukan aktivitas s*x dengan siapa pun. Dia tahu itu dari Mario, Mario sendiri yang mengatakan hal itu. Mengatakan jika memang selama ini hanya Yura yang selalu bersetubuh dengannya.
Permainan masih terus berlanjut. Namun belum sampai ke tahap permainan utama, karena Yura terus menggoda milik Mario yang sejak tadi sudah menegak sempurna. Wanita itu dengan lihainya memainkan milik Mario sampai sang pemilik terus menggeram dan sesekali mendes*h.
Yura memang sengaja melakukan ini agar nafsu Mario semakin terpancing. Selain itu juga agar Mario mau melakukan ini setiap hari dengannya. Yura benar benar tidak bisa jika tidak melakukan aktivitas s*x seperti ini dengan Mario. Setiap harinya dia selalu bermain dengan kliennnya. Yang mana sebagian besar adalah om om yang kejantanannya tidak sebesar Mario. Yura tidak pernah menikmati persetubuhannya dengan pria pria yang jadi kliennya, dia melakukan itu hanya untuk uang yang banyak.
Berbeda dengan Mario, Yura selalu menikmatinya bahkan Yura selalu menginginkan lebih dari itu. Bukan sebatas bercinta biasa melainkan bercinta yang cukup keras. Saat melakukan itu, tak jarang Yura meminta Mario menampar pipinya atau bokongnya sampai memerah. Bahkan juga Yura selalu memakai dil*o saat dia sedang melakukan blow j*b pada milik Mario.
Gila. Iya itulah Yura. Yura memang sudah cukup terkenal sebagai pemuas nafsu pria. Namun hanya sebagian saja yang bisa menyewanya. Yura selalu memasang tarif tinggi untuk dua jam permainan. Memang gila, kehidupan malam Yura sudah cukup jauh. Namun kedua orang tuanya sama sekali tidak peduli dengan hal itu. Mereka tahu, namun mereka tetap diam dan membiarkannya.
"Yo," panggil Yura.
"Hm," gumam Mario. Pria itu memejamkan matanya saat Yura sedang memanjakan miliknya. Selama ini Mario selalu melakukannya secara manual. Niatnya memang ingin berubah karena ingin kembali bersama Jenna. Namum saat Yura datang semuanya gagal. Mario kembali mengulang hal itu.
"Gatal," ucap Yura sembari menarik tangan Mario menuju ke arah miliknya.
Mario membuka matanya. Keduanya sama sama sudah shirtless tanpa sehelai benang pun. Mario tetap mendiamkan tangannya di milik Yura yang sudah basah. Ia membiarkan Yura melakukan apa yang diinginkan oleh wanita ini. Jari Mario ditarik dan sedikit masuk untuk menekan bagian menonjol pada milik Yura. Dengan begitu saja Yura sudah belingsetan.
"Kiss," ucap Yura sembari menunjuk miliknya. Ia mengangkat satu kakinya ke atas kursi dan menarik kepala Mario untuk mendekat. Pria itu menuruti kemauannya.
"Lebih dari itu," ucap Yura saat Mario hanya mencium miliknya. Mario tidak mau sebenarnya, namun miliknya sudah kepalang berdiri. Tidak ada cara lain lagi selain melakukan ini. Dia butuh kenikmatan malam ini. Apalagi dia sedang patah hati karena Jenna sudah bertunangan.
__ADS_1
Mario memasukan tiga jarinya sekaligus pada milik Yura. Tidak sempit, sudah pasti. Meskipun sering perawatan namun hal itu tidak mengubah jika lubang milik Yura ini sudah tidak virgin sejak lama. Bahkan Mario tidak tahu siapa yang mengambil virginnya. Dia hanya menikmati sisanya. Sama halnya dengan pria pria yang menyewa Yura.
Mario tidak lama melakukan itu pada milik Yura. Dia sudah tidak tahan, miliknya belum mengeluarkan cairannya karena tertahan oleh Yura. Sepertinya dia memang sengaja, mungkin Yura ingin permainan yang lama. Okey, Mario akan melakukannya. Toh selama ini juga dia tidak pernah melakukan aktivitas s*x lagi dengan Yura atau dengan siapa pun.
Mario bangkit dan mendorong Yura agar menungging. Tak lama miliknya masuk dengan begitu mudahnya pada milik Yura. Keduanya sama sama mende*ah. Mario belum bergerak, dia masih diam. Merasakan miliknya yang hangat karena dia kembali memasuki sarang yang mengambil perjakanya.
"Yo," panggil Yura.
"Apa?" Tanya Mario.
"Aku ingin melakukan ini setiap hari dengan mu. Kembali lah, milik ku hanya puas dengan milik mu," ucap Yura. Wanita itu terlihat biasa saja. Tidak kesakitan. Seolah milik Mario tidak ada pada miliknya.
"Asal lo berhenti jadi pela*ur," ucap Mario.
"Tentu. Aku akan berhenti, aku hanya ingin kamu," ucap Yura.
Keduanya sama sama merindukan aktivitas s*x seperti ini. Bedanya Yura tetap melakukan itu dengan batang batang kliennya sementara Mario hanya melakukan itu dengan tangannya. Iya, manual.
Des*han Yura begitu kencang. Itu menandakan jika Yura benar benar menikmati s*x kali ini. Dia sangat merindukam milik Mario. Apalagi milik Mario jadi sebesar itu karena ulahnya yang selalu mengoleskan gel pembesar.
"Gue gak mau keluar di luar," ucap Mario.
"Di dalam aja," ucap Yura.
__ADS_1
"Lo pake kontrasepsi?" Tanya Mario.
"Selalu sayang, argh," ucap Yura. Dia tidan tahan saat Mario melakukan itu dengan kasar. Bahkan kedua bokongnya sudah pasti memerah karena tamparan Mario. Belum lagi kedua gunung kembarnya yang sejak tadi bergerak seirama dengan gerakan Mario juga ikut ikutan dire*as dengan cukup kuat.
Mario melepaskan miliknya dan menarik Yura masuk ke dalam kamarnya. Pria itu mendorong tubuh Yura sehingga wanita itu jadi terlentang. Yura tersenyum senang dan menekuk kedua kakinya lalu membukanya.
"F*ck," umpat Mario lalu kembali mendorong miliknya masuk ke dalam milik Yura.
Keduanya benar benar haus akan aktivitas panas seperti ini. Bahkan mereka dengan tidak malunya saling mendes*h bersahut sahutan.
"Gue mau lo rawat milik lo agar rapet lagi," ucap Mario.
"Tentu. Asal kamu mau ke apartement ku. Kamu tahu milik ku selalu gatal," ucap Yura.
"Murahan," rutuk Mario.
"Memang. Tapi kamu juga tidak tahan dengan wanita murahan ini kan? Buktinya kamu dengan mudahnya aku goda," ucap Yura.
"Diam," teriak Mario. Pria itu mendorong miliknya dengan kasar dan keras.
Dia kembali teringat momen bahagia Jenna dengan pria itu. Dia tidak suka, mengingatnya saja selalu membuatnya emosi. Mario pun kembali melakukan itu dengan kasar dan tidak sepelan tadi. Dia menngingat tentang Jenna yang tidak bisa ia miliki lagi, emosi menguasainya. Dsn Yura yang jadi sasarannya. Beruntung dia kesini jadi Mario bisa menyiksanya.
Mario melakukan aktivitas s*x keras pada Yura untuk meredam emosinya yang selalu memuncak akhir akhir ini. Untungnya Yura selalu menyukainya dan tidak pernah menolaknya.
__ADS_1
"Aku tidak ingin permainan berhenti sayang."
Tbc.