One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
135. Bocilnya Zayn


__ADS_3

***


Jenna sudah pasti blushing saat mendengar ucapan manis dari mulut Zayn. Belum lagi pria itu memberikan senyum hangatnya. Jenna benar benar merasa special sekali. Bahkan martabak saja kalah specialnya dari dia.


Jenna dan Zayn menunggu packingan tas hand bag yang dipilih Jenna. Tak lama, sebuah paper bag besar dibawa oleh pelayan tadi. Ia memberikannya pada Jenna namun dengan cepat Zayn mengambilnya dan membawanya. Jenna dan Zayn pun pergi dari toko itu.


"Mau kemana lagi?" Tanya Zayn.


"Gak tahu, dress sama tas kan udah. Terus sekarang apa?" Tanya Jenna.


"Hells," ucap Zayn.


"Hells aku banyak, lagian ada warna yang matching sama baju sama tasnya juga mas. Udah ah, jangan hambur hamburin uang mulu," ucap Jenna.


"Enggak hamburin sayang, ini kebutuhan kamu. Enggak ada istrilahnya pacar apalagi calon istri hamburin uang aku kalo emang ini kebutuhan. Aku malah seneng," ucap Zayn.


"Iya mas iya. Tapi udah jangan beli barang barang lagi, beli yang lain aja," ucap Jenna.


"Maunya apa?" Tanya Zayn


"Boneka aja. Yang gede tapi, segede kamu. Biar kamu malem bisa aku peluk," ucap Jenna.


"Tidur sama aku aja sih, kamu pindah apartement lagi. Lebih enak kalo peluk aku langsung kan? Dari pada benda mati yang enggak bisa feedback peluk kamu," ucap Zayn.


"Mas," rengek Jenna.


Zayn terkekeh, "Iya sayang iya. Ayo kita pergi cari boneka yang kamu mau. Tapi jangan simpan di apartement. Di rumah kamu aja."


"Iya sayang. Bawel banget sih, udah ayo."


Jenna pun menarik tangan Zayn untuk mencari toko yang menjual banyak boneka besar. Ternyata di mall itu ada, Jenna tersenyum girang saat melihat banyaknya boneka lucu yang dipajang disana.


"Udah gede, udah gue perawanin juga tapi tetep kayak bocah. Iya, bocahnya gue," ucap Zayn terkekeh melihat tingkah Jenna. Ia pun kembali mengikuti wanita itu yang sedang berdiri di sebuah rak besar yang isinya begitu banyak boneka teddy bear yang berukuran sangat besar. Bahkan besarnya Zayn kalah dengan boneka itu.


"Mbak, mau yang hitam," ucap Jenna.


"Baik kak, sebentar saya ambilkan," ucap pelayan toko.

__ADS_1


"Jangan loncat loncat sayang. Kamu kayak anak kecil aja," ucap Zayn.


"Abisnya itu lucu mas. Lihat, mana ada anak anaknya lagi. Gemes banget," ucap Jenna. Zayn ikut ikutan tersenyum melihat raut bahagia yang ditampilkan wajah Jenna. Ia melirik ke sekitaran, tidak ada siapa pun. Dengan cepat Zayn menarik Jenna dan mengecupnya sekilas. Jenna yang sedang girang pun mematung saat mendapat serangan mendadak itu.


"Jatah aku nanti malam, gimana?" Tanya Zayn.


"S*x lagi?" Tanya Jenna. Zayn menganggukan kepalanya.


"Udah hampir berbulan bulan sayang. Kamu gak tega?" Tanya Zayn.


"Foreplay terus pake tangan aja ya?" Tanya Jenna.


"Gak enak sayang," ucap Zayn.


"Hyper," rutuk Jenna.


"Im."


Tak lama pelayan pun datang membawakan boneka itu. Jenna memang sudah mengatakan ini boneka yang ini jadi pelayannya langsung memvakum boneka yang berada di dalam plastik sehingga ukurannya menjadi lebih sedang dan tidak terlalu besar. Zayn memberikan kartu kreditnya pada Jenna.


"Tanggal lahir kamu," ucap Zayn. Itu adalah pin kartu kreditnya. Zayn memang sengaja mengubahnya menjadi tanggal lahir Jenna. Selain tanggalnya cantik, orang yang miliknya.


"Mantan kamu tuh yang," ucap Zayn.


Jenna mengernyit dan mengikuti arah pandang Zayn. Disana ada Mario yang sedang melayani beberapa pelayan yang sedang memilih milih barang yang dipajang di toko.


"Pindah dia? Bukannya sebelumnya bukan di mall ini ya?" Ucap Jenna.


"Udah lama juga dia gak kelihatan sama adik sepupu kamu," ucap Zayn.


"Ih mas, sebut namanya aja. Aku gak sudi anggap dia adik sepupu aku. Masa iya adik sepupu aku lont-," ucap Jenna kesal.


"Iya maaf, becanda sayang. Ya udah kita balik ke apartment aja. Nanti berangkat dari sana," ucap Zayn.


"Kan dress aku dikirim ke rumah papi," ucap Jenna.


"Gampang, aku bisa suruh Math ambil," ucap Zayn.

__ADS_1


"Kasihan dia di suruh suruh mulu," ucap Jenna.


"Itu tugasnya sayang. Nanti sekalian kita beli makanan buat di apart. Aku mau mesra mesraan sama kamu," ucap Zayn.


"Ada udah di balik bakwan pasti," ucap Jenna curiga.


"Dibalik batu sayang, kalo dibalik bakwan kan enak. Kayak tubuh kamu," celetuk Zayn.


Astaga. Jenna harus banyak banyak berdoa ketika bersama pria ini. Benar benar pria super mesum.


***


Satu jam setelah pulang, Jenna dan Zayn makan bersama di apartement sembari menonton tv. Mereka makan dengan cepat karena sepertinya keduanya juga sudah sangat lapar. Selesai makan, Zayn diam menatap layar tv di depannya sedangkan Jenna masih nyemil buah buahan. Untungnya buah buahan bukan snack.


Mereka sedang menonton film Jack and Rose. Yap, Titanic. Baru pertengahan film, yang sedang menayangkan adegan Jack dan Rose di dalam kereta. Jenna diam memeluk tangan Zayn. Ia fokus sekali pada filmnya, begitu pun Zayn.


"Mas, kok keretanya berembun?" Tanya Jenna.


"Mereka lagi berhubungan intim sayang. Tuh lihat, Rose gak pake baju," ucap Zayn. Benar saja. Astaga, baru berkenalan sudah having s*x? Benar benar diluar angkasa.


"Hubungan intim berlanjut di mobil. Yang ini no sensor sayang, kamu bisa lihat dengan jelas," ucap Zayn.


"Enggak mau. Gak mau mas," ucap Jenna.


"Kenapa? Takut bereaksi?" Tanya Zayn. Memang benar, setelah sering melakukan hubungan intim dengan Zayn dan kini ia meminta berhenti untuk melakukannya, tubuh Jenna selalu bereaksi saat melihat sesuatu yang memancing nafsunya. Seolah ia juga merindukan sentuhan sentuhan itu.


"Kalo kamu bereaksi, kita tinggal melakukannya sayang. Masih ada waktu sekitar lima jam untuk bermain. Pesta Ryan digelar pukul tujuh," ucap Zayn. Waktu saat ini menunjukan pukul dua siang.


"Enggak mas. Gak mau kecanduan kayak kamu," ucap Jenna.


"Gak papa, lagi pula kita akan menikah sayang," ucap Zayn.


"Masa iya terus terusa di coblos, nanti gak enak pas malam pertama," ucap Jenna.


"Ya sudah, foreplay saja? Bagaimana?" Tanya Zayn. Jenna terdiam, ia bingung sendiri. Antara mau dan tidak mau. Otaknya menolak namun tidak dengan tubuhnya. Ia memang mendambakan sentuhan sentuhan dari Zayn.


"Udah ah, fokus ke film. Itu gimana nanti aja," ucap Jenna.

__ADS_1


"Okay," ucap Zayn. Ia pun kembali fokus pada film begitu juga Jenna.


Tbc.


__ADS_2