
***
Tidur cukup tanpa ada gangguan apapun memang sangatlah menyenangkan. Begitu halnya yang Jenna rasakan pagi ini. Bangun dengan sendirinya tanpa dipaksa bangun. Dia bahkan sangat menikmati tidurnya. Rasanya bangun pagi kali ini lebih fresh dari biasanya. Entah sudah jam berapa ini, Jenna benar benar kembali pada hidupnya yang dulu. Setelah lulus kuliah waktu itu dia memang sempat diam dulu selama satu minggu. Sekedae untuk refresh otak sebelum bekerja di kantor papinya. Sama halnya dengan hari ini juga, dia bangun pagi sekali tanpa adanya gangguan.
Benar benar nikmat sekali.
Jenna baru sadar jika semalam dia dan Zayn kembali melakukan hal itu. Pria itu tidak henti hentinya menggoda Jenna agar terbuai dan masuk ke dalam permainannya.
Jenna bangkit dari rebahannya dan duduk diatas kasurnya. Dia mengambil segelas air lalu menenggaknya sampai habis. Matanya menoleh ke samping, disana ada sebuah sticky notes. Jenna mengambilnya.
'Aku akan segera kembali. Ada urusan di kantor cabang, jaraknya tidak jauh dari hotel. Jika kamu merindukan ku, datang saja. Supir di lobby akan mengantar mu.'
Kekasih mu, Zayn.
Jenna tersenyum kecil membacanya. Pria mesum dengan sejuta kelakuannya itu sudah benar benar membuat Jenna tunduk pada pesonanya. Jenna bahkan melupakan traumanya pada pria, dia harus berterimakasih pada Zayn. Semoga saja pria itu benar benar hanya cukup dengannya.
Iya, Jenna memang selalu berharap dan berdoa seperti itu. Sebab dia tidak ingin mendapatkan sakit lagi dari seorang pria. Sudah cukup rasa sakit dan pengkhianatan kemarin, Jenna tidak mau lagi mengalaminya.
"Semoga kamu selalu cukup dengan aku mas. Aku selalu berharap hal itu," ucap Jenna pelan. Wanita itu pun bangkit dari atas kasurnya dan berjalan perlahan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Perutnya lapar sekali karena semalam dia hanya makan sedikit. Zayn memaksanya melakukan itu. Salahkan pria itu jika Jenna sakit karena kelaparan.
Wanita memang selalu lama dalam hal apapun. Mungkin memang kodratnya seperti itu. Seperti halnya dengan Jenna, wanita itu menghabiskan waktu sekitar satu jam lamanya untuk mandi dan bersiap. Dia memang lapar, tapi entah kenapa dia bisa selama itu untuk mandi dan bersiap. Padahal dia tidak bermake up, tapi tetap saja lama.
Jenna memakai dress santai berwarna putih. Dress itu memiliki motif daun berantai berwarna hitam. Dia menggerai rambutnya yang baru setengah kering, Jenna tidak mengeringkannya sampai benar benar kering. Sebab rasa laparnya benar benar tidak bisa ia tahan lagi.
__ADS_1
Jenna makan roti kering dengan selai coklat. Dia memang meminta makanan ini. Tumben sekali tidak meminta nasi dan daging ayam goreng seperti biasanya. Mungkin Jenna sedang diet.
Jenna menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Pemandangan di depannya langsung menghadap ke arah menara Eifell. Menara itu sangat tinggi sekali, Jenna memang belum pernah menginjakan kakinya di kota ini. Itu sebabnya dia sangat sangat senang karena Zayn membawanya kemari.
Jenna menikmati pemandangan itu sembari memakan buah anggur. Sejak tadi bibirnya tidak berhenti tersungging untuk tersenyum. Cantik sekali, jika saja Zayn ada disini, dia pasti tidak akan tahan untuk menerkam Jenna lagi.1
"Paris indah banget. Ternyata dulu gue sering banget gagak buat acara pergi ke Paris, ternyata alasannya karena Zayn yang bawa gue kesini," ucap Jenna.
Memang iya, beberapa tahun berlalu dia selalu merencanakan perjalanan berlibur ke Paris. Namun selalu gagal. Bahkan ketika dia akan ikut kedua orang tuanya untuk perjalan bisnis ke negara Eropa ini, pasti saja selalu ada urusan mendadak yang tidak bisa ia tinggalkan. Entah kenapa dia selalu tidak berjodoh untuk datang ke kota ini.
Tapi kini dia bisa bernafas lega, sebab Zayn membawanya ke negara yang cukup sulit dia datangi meskipun dia mampu.
Jenna benar benar menikmati waktunya saat ini. Apalagi ditemani dengan buah anggur manis beserta dengan lemon juice, benar benar nikmat. Namun ternyata kenikmatannya tidak berlangsung lama, sebab Zayn datang dan langsung mengecup bibirnya yang sedang mengunyah buah anggur tersebut. Sebenarnya pria itu bukan hanya mengecup, tapi sedikit melum*tnya.
"Miss you mommy," ucap Zayn. Pria itu membuka kedua kaki Jenna yang sedang duduk selonjoran dan duduk diantaranya. Ia menarik mangkuk anggur dan menyimpannya di meja lalu merebahkan tubuhnya diatas tubuh Jenna.
"Baru beberapa jam aja udah kangen?" Tanya Jenna. Wanita itu mengelus pelan kepala Zayn. Dia tidak lagi menolak kedatangan Zayn seperti sebelumnya. Justru kali ini dia menerimanya.
"Kangen lah sayang. Andai aja gak ada kerjaan mungkin aku gak akan ke kantor cabang," ucap Zayn.
"Gak papa, itu kan duit mas. Calon istri kamu ini suka banget duit," ucap Jenna.
"Wanita mana yang enggak suka uang sayang. Itu sebabnya aku kerja keras supaya banyak uang dan bisa memenuhi apapun kemauan kamu. Selain itu juga, aku ingin memberikan kehidupan yang layak untuk kamu dan calon anak anak kita nanti. Kalo aku udah siap," ucap Zayn.
__ADS_1
"Siap apa?" Tanya Jenna.
"Siap punya anak sayang, kalo nafkahin kamu lahir batin kan udah siap banget. Apalagi nafkahin batin kamu, kalo perlu tiap hari kayak gitu. Aku bisa bawa kerjaan aku ke rumah kok," ucap Zayn dengan santainya.
"Kamu pikir aku pemuas nafsu ya?" Tanya Jenna.
"Bukan. Kamu bukan pemuas nafsu, kamu pelengkap hidup aku. Dan milik kamu pelengkap milik aku. Sejak lahir loh, adik aku ini gak pernah masuk ke sarangnya. Mana butuh waktu beberapa tahun buat bisa masukin adik aku ke sarang kamu," ucap Zayn.
"Mesum terus, enggak capek apa?" Tanya Jenna.
"Enggak. Kan aku udah bilang, mesum aku cuma sama kamu. Dan apapun hanya aku lakukan untuk kamu sayang. Youre one and only," ucap Zayn.
Aishh, manis sekali kata kata yang keluar dari mulut pria ini. Untungnya pria ini anteng tiduran diatas dada Jenna. Jika saja tidak mungkin pria ini akan melihat wajah Jenna yang memerah karena blushing.
Meskipun sudah cukup lama bersama dengan Zayn dan juga sudah cukup lama mendengar kata kata puitis serta romantis dari mulut pria ini, namun entah mengapa Jenna selalu tidak bisa menahan dirinya untuk tidak salah tingkah. Pria ini sangat pandai sekali dalam mengeluarkan kata kata yang mampu membuat Jenna salah tingkah.
Saat sedang asik menikmati waktu berdua, tiba tiba ponsel wanita itu kembali berdering. Zayn mengambilnya karena memang dia dekat dengan meja.
"Temen kamu," ucap Zayn.
"Aku sampe lupa kalo Ale telpon tadi malam."
Tbc.
__ADS_1